Yuk, Nikah!
terang Nyak Marni sambil senyum-senyum.
Vivi tak menjawab. Dia memilih menyapa laki-laki itu secara sopan dan canggung tentunya. Setelah kuamati, lelaki itu ternyata lebih dari kata lumayan. Tubuh tinggi, berkulit putih bersih, hidung bangir dan penampilannya cool abis. Sepantaran dengan Vivi. Tampaknya dia anak berdarah china, matanya sipit. Tapi entahlah, hanya mengira.
“Hai, Vi,” balasnya sambil tersenyum. Gigi putihnya berderet rapi. Tak lupa dia juga menyapaku dengan menganggukkan kepala sambil menunjukkan smiling eyes.