Tetangga Penggoda
"Katanya mau ngajak main badminton besok minggu."
"Oh," sahutku.
Meski dalam hati aku masih merasa aneh dan instingku mengatakan ada yang janggal. Namun, demi menjaga hubungan baik dengan tetangga baru, kuberikan juga nomor Mas Adrian.
"Makasih, loh, Mbak. Mbak Nana emang baik, deh. Udah baik, cantik lagi," pujinya dengan wajah cengar-cengir.
"Ah, bisa aja, Mbak. Ya, sudah, aku duluan, ya!" pamitku.