Ada sebuah film yang baru-baru ini membuatku terpikir tentang hubungan manusia dan teknologi. 'Permintaan Terakhir Istriku' bercerita tentang seorang suami yang berusaha memenuhi keinginan terakhir istrinya melalui bantuan kecerdasan buatan. Ini bukan sekadar tentang teknologi, tapi lebih pada bagaimana cinta bisa bertahan bahkan setelah salah satu pasangan tiada.
Ceritanya dimulai ketika sang istri, yang tahu ajalnya dekat, menciptakan program AI yang bisa menirukan dirinya. Dia meninggalkan pesan-pesan, kebiasaan, bahkan selera humornya dalam sistem itu. Yang menarik adalah bagaimana suaminya kemudian berinteraksi dengan 'istri' digital ini - antara kenyamanan dan rasa sakit karena kehilangan yang tak bisa sepenuhnya diisi oleh teknologi.