Dimanja Mantan Posesif
Kiran mencoba menarik kembali air mata yang hampir menetes dari matanya, bibirnya terlipat dalam, dadanya begitu sesak mendengar semua ucapan Widya yang selalu sukses menghujam dadanya.
Tanpa rasa iba, meski darah yang mengalir dari mata Kiran, Widya tidak akan pernah peduli pada anak angkatnya ini.
“Dengar, ya. Kalau Yoga butuh uang, maka kamu harus mengusahakan!” Telunjuk Widya mengarah di depan muka Kiran. “Bagaimanapun caranya, kamu harus dapatkan uang itu. Dan, jangan berani-beraninya kamu melapor pada ayahmu.”