Ada satu momen dalam 'Future Diary' yang bikin aku merinding sekaligus terharu sampai sekarang. Endingnya Yukiteru dan Yuno yang akhirnya bisa bersama di dunia ke-3, setelah semua penderitaan dan manipulasi, rasanya seperti pelukan hangat setelah badai. Aku ingat betul bagaimana fandom sempat terbelah antara yang benci Yuno karena obsessiveness-nya dan yang justru jatuh cinta pada dedikasinya.
Yang bikin ending ini istimewa adalah cara penyelesaiannya yang tidak hitam putih. Yuno tetap yandere sampai akhir, tapi kita akhirnya mengerti latar belakang traumanya. Musik 'Blood Teller' yang mengiringi scene terakhir itu sempurna banget—seolah-olah semua darah dan air mata selama 26 episode terbayar lunas di 5 menit terakhir.