Di Antara Dua Pilihan
Dhara tersenyum kecut.
“Sulit sekali kalau lawannya uang dan kekuasaan. Pasti itu juga yang dipikirkan Papa. Dari awal saya sudah tahu semua tentang Keenan, tentang darah birunya. Keenan adalah cinta pertama seorang gadis miskin yang terobsesi pada seorang pangeran di negeri langit. Saya pikir, tantangan terberat cuma perasaan Keenan pada Asyifa, tapi ternyata di atas langit selalu ada langit!”
Udara panjang dibuang perlahan, tetapi seolah terhitung. “Anggara Wijaya, jika kita punya kesempatan bertemu, saya akan pastikan Anda berubah pikiran!”