Cinta Dua Sisi
"Baiklah, Mba. Semua keputusan kami serahkan pada Mba. Kami akan berangkat dengan kereta api Argo Wilis ke Bandung pukul 11.06 WIB. Jika Mba mau ikut, kita tunggu di stasiun Tugu."
Begitulah putusan akhir yang dibuat Mas Arman untukku. Di satu sisi, aku sangat bahagia bisa melihatnya setiap hari jika ikut ke Bandung. Namun, di sisi lain, siapa yang akan ziarah ke makam Bapak dan Ratih jika aku pergi? Aku belum bisa melepaskan kepedihan itu, meski waktu mencoba mengusaikannya.
Aku menatap nanar langkah kaki Mas Arman dan Dita yang menjauh dari tempatku menawar lara dalam senampan lemper penghilang duka. Lemper yang disukai Dita dan Ratih.
Bab Populer