BATARI
Lampu-lampu taman memantulkan kilau pada batu-batu pijakan, membuat jalur masuk terlihat seperti karpet kehormatan—yang sebenarnya adalah jalur eksekusi.
Rambut cokelat gelapnya yang panjang mengalir lembut hingga pinggang, kontras dengan wajahnya yang pucat namun memiliki keindahan yang "berbahaya"—kecantikan yang bisa memicu Obsesi.
Di kepalanya, suara tawa ibunya, Isabel, yang kini hilang kewarasan di rumah sakit jiwa, terus berdenging.
“Sepuluh detik untuk masuk,” sebuah suara memotong, dingin dan datar, seolah hitungan mundur. “Atau kau mati kedinginan di trotoar seperti jalang Filipina itu.”
Hot Chapters