Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KUPULANGKAN UANG SUAMIKU

KUPULANGKAN UANG SUAMIKU

ucapku. Aku berlalu. Bang Hadi masih menggaruk kepalanya yang tak gatal. Selesai dari kamar mandi. Aku mengambil air dan pil KB itu. Lalu ku minum, Bang Hadi yang sudah tak sabar mengikuti aku ke belakang. "Kamu minum obat apa, Rat?" "Pil KB." "Hah, kamu KB? Pantas gak pernah berhasil!" "Apa maksudnya gak pernah berhasil?" tanya ku. Dia duduk mendekat.
940.1K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as kecupan
Read
+Library
Pak Deon, Istrimu Menolak Kembali

Pak Deon, Istrimu Menolak Kembali

Kedua perawat itu kembali cekikian sambil meramu sarapan yang akan diberikan kepada Jannah nanti. "Ayo, buruan. Nanti Pak Deon kalau sudah bangun, kita tidak mau berpapasan dengannya sambil mengantar bubur, bukan?" "Iya... iya, sabar. Diaduk dulu!" Perawat itu mengaduknya lalu mencicipinya sedikit, namun buru-buru melepeh kembali ke dalam mangkuk karena bubur itu terlalu asin. (Melepeh = membuang kembali makanan yang masuk ke dalam mulut karena merasa tidak enak."
1057.0K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as kecupan
Show Reviews (15)
Read
+Library
Runayanti
Terima kasih atas dukungannya semua pembaca setiaku. Thor akan memberikan yang terbaik untuk novel Pak Deon ini. Yang sabar ya kalau sedang emosi sama si Bella atau rindu sama Jannah. Semua ada ritme ceritanya. Semangat🫶
Ikke Kodilla
kalo bela sampe sembuh dan jadi nikah sama deon aku stop bacanya gamau liat jannah menderita terus padahal temen2nya udh banyak berkorban demi jannah tapi pada akhirnya harus liat deon dan bella jadi nikah aku STOP gamau lanjut daripada makan ati terus bacanya
Read All Reviews
Jebakan Sang Kupu-Kupu Malam

Jebakan Sang Kupu-Kupu Malam

Dia begitu bahagia karena setidaknya dia memiliki bagian hidup dari pria yang sangat dicintainya. “Ya, Sayangku. Mama sudah menyelesaikan pekerjaanku. Mama tinggal mengirimkannya setelah itu kita bisa pergi makan Zimsterne bersama.” Zimsterne adalah sejenis kue permen yang berasal dari Swabia yang berbentuk bintang. Mata Mia berbinar senang. “Benarkah? HORE!!! Kamu dengar Coco. Kita akan makan Zimsterne.”
109.0K viewsOngoingAdded to Library 189 Times as kecupan
Read
+Library
Lima Jari Playboy

Lima Jari Playboy

@Apocalypse Bar Kemang Jakarta Selatan 22.30 WIB "Setiap kenalan sama cewek, gue selalu mengkategorikan mereka ke dalam lima jari," dengan pandangan seperempat nanar, Cana meneguk Erdinger. Aubree tak bisa menerka bagaimana kondisi sahabatnya kini. Apakah lelaki itu sudah mabuk, setengah mabuk, atau belum mabuk?
9.320.4K viewsOn holdAdded to Library 795 Times as kecupan
Read
+Library
Duka Cita

Duka Cita

“Oia, sekalian kompor, sama dispenser. Mesin cuci juga sepertinya.” “Kenapa jadi beranak pinak?” Cita duduk di samping sang mami, sembari menggeleng. “Katanya cuma kulkas sama AC?” “Mami, kan, harus masak juga, Cit.” Sandra meraih buku menu yang sudah berada di meja, lalu melihat daftar minuman terlebih dahulu. “Dispenser buat minum, terus mesin cuci … Mami bisa encok kalau harus nyuci pake tangan terus-terusan. Lagian, tabungan Mami juga masih banyak. Cukup buat hidup … ya, cukuplah pokoknya. Masih banyak.”
9.839.4K viewsCompletedAdded to Library 905 Times as kecupan
Read
+Library
Euforia

Euforia

Dan disinilah mereka sekarang, di warung kecil yang untungnya ada berjualan makanan berat, karena perut keduanya sudah dilanda keroncongan sejak tadi. Nindi mengambil semangkok mie yang disodorkan kepadanya, lalu menatap Eiden dengan tatapan dalam. "Hei, Poseidon." Eiden menatap tak percaya, ternyata Nindi masih saja menamainya dengan sebutan Poseidon. Tak mau kalah, Eiden menjawab, "Apaan, sih? Dasar tikus got." Bola mata Nindi membulat, "APA? TIKUS GOT?!" tangannya refleks menggebrak pelan meja.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as kecupan
Read
+Library
Istri 500 Juta

Istri 500 Juta

tunjuknya pada mangkuk yang sudah Kaylee makan. "Tapi, Tuan, maaf itu hanya ada satu. Dan sudah ku makan!" jawab Kaylee hati-hati. "Aku tidak peduli, bawa itu kemari!" "Tuan, aku merasa tidak ...." "Bawa kemari atau kamu yang ku makan!" gertak Kenzo menoleh dengan tatapan tajamnya. Terpaksa Kaylee menuruti perintahnya. Ia membawa mangkuk berisi soup Chupe de camarones kesukaannya itu dan terpaksa ia berikan pada Kenzo.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as kecupan
Read
+Library
Menjadi Candu Guruku

Menjadi Candu Guruku

balas Andreas sekenanya sambil mengunyah nasi dan potongan buah tersebut. "Apalagi, kalau nyuapinnya langsung dari mulut ke mulut. Hem, pasti lebih enak," lanjutnya, seraya tersenyum mesum. "Ish! Kenapa si Abang jadi mesum gini, sih?" protes Joana. "Ya, udah. Coba sini, Jo disuapin," pintanya penasaran.
1037.0K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as kecupan
Read
+Library
BUKAN KUMPUL KEBO

BUKAN KUMPUL KEBO

Dan Putri pergi ke dapur untuk membuat kan kopi. Rey menaruh kotak yang barisi kan poncel itu. Di kursi sebelah nya. Dari tempat diri nya duduk. Kemudian dia pergi hendak mandi. Putri menaruh kopi buatan nya itu di meja. Kemudian kembali ke dapur untuk menghangat kan makanan. Setelah merasa segar kembali. Rey duduk di kursi tamu nya lagi. Sambil menikmati kopi kesukaan itu.
1.7K viewsCompletedAdded to Library 66 Times as kecupan
Read
+Library
Kapokmu Kapan, Mas?

Kapokmu Kapan, Mas?

Dia juga seperti sedang menahan muntah tetapi tak mampu berbuat hal lain selain menenggak tiga teguk minuman itu. "Itu cairan apa, Mbah?" Aku bertanya. "Itu kopi fermentasi dari tujuh macam kotoran kerbau dengan jenis berbeda," jawab dukun yang lebih banyak diam. Bang Robi yang hendak muntah segera dicegah oleh dukun satunya yang mengancam, "Kalau dimuntahkan, gancet ini tidak akan bisa lepas sampai kapan pun." Entah apa yang ada dalam pikiran Bang Robi. Pasti kesal dan mual sekali rasanya. Entah bagaimana rasanya minuman itu. Aku tak sanggup membayangkan.
1079.8K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as kecupan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status