Gemerlap Dendam Sang Pewaris
Tangannya refleks mengusap perut buncitnya, seakan mencari kekuatan dari tendangan kecil buah hatinya.
Samudra berjalan di sampingnya, memberi rasa aman. Sesampainya di depan Axel dan Davin, dua kakak itu saling pandang lalu tiba-tiba bertepuk tangan. Suara tepuk tangan mereka keras, membuat Dania spontan mengerutkan kening.
“Apaan sih, Kak? Gak jelas banget,” serunya kesal.
Axel hanya tersenyum tipis, sementara Davin maju lebih dulu menyalami Samudra. “Selamat, Sam. Makasih udah jagain adik kesayangan kami,” katanya tulus.
Hot Chapters