REINKARNASI SANG PUTRA SURGAWI
Ia membiarkan kulit mereka bersentuhan, merasakan dinginnya keringat Lucan di atas hangat tubuhnya.
Ia meraih ponselnya, mengatur sudut kamera dengan presisi yang mengerikan. Mia tersenyum kecil—senyum yang tidak sampai ke mata—dan melakukan selfie. Di layar ponsel itu, mereka tampak seperti sepasang kekasih yang baru saja kelelahan setelah percintaan yang hebat. Rambut Lucan yang berantakan, kemejanya yang terbuka, dan keberadaan Mia yang setengah polos menciptakan ilusi yang sempurna.
Jemarinya bergerak lincah di atas layar, mengirimkan foto tersebut ke nomor Seira.