(Bukan) Selingkuhan Biasa
Aura yang begitu berwibawa memancar dari tubuh wanita dasteran di depannya ini terasa sangat janggal untuk ukuran seorang gadis desa yang pusing memikirkan utang koperasi, hama wereng, tikus-tikus berengsek, dan segudang beban hidup.
Belum lagi, wajah Viona yang tanpa riasan itu, entah kenapa terlihat sangat tidak asing di mata Angel. Dia merasa seperti pernah melihat struktur tulang pipi dan sorot mata tajam itu di suatu tempat, mungkin di majalah bisnis atau berita ekonomi kelas atas Jakarta, namun otaknya mendadak macet untuk menyambungkan titik-titik ingatan tersebut karena penampakan daster kusam dan wig berantakan Viona yang langsung mengacaukan fokusnya.
"Kamu berani sekali mengusirku
Bab Populer