Jimat Tali Mayat
Timpal Sadam kembali, “Apalagi? He-he. Perempuan itu makin jatuh cinta sama saya.”
“Tuh, ‘kan? Apa kata saya juga dulu. Urusan begituan mah[2] gampang banget, Dam,” ujar Uyat, “dukun pilihan saya itu memang terbukti sakti, ‘kan? Ha-ha!”
“Ha-ha!” Sadam ikut tertawa terbahak-bahak. “Bener pisan[3], Yat. Kalo tahu begitu, kenapa gak dari dulu saja, ya, saya make cara itu? Ha-ha!”
Sikat na Kabanata