Tiga Mayat Satu Takdir
Vale turun terakhir, memakan ikan kecil yang disisakan Sarah, sebelum kembali ke pos jaganya di pohon tertinggi.
Saat mereka bersiap tidur, giliran jaga pertama jatuh pada Kael dan Paman Peter. Tiba-tiba, Laila, yang memeluk Molly erat di pangkuannya, menegang. Matanya hitam terpejam rapat, getaran soniknya menangkap suara dari kejauhan. Di pohon, Vale mengeluarkan pekikan pelan—peringatan khusus yang hanya kelompok mereka pahami. Sophia, yang duduk diam di sisi api, mengangkat kepala, matanya berkilat waspada.
“Ada apa, Laila?” tanya Kael, suaranya serius, tangannya sudah siap di mantelnya, kabut racun samar mengelilingi jarinya.
Hot Chapters