Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ASHOLE

ASHOLE

Matanya berotasi untuk melihat ke bawah, lantas saja ia mendelik. "Aahh, panass!" jeritnya meraung seraya mengelap-elap tangannya itu pada celana yang sedang ia kenakan saat ini dengan gerakan yang amat tergesa-gesa. "Dispenser, Setan!" Rio melampiaskan amarahnya pada benda mati yang tak bersalah. "Panas banget, buset," keluhnya dengan ekspresi wajah menekuk. Perlahan tangannya menuju pada bagian belakang, kemudian masuk ke dalam celah celana tanpa segan. Setelahnya tangan itu bergerak maju mundur; turun naik begitu terus. Pergerakan yang Rio lakukan secara berulang-ulang dalam durasi waktu yang cukup lama yakni sekitar 10 menitan.
102.8K viewsOn holdAdded to Library 75 Times as whined
Read
+Library
Alur Baru Sang Selir Ketiga

Alur Baru Sang Selir Ketiga

Dan di tengah rasa sakit yang menusuk, suara monoton terdengar—dingin, datar, seperti sistem yang memberikan peringatan: [ “Peringatan. Mengungkap informasi diri secara berlebihan akan mengurangi umur Anda satu hari.” ] Velian menunduk, menahan rasa perih sambil memijit dadanya. “…Dih,” desisnya lirih. “Kenapa baru ngasih tahunya sekarang, pas udah kena?” Ia mengutuk pelan, wajah meringis antara sakit dan frustrasi.
92.2K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as whined
Read
+Library
Anakku Sangat Istimewa

Anakku Sangat Istimewa

Whindy menatap anaknya yang mungkin sedang tidur. Karena dia mendengar dengkuran kecil dan deru nafas yang sangat teratur. "Ayo kita membeli keperluan kamu, Sayang. Tapi... pantat nya pasti akan iritasi, karena dia kan ngompol dan aku tidak mengganti kain bedong ini, bagaimana akan menggantinya, semuanya sudah di buang oleh Mas Evan," gumam Whindy sembari berjalan ke arah anak tangga lalu menuruti anak tangga itu secara oerlahan.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as whined
Read
+Library
Why

Why

Berniat Mengakhiri Hidup "Hiks ... hiks, hiks." Terlihat Aina masih menangis meratapi kondisi kakinya yang lumpuh, Jaden masih setia berada di samping Aina. Meskipun ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, selain kata penenang berharap wanita dihadapannya berhenti menangis. "Kenapa saya bisa seperti ini, Dokter? Kenapa saya bisa terluka parah seperti ini, apa salah saya hingga Allah menghukum saya seperti ini?" tangis Aina pecah kembali, meratapi nasib dan juga kakinya.
1014.6K viewsCompletedAdded to Library 582 Times as whined
Read
+Library
Broken

Broken

ucap Vian khawatir. “Gak mau...” jawab Rein dengan suara parau. “Oke. Kamu boleh benci papi atau mami, tapi jangan buat diri kamu menderita. Kamu harus makan, papi gak mau lihat kamu sakit,” bujuk Vian.
1013.6K viewsCompletedAdded to Library 340 Times as whined
Read
+Library
Sang Pemilik Tahta

Sang Pemilik Tahta

potong Whiny saat Dhisa berusaha menolaknya dengan halus. “Aku sedang ada masalah dan aku butuh gift dari mereka.” Tambah Whiny dengan nada lembut dan memelas. “Tega sekali Kamu…” Whiny berbicara sambil matanya berkaca-kaca, seolah dia sedang merasakan perasaan sedih. “Iya, benar sekali!” “Dasar wanita jahat!” “Kalian jangan marah dulu… Dia mau kok.” Whiny menenangkan penontonnya dan membela Dhisa.
1013.9K viewsOngoingAdded to Library 487 Times as whined
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status