Balas Dendam Seorang Istri
Nayla menatap bayangannya di kaca spion mata yang kini menyimpan tekad, bukan air mata.
Dan untuk pertama kalinya, ia tersenyum. Bukan senyum lembut, tapi senyum seorang wanita yang tahu: perang akan segera dimulai.
Di dalam mobil yang diam membisu, Nayla menggenggam erat flashdisk itu. Benda sekecil ini mampu mengubah segalanya. Pandangannya menerawang ke depan, menembus kaca yang masih basah oleh sisa hujan. Jalanan tampak sepi, seakan dunia sengaja memberi ruang agar ia bisa bernapas lebih lega, sebelum badai berikutnya datang.