Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sabitah

Sabitah

ujar Reandra. “Bukan mengenai itu, Rean. Tapi kau bisa melihat sendiri produk yang akan diluncurkan. Meski memiliki bentuk seperti kendaraan terbang, tapi ini sangatlah berbeda.” Angkasa kemudian menyodorkan layar hologram ke arah Reandra.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai utakata hanabi
Baca
+Pustaka
BATARI

BATARI

memegang kaleng dingin itu. Lenka, melalui tubuh Batari, menyesap bir itu perlahan. Wajah Batari sedikit meringis karena rasa pahit, namun kemudian sebuah senyum tulus merekah—senyum yang selama setahun ini tak pernah muncul. "Pahit... tapi aku bisa merasakannya," bisik Lenka menggunakan pita suara Batari yang serak. Freya menatap pemandangan itu dengan mata berkaca-kaca. Ia melihat Batari—atau Lenka—yang sedang menikmati hal sesederhana ayam goreng.
10431 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai utakata hanabi
Baca
+Pustaka
Atasanku Menggodaku

Atasanku Menggodaku

Aku kegirangan sampai mau melompat. "Ada satu hadiah lagi. Ini dari aku pribadi." Ben melemparkan sebuah kotak kecil padaku. Begitu aku buka dan lihat isinya, wajahku langsung merah! Ternyata isinya motor mini elektrik impor dari Negara Loka. Tulisan dalam bahasa nasional dan Bahasa Loka di kemasan menjelaskan keunggulan produk ini. Ada 12 mode getaran.
17.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 357 kali sebagai utakata hanabi
Baca
+Pustaka
Utari

Utari

tanya Edo sambil mengeluarkan permen kapas dari tasnya. "Apa itu tuan?" tanya Utari. "Ini namanya permen kapas, rasanya manis.." jawab Edo."Ambillah, aku sengaja belikan ini buat kamu.." jelas Edo. "Untuk aku tuan?" tanya Utari menegaskan. "Iya buat kamu..ambil..." ucap Edo sambil mengepalkan batang permen kapas itu pada Utari."Apa kau belum pernah beli permen kapas?" tanya Edo penasaran.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai utakata hanabi
Baca
+Pustaka
Suami Dadakanku Ternyata Milyader

Suami Dadakanku Ternyata Milyader

"Wow, kamu cantik sekali dengan yukata merah itu, Isya!" puji Harvey dengan mata berbinar penuh kekaguman. Mereka berdua memang petang ini berencana menonton teater Kabuki di Kabuki-za (Kabukiza Tower) yang ada di Ginza, Chuo City masih di kota Tokyo. Outfit mereka pun menggunakan pakaian tradisional Jepang yaitu yukata berpasangan untuk suami istri.
1034.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai utakata hanabi
Tampilkan Ulasan (23)
Baca
+Pustaka
Quen Riema
ibu tiri yang jahat,dan adik tiri yg lucnak.! ibu tiri yg tdak mau mnyrahkan hak isya, eh si Alice mncuri karya isya. kok bisa sich ayah isya dulu nikah sma kumpulan betina jahat itu. tpi klian tdak tau siapa suami isya yg kalian hina itu, dia harvey si millyader, yakin dech klo klian tau psti shok
wieanton
baru baca bab 2 aja udah seru nih. ini yg dinamakan nasib malang atau beruntung udah ada yg mengatur, saat Isyana Prameswari terkhianati,... dia malah kenal sm Harvey, terjadilah perjanjian saling untung. gk tanggung2 lho semiliar/bln .... Isyana orkay, tp dia butuh jg suami buat ambil aset2 warisan.
Baca Semua Ulasan
JANGAN MENCINTAIKU, PAMAN!

JANGAN MENCINTAIKU, PAMAN!

Langit malam berbintang tentu saja indah, tapi bukan sesuatu yang harus diperjuangkan nya sampai harus berlomba bersama yang lain untuk mencari tempat. “Bukan. Tapi itu.” Hide menunjuk ke arah langit. Ke arah cahaya yang melesat ke udara, dan meledak menjadi jutaan cahaya lain. Cahaya yang kembali membawa senyuman ke wajah Ayu. “Hanabi…” (Kembang api) “Itu…” Ayu kembali kehilangan kata-kata dan hanya bisa mengangkat tangan ke arah kembang api yang terus meledak tanpa henti di depannya. Membiaskan aneka warna dengan dalam berbagai ukuran dan bentuk.
1019.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 797 kali sebagai utakata hanabi
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

Sebuah benda tipis terjatuh dari sela-sela lipatan sapu tangan tersebut, Rimba memungutnya dari lantai. Bola mata Rimba melebar tak percaya mendapati sobekan kertas kecil dengan tulisan awut-awuttan, tapi untung masih bisa dibaca. Rimba membaca sekali lagi secara perlahan, menajamkan penglihatanya. Namun tulisan itu masih tetap sama. Temui gue di atap besok. ========================== ============== Salam hangat dari perempuan yang hobi gantungin
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai utakata hanabi
Baca
+Pustaka
AMORAGA

AMORAGA

"Gue mau ngelakuin sesuatu, tapi kira-kira berhasil gak, ya?" Gita menoleh. "Mau ngapain emangnya?" "Udahlah, lupain aja." Tak jauh dari sana, Fabian dan kedua temannya memerhatikan Amora dari kejauhan. Fabian tersenyum sinis. "Bagus. Nanti malam, pesta ulang tahun Bayu. Gue pastikan Amora gak akan pernah sampai di sana."
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai utakata hanabi
Baca
+Pustaka
ANATASYA

ANATASYA

ucap Intan. "Iyalah, sekolah aja kalo ulang tahun di rayain, emangnya lo, kalo ultah paling tiup lilin doang. Itupun lilin buat kalo lagi mati lampu." tawa Hana menggelegar, menertawakan ucapannya sendiri. "Sembarangan lo! Liat aja ya nanti, kalo gue ultah gue gak bakal undang lo!" Intan menjulurkan lidahnya, seraya pergi dari sana. Karena barisan yang sudah di bubarkan.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai utakata hanabi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status