Terjerat Obsesi Kakak Ipar
Sepanjang makan, dia terus-menerus membelakangi Isabella, seolah mengisolasi Leonardo dalam percakapan berdua.
"Aku terkesan, Leonardo," ucap Valentina, memiringkan gelas anggurnya. "Kau memiliki visi yang... murni. Tapi di dunia bisnis, kemurnian seringkali dikorbankan."
"Bukan dikorbankan, Valentina," balas Leonardo dengan lembut. "Tapi diuji dan diperkuat. Lihatlah mereka," dia menunjuk ke sekeliling meja di mana para pengrajin, seniman, dan investor kecil itu tertawa dan bercerita. "Ini bukan hanya tentang produk, tapi tentang ekosistem. Tentang manusia."
Bab Populer