Raja Persilatan: Pendekar Tapak Dewa
Di bawah kakinya, awan-awan bergulung-gulung seperti gelombang laut yang tak bertepi.
Lord Viper berdiri tegak, aura jahatnya memenuhi udara. Jubah hitamnya berkibar tertiup angin, menyerupai sayap raksasa yang siap menerkam mangsanya. Di tangannya, sebuah tongkat hitam pekat memancarkan aura kematian yang mencekam.
"Akhirnya kita bertemu lagi, Lie Feng," desis Lord Viper, suaranya serak dan dingin seperti bisikan ular. "Aku sudah lama menunggumu."