Istriku Preman Pasar
Nur Meydacerita ramonnikmatnya belaian tetangga kucerita maksiat ramonabang jarang pulang aku jarang dibelai
tanyaku dengan bego
"Ya, ampun. Di ajak ngobrol malah melamun!"
"Maaf!" ucapku setelah menyadari kesalahanku. "Jadi, bagaimana? Kamu setuju dengan rencanaku tadi?" tanyaku lebih lanjut.
"Sebentar! Apa keuntungannya buatku?"
Kutatap wajah Bela yang polos tanpa make-up, cantik. Bela membuang pandangan saat mata kami saling bertemu. "Jika kamu berhasil, lima puluh juta cash masuk ke rekening mu. Bagaimana?"