Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
NIGHTMARE

NIGHTMARE

Kemudian dirinya dikagetkan suara kucing yang tengah menggeram dari dalam tong besar yang sudah berkarat tidak jauh dari tempatnya. "Hush... Pergi sana!" Perintahnya tetapi kucing liar itu tetap menggeram dari balik sana hingga membuat Reviline keluar karena mendengar keributan dari luar lalu menghampiri tong besar didepan sana. Dia benci kucing, hidungnya akan gatal jika terkena bulu milik hewan itu. "DUKKK..."
9.93.0K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as vile
Read
+Library
Cliche

Cliche

"Apa sanksi yang akan diberikan kalau gagal?" Sudut bibir So Hyun-Jae terpantik, lalu menempelkan telunjuknya di pelipisku. "Bang!" Jantungku seakan melorot. Bayangan akibat kegagalan pun menyeruak. Siapa yang ingin mati? Siapa orang di dunia ini yang tak sayang nyawa? Tidak seorang pun! Nilai jutaan dollar tak sebanding dengan nyawa yang dipertaruhkan. Sekalipun seluruh uang di dunia dikumpulkan, tidak akan bisa membeli satu nyawa.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as vile
Read
+Library
VENDETTA

VENDETTA

Kata-kata sinis yang pernah dilontarkan salah satu temannya kembali terngiang, berputar-putar di kepala seperti kaset rusak yang menyiksa batinnya. '"Elo S2 di London, tapi otak loe jongkok! Enggak lebih daripada otak udang yang campur ama kotorannya!"' "Gelar loe tinggi, Yaka! Sekolah loe jauh ke Inggris! Tapi otak loe di mana waktu itu?!" bentak Nayaka pada bayangannya sendiri di spion tengah. Air mata penyesalan yang membakar pelupuk matanya mulai jatuh, tapi dia tidak peduli. Dia merasa dirinya memang pantas dimaki.
487 viewsCompletedAdded to Library 10 Times as vile
Read
+Library
Sweet Revenge

Sweet Revenge

kata Misha dengan getir. Howard terdengar mengumpat kasar di seberang sana. "Harry brengsek! Aku sudah pernah mengancamnya jika menyakitimu, Mish," geram laki-laki itu tak menutupi nada marahnya. "Aku tahu. Mereka hanya terlalu brengsek, kurasa." guman Misha tersenyum pahit sambil memilin ujung baju yang dipakainya.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as vile
Read
+Library
MADU YANG BERACUN

MADU YANG BERACUN

gumamnya lirih. Tidak lama seorang pria berpakaian rapi dan terlihat profesional muncul dari pintu. Dia adalah Vito Siba, pengacara yang Helena katakan beberapa hari yang lalu. “Selamat siang, Bu Embun. Maaf, membuatmu lama menunggu,” sapa Vito lalu menarik kursi dan duduk. “Tidak masalah, Pak Vito.” “Kau terlihat sangat siap,” ucapnya sambil membuka map berisi catatannya sendiri.
105.5K viewsCompletedAdded to Library 153 Times as vile
Read
+Library
Greedy

Greedy

Tapi, Naina menahan rasa sakit itu dan menatap tajam Bara. "Nggak usah sok pintar. Kamu mau hal buruk terjadi kepada Rey? Nggak, 'kan?" Bara melepaskan cengkraman tangannya. "Sekarang aku tahu ada tiga jenis manusia di dunia ini. Dulu aku hanya mengenal dua jenis. Yaitu, baik dan jagat. Tapi sekarang, aku mengenal tiga jenis berkat dirimu. Yaitu, baik, jahat, dan menyedihkan," ucap Naina. Ia menunjuk Bara. "Dan kamu, kamu adalah tergolong orang yang menyedihkan. Kenapa? Dibilang baik kamu jauh dari kata itu, dibilang jahat juga kamu lebih kejam dari kata jahat. Kata yang tepat adalah menyedihkan. Kenapa? Karena kamu tidak mempunyai satu titik pun kebaikan di dalam hatimu. Jika orang jahat, a
105.4K viewsCompletedAdded to Library 134 Times as vile
Read
+Library
Complicated

Complicated

“Sakit melihat anak kacau—menyedihkan.” Avera melirik sejenak ke arah Almeira, berdiri di ambang pintu kamarnya memang berdekatan. “Terutama kau.” Sengaja berkata begitu, tidak habis pikir Almeira bisa melakukan hal bejat terhadap saudara sendiri. “Setidaknya, kalau menyukai lelaki yang sama. Bersaing secara sehat, bukan melakukan hal tidak menjijikan. Atau kau memang nggak bisa membedakan mana obsesi dan mana rasa suka—cinta tulus?”
106.7K viewsCompletedAdded to Library 193 Times as vile
Read
+Library
THE VILLAINESS FINAL EMBRACE

THE VILLAINESS FINAL EMBRACE

Vincent Valerius. Dia tidak berteriak seperti Adrian, dia tidak gemetar seperti Alaric. Dia hanya meletakkan tangannya yang bersarung tangan hitam di tengkukku, menyalurkan elemen kegelapan yang menyerap rasa perih luar biasa di pusat kutukanku, mematikan saraf-saraf yang sedang berteriak kesakitan. [Interaksi Fisik Terdeteksi: Elemen Kegelapan (Vincent Valerius).]
620 viewsCompletedAdded to Library 15 Times as vile
Read
+Library
ABNORMAL

ABNORMAL

Sungguh hendrata hanya bisa memejamkan mata sambil terus menghujam tubuh Liliana. Sayangnya kenikmatan yang hendrata rasakan tidak bisa di rasakan oleh Liliana. Hendarata tidak melihat bahwa gadis yang di bawahnya merasa kesakitan. Benar sekali Liliana merintih kesakitan saat ini, tetapi karena hendrata memejamkan mata, dan suasana gelap jadi dia pikir Liliana mendesah merasakan kenikmatan juga, padahal Liliana merintih merasakan rasa sakit pada tubuhnya, ketika hujaman demi hujaman handrata semakin menusuk masuk pada tubuhnya. Sakit dan sangat sakit. Tidak ada sedikitpun kenikmatan yang Liliana rasakan saat itu. Liliana kembali menangis dengan pilu. Tubunya benar-benar tidak normal.
9.96.3K viewsOngoingAdded to Library 151 Times as vile
Read
+Library
YOU

YOU

“Kirain gitu, lama nggak ketemu terus muka aku berubah jadi nyeremin sampe kamu nggak mau liat aku.” “Engga gitu, abang. Abang nggak nyeremin kok, serius deh.” “Hmmm, oke.” Lagi, Xavier masih berusaha menggoda Aluna. Kali ini ia memajukan wajahnya, menatap Aluna secara intens dan memasang wajah khawatir. Aluna yang kaget melihat Xavier tiba-tiba memajukan wajahnya mendekat ke arahnya pun refleks mundur sedikit hingga punggung gadis itu menabrak bagian belakang kursi yang ia duduki, wajahnya semakin memerah karena wajah Xavier yang begitu dekat dengannya dan ditatap secara intens oleh laki-laki itu.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as vile
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status