Tergoda Pesona Ibu Mertua
Raka mengangkat gelas, “Untuk keluarga Dupont, yang tak pernah tergoyahkan.”
Di Bandung, rombongan kembali ke rumah Mrs. Sariani sekitar pukul empat sore, setelah seharian jalan-jalan yang melelahkan tapi menyenangkan. Mobil-mobil berhenti di halaman depan, dan semuanya turun dengan tas penuh oleh-oleh: stroberi segar dari Lembang, kaus Bandung dari Farmhouse, dan batu-batu cantik dari Kawah Putih. Wajah mereka merah karena angin dan matahari, tapi penuh senyum.
“Wah, capek tapi puas banget!” kata Nayla, meregangkan tubuh sambil memegang tangan Tom. “Oma, makasih ya ajak kita ke sana semua.”