Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pendekar Pedang Terhebat

Pendekar Pedang Terhebat

Singkat cerita, Dua puluh tahun kemudian Zero dan Vivi benar-benar berkembang dengan pesat . Ternyata gaya berpedang yang mereka miliki sangatlah serasi. Dan hari ini, kebetulan tepat di mana Zero menginjak usia dua puluh satu tahun. "Selamat ulang tahun, Sayang." Pagi hari ini, Zero mendapat satu ciuman manis dari Sang Istri untuk menyambut sejuknya pagi ini.
934.2K viewsCompletedAdded to Library 752 Times as zero two
Read
+Library
Tak Ada yang Kedua

Tak Ada yang Kedua

Bibir tipisnya bergerak tanpa suara, “Kau kalah.” Aku memang kalah. Aku telah kalah dalam seluruh hidupku, itulah sebabnya sekarang aku tak ingin kalah lagi. Beberapa saat kemudian, layar ponselku menyala. Itu pesan dari Anto. [Hari ini pasti membuatmu merasa tertekan, Elsa. Maaf.] [Setelah semua ini berlalu, aku akan memberimu pesta pernikahan yang megah. Kita akan menikah lagi.]
27.4K viewsCompletedAdded to Library 877 Times as zero two
Read
+Library
Reality Reloaded

Reality Reloaded

Udara di Distrik Timur mendadak membeku, bukan karena suhu yang turun, melainkan karena tekanan energi yang luar biasa pekat terpancar dari sosok di hadapan mereka. Zero berdiri dengan ketenangan yang mengerikan di atas tumpukan kontainer yang berkarat. Kacamata canggihnya memancarkan pendar biru neon, memantulkan visualisasi data yang terus mengalir deras, seolah ia sedang membaca setiap helai atom di kawasan industri ini. Di atas kepalanya, sistem hanya menampilkan label yang membuat jantung Aldo berdegup kencang: [Nama: ZERO | Level: ???].
1.7K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as zero two
Read
+Library
Subjek Zero

Subjek Zero

“Kau ingin membunuhku, hah?!” “Aku sangat ingin membunuhmu, Althea.” Jawab Zack gemas, Althea mendengus kecil. Pintu mobil di buka kasar, Althea melemparkan bungkus kantong burger yang sudah kosong ke dalam tong sampah, Zack tidak paham bagaimana cara Althea menghabiskan enam porsi burger keju dalam waktu yang cepat, perjalanan ke pangkalan membutuhkan waktu 15 menit apakah Althea tidak mengunyahnya terlebih dahulu?
9.32.6K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as zero two
Read
+Library
Two Times

Two Times

Layar ponsel ini juga jauh lebih besar. Namun entah mengapa aku bisa menggunakan benda yang ada di tanganku ini, seperti aku sudah biasa menggunakannya. Kulihat tahun yang tertera di layar ponsel itu. 2020 ??? Jadi saat ini aku berada di tahun 2020 ?? Bagaimana bisa ?? Bersambung..
8.69.0K viewsOngoingAdded to Library 359 Times as zero two
Read
+Library
One Two Three and Action

One Two Three and Action

“Apa kamu mendengarnya?” tanya Dhefin dengan nada suara berbisik. Di hari pertama melakukan misi, baik Dhefin maupun Tama menggunakan penyuara telinga yang terhubung langsung dengan Zayn. Tentu saja, mereka menggunakan alat berwarna transparan dan berukuran kecil yang tidak mudah lepas agar tidak terlihat orang lain. “Ya, aku mendengarnya. Salah satu di antara kalian harus ada yang masuk ke kamar paling ujung! Barangkali kita bisa menemukan sesuatu di sana,” jawab Zayn.
79 viewsOngoingAdded to Library 3 Times as zero two
Read
+Library
Between Two Loves

Between Two Loves

Bab 52 "Halo, Brandy! Apa kabar?" Kirana tampak sumringah, berjalan mendekati Brandy. Dia begitu antusias melihat kedatangan Brandy. "Ha ... Halo! Alhamdulillah saya baik." jawab Brandy terbata sembari menyambut uluran tangan Kirana lalu melepasnya cepat. Sejenak Brandy terdiam. "Kau tidak berniat untuk tanya kabarku, Brandy?" Kirana melemparkan pertanyaan yang bagi Mera cukup mengundang tanda tanya.
1016.4K viewsCompletedAdded to Library 606 Times as zero two
Read
+Library
Thousand Years

Thousand Years

Dipetiknya satu daun dari tanaman rose vines itu, lalu ia tulis di sana sebuah kalimat. 'Aku ingin pulang. Bisakah kau membawaku kembali?' Setelah menuliskan itu, Vinia memejamkan kedua matanya. Satu detik, dua detik dan lima detik kemudian tidak terjadi apa-apa. Ia membanting pena emas itu ke lantai. Hingga menimbulkan bunyi debam nyaring saat menyentuh lantai pualam itu. Air mukanya tidak sedap dipandang.
104.8K viewsOn holdAdded to Library 180 Times as zero two
Read
+Library
Garis Dua Yang Yertunda

Garis Dua Yang Yertunda

Satu menit Dua menit Tiga menit Menit demi menit berlalu, Salma takut, namun ia juga tak bisa menahan harap. Akhirnya, ia mengambil benda kecil itu. Samar, sangat tipis di bagian garis kedua. Berkali-kali Salma mengucek mata. Ia takut berhalusinasi. Ia membawa alat itu keluar, ke arah jendela yang lebih terang. Seketika Salma terpaku. Nafasnya tertahan. Garis itu tetap sama. Garis Dua–seolah menjawab semua doa yang selama ini ia simpan di keheningan malam.
436 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as zero two
Read
+Library
Twogether

Twogether

Itu pertama kalinya Anna melihat Zeno tertawa selebar itu. “Oh ya, setelah lulus kau kemana? Aku tak pernah melihatmu di reunian,” tanya Anna. Akhirnya dia menanyakan sesuatu yang membuatnya penasaran selama ini. “Ponselmu juga tidak aktif.” “Swiss,” jawabnya singkat. “Apa? Swiss?” kening Anna berkerut. Meskipun dia sering mendengar nama negara itu. Tapi itu pertama kalinya dia bertemu langsung dengan orang yang pernah ke sana. Zenno mengangguk.
102.4K viewsCompletedAdded to Library 60 Times as zero two
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status