Ayahku Tidak Tamat SD
Bu Dewi yang terlihat buru-buru sedari tadi masih saja sempat menyapa sambil senyum-senyum tak jelas.
"Apaan sih, Bu? Gak tau nih, kak Vino katanya ada perlu," ujarku sekenanya dan menyalim tangan beliau takzim.
Bu Dewi mencondongkan sedikit tubuhnya ke arah telingaku seraya berbisik. "Mungkin mau nembak itu, Mar. Kabar anginnya dia ada suka sama kamu. Coba deh ikutin aja kalau gak percaya. Ibu sih gak nyuruh kamu pacaran ya, Mar. Tapi, kalau dia serius cocok juga tuh sama kamu. Dia tampan, kamunya juga cantik. Mana tahu, dia mau nungguin kamu sampai tamat sekolah. Tapi ingat, jangan pake pacaran!"