DENDAM
Dua laki-laki berjalan cepat mendekat ke arah Alena, wanitaku itu, dia berusaha lari namun di cekal.
Alena berontak ketika di seret ke samping gedung kantor. Tanpa menunggu lama, terlihat kedua laki-laki itu membanting tubuhnya ke lantai, dan menginjak perutnya.
Mamah memekik, air matanya semakin deras membanjiri wajah. Aku menutup mulut, ketika dua laki-laki itu berulang kali, menginjak perutnya.