Bahagia Setelah Terusir
Ia mengepalkan tangan, menahan diri agar tidak bereaksi.
“Woah, bagus tuh, kalau sudah masuk ke minimarket. Dijamin laris. Rasanya enak, gurih dan renyah,” ucap Fatima sambil membuka kemasan standing pouch.
“Dicoba dulu, baru berkomentar,” sergah Sanad.
“Mama sering memakan ini,” sahut Fatima sambil menyuap sepotong kerupuk. Tiba-tiba keningnya mengerut. “Kok seperti beda, ya?
Bab Populer