Rayuan Maut Para Tetanggaku
Benar saja, saat aku masuk ke dalam, aku mendapati Renata sedang berdebat sengit dengan seorang pria paruh baya yang memegang palet warna.
"Lihat ini, Bima!" Renata langsung menghampiriku saat melihat kehadiranku. Dia menunjuk ke arah dinding sisi kiri yang baru dicat setengah. "Ini bukan charcoal grey yang kita sepakati. Ini lebih ke arah kebiruan. Kalau kena lampu jalan malam hari, warnanya jadi terlihat murahan. Saya tidak mau gedung yang saya rancang terlihat seperti ruko biasa."
Aku memperhatikan dinding itu dengan seksama. Memang benar, ada sedikit pergeseran rona warna yang mungkin bagi orang awam tak terlihat, tapi bagi mata terlatih seperti Renata, itu adalah bencana.