Pijatan Nikmat Sang CEO
"Karena itu berarti kita harus tetap disiplin, tetap mendengarkan, dan tetap berkomitmen pada nilai-nilai baru yang kita bangun. Tidak ada ruang untuk berpuas diri."
Nathaniel mengangguk, menutup laptopnya dan berjalan ke arah jendela besar yang menghadap kota. Lampu-lampu gedung pencakar langit berkilauan seperti bintang-bintang buatan.
"Kau tahu," kata Nathaniel tanpa berbalik, "dulu aku berpikir kesuksesan bisnis adalah tentang mengalahkan kompetisi, memenangkan kontrak terbesar, melihat saham naik." Ia menghela napas. "Sekarang aku menyadari bahwa membangun sesuatu yang bermakna—sesuatu yang didasarkan pada integritas dan kepercayaan—jauh lebih memuaskan."