Terjerat Cinta Dosen Baruku
Tangan Zayn terangkat, menunjuk ke samping meja.
“Di situ,” katanya lebih pelan, tapi tetap tegas. “Samping meja saya, kan bisa, Leena Laudya.”
Alih-alih tersinggung, Leena justru mendengus kecil. Sudut bibirnya terangkat.
“Eh iya,” katanya ringan sambil menarik kursi. “Ngapain juga deket-deket sama Bapak.”
Leena memindahkan kursinya ke sisi yang Zayn maksud. Suara deritan kaki kursi kembali memekik tajam.