Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Berebut Pantas

Berebut Pantas

Dia tetap mendengarkan omelan Vina meski tidak suka. “Setelah makan dan minum obat, baru aku akan pulang.” “Obatnya sudah disuntikkan lewat sini. Belum ada obat tablet yang bisa kuminum,” terang Dio sembari menunjuk area selang infus di punggung tangan kiri. “Kalau begitu habiskan makananmu!”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai umpat
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Tumbal

Dendam Sang Tumbal

ucap Fitri. Sari menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah sahabatnya itu dengan tatapan heran. Pasalnya, Fitri menatap ke arah atap gedung supermarket itu dengan raut wajah takut, matanya membulat sempurna. Gadis itu menepuk bahu Fitri dan bertanya ada apa dan apa yang dilihatnya. “Ah, tidak ada apa-apa. Aku hanya takjub dengan patung burung sayap terkembang itu, mewah sekali,” kelit Fitri.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai umpat
Baca
+Pustaka
Nasi Kotak

Nasi Kotak

Dia orangnya sangat rajin dan cekatan. Delapan puluh nasi kotak dengan menu ayam goreng, oseng bakmi cabai hijau, urap dan kerupuk siap dibagikan untuk tetangga sekitar rumah serta orang-orang jalanan. Snack juga sudah diantar setengah jam yang lalu. "Ci, Bu Atik tidak mau menerima nasi kotaknya," terang Mbak Icik sambil membawa satu plastik berisi nasi kotak dan snack.
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 534 kali sebagai umpat
Baca
+Pustaka
Bahagia Setelah Terusir

Bahagia Setelah Terusir

Ia mengepalkan tangan, menahan diri agar tidak bereaksi. “Woah, bagus tuh, kalau sudah masuk ke minimarket. Dijamin laris. Rasanya enak, gurih dan renyah,” ucap Fatima sambil membuka kemasan standing pouch. “Dicoba dulu, baru berkomentar,” sergah Sanad. “Mama sering memakan ini,” sahut Fatima sambil menyuap sepotong kerupuk. Tiba-tiba keningnya mengerut. “Kok seperti beda, ya?
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 225 kali sebagai umpat
Baca
+Pustaka
Tamparan Sang Kakak

Tamparan Sang Kakak

Dalam kegelapan, manajer itu tidak mengucapkan sepatah kata pun. Dia mengangkat kakinya yang mengenakan sepatu hak tinggi, lalu menendang keras perut bagian bawahku. Rasa sakit yang luar biasa membuatku langsung meringkuk, perutku terasa bergolak hebat. “Siapa suruh kamu menghabiskan uang pacarku!” “Siapa suruh kamu menggodanya?!”
12.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 491 kali sebagai umpat
Baca
+Pustaka
Anak Selingkuhan itu....

Anak Selingkuhan itu....

mengedipkan mata " emang sih...selalu memuaskan om satu ini dalam segala hal.termasuk.membelikan yang aku mau" ledek ida " jadi bayaran cuma "emut lolipop" kan? oke lah kalau begitu.tiap hari nanti aku makan lolipop nya." jawab ida " tapi ingat hanya 1 kali sehari dan ga boleh nambah" lanjut ida " aku kan emang cuma 1 kali, kamu aja yang suka berkali kali.tapi itu yang aku suka pas kamu teriak merasakan cairannya keluar" desis arif
563 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai umpat
Baca
+Pustaka
Dirty Office

Dirty Office

umpatnya kesal. ***
1034.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai umpat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status