Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Thousand Years

Thousand Years

Keningnya mengkerut ketika mencernanya dalam otak. ”Sepertinya kepalamu itu tidak mampu memahami maksud perkataanku,” Dewa Heris menggelengkan kepalanya. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Membuat air dalam kolam ikut bergelombang, ketika udara melewatinya. Sosok wanita cantik berpakaian biru cerah menghampiri mereka. Ia adalah Dewi Hara, sang kebahagiaan.
104.7K viewsOn holdAdded to Library 98 Times as re zero kara
Read
+Library
LARA

LARA

Ia kelelahan setelah berlari begitu jauh. "Nih, minum dulu aja," ucap Patrick sambil turun dari motornya dan menyodorkan sebotol air minum kepada Sarah. Sarah kemudian meminum air minum pemberian Patrick. "Pulang bareng aku aja. Aku bawa helem dua nih," ajak Patrick sambil memberikan helm bogo warna coklat kepada Sarah. Tanpa pikir panjang. Sarah kemudian memakai helm bogo warna coklat pemberian Patrick.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as re zero kara
Read
+Library
TARO

TARO

Jelas-jelas tadi dia yang bilang kalau tidak apa-apa. Mata kami bertemu tatap. Astaghfirullah, zina mata, istighfar. Dapat kulihat dengan jelas alisnya yang begitu tebal, bola mata coklat muda, serta rahang yang kupikir sangat kokoh karena rahang itu mampu menciptakan ketegasan di wajahnya. “Baiklah. Nanti aku akan bilang pada pelayan di sini untuk meminjamkanku stop kontak. Kebetulah di mobilku ada hair dryer. Akan aku bantu untuk mengeringkan bajumu.”
2.4K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as re zero kara
Read
+Library
RD. SEIYA SEKATA

RD. SEIYA SEKATA

“Ya kamu lah, kan yang namanya Seiya Sekata cuma kamu di kantor ini.” “Namaku RD. Seiya Sekata bukan RM Saiyo Sakato, ingat itu,” Rade mengacungkan telunjuk kepada Aden. “Iya, punya nama kok mirip rumah makan Padang,” Aden mengolok. “Kalau kamu gak tau apa-apa tentang orang lain, jangan sok tau.” “Eh, Nona rumah makan, aku tau tipe cewek seperti apa kamu.” “Maksudnya?”
2.3K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as re zero kara
Read
+Library
KAKAK, I LOVE YOU

KAKAK, I LOVE YOU

Ia masih mengandalkan Korean make-up untuk wajahnya yang memang sudah cantik dan rambutnya ia cepol asal ke atas. "Are you ready?" tanya Erika. Arinda tersenyum lebar. "Yes, I am." "Oke. Good luck!" Erika menyemangati lalu pamit pulang. "Ya udah, aku pulang. Soalnya aku nggak mau jadi obat nyamuk, hahaha ..." Arinda ikut tertawa, "ya udah, pulang sana!"
1011.0K viewsCompletedAdded to Library 220 Times as re zero kara
Read
+Library
Petaka Reuni

Petaka Reuni

Ternyata hanya tersisa delapan ratus ribul Terpaut jauh dari angka lima belas juta! "Apa hanya aku selebriti yang punya saldo cuma di bawah satu juta? Sekarang bagaimana aku bisa bayar tagihan ini? L" Kirana meratap sambil menangis di kamarnya. Dia juga sempat memikirkan akibat jika tidak kunjung membayar tagihan kartunya. Dari adegan di salah satu episode sinetron yang pernah ia bintangi, debt collector akan datang menagih layaknya seorang preman. Rata-rata orang yang diperkerjakan sebagai debt collector itu bertubuh besar, bertato, dan memiliki suara lantang yang akan membuat bulu kuduk meremang.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as re zero kara
Read
+Library
Karma

Karma

Kini semuanya tidak bisa dibendung lagi. Setelah puas menangis Sharla pergi kekamar mandi untuk mencuci muka. Semuanya kembali seperti semula, sesak yang tadi memenuhi dadanya kini sudah hilang. Kini sudah bisa berpikir dengan jernih. Mungkin Vano memang sedang banyak kerjaan saja, makanya jadi lebih sensitive, pikiran positive Sharla kembali memberikan kepercayaannya kembali pulih.
1014.4K viewsCompletedAdded to Library 502 Times as re zero kara
Read
+Library
Kebangkitan Naga Perang

Kebangkitan Naga Perang

teriak Renata. Dari telapak tangannya yang bergetar halus, Renata mengerahkan seluruh sisa cadangan energi spiritual mekanis yang dia miliki. Cahaya biru-keperakan membungkus lengannya, memekik halus seperti kawat listrik yang ditarik hingga batas. “ZERO-SIGMA EXCEED,” bisiknya, seolah menyerahkan seluruh jiwanya pada satu serangan terakhir.
1029.2K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as re zero kara
Read
+Library
Kaisar Badai Petir Zera

Kaisar Badai Petir Zera

Melesatlah panah dengan kecepatan tinggi memotong yang dilaluinya. "Tsk.. Dasar telinga panjang berpikiran sempit. Ingat namaku Zera Dwargo." Zera menghunuskan pedangnya ke depan serta merubah gaya berdirinya. Ditarik pedangnya ke arah telinga kanan dan mengeluarkan mana aura bintang tujuhnya. "Serangan pemungkas langkah ketiga, Tebasan Teratai Petir Bintang Lembayung!" Melajulah Zera dengan Langkah Langit Kekacauan dan menebas serangan panah itu.
101.3K viewsCompletedAdded to Library 32 Times as re zero kara
Read
+Library
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

“Numpang meluruskan kaki sejenak setelah tadi adu mulut dengan mak lampir versi modern.” “Mas Azzam ini ada-ada saja.” Zahra tertawa kecil mendengar gurauan rekan kerjanya. Dia lalu keluar dari mobil dan berjalan masuk lebih dulu. Wanita itu sempat menyapa Rika dan Riko sebelum akhirnya berlalu menuju kamar, meletakkan bawaanya dulu dan mengambilkan minuman untuk Azzam.
1017.3K viewsOngoingAdded to Library 450 Times as re zero kara
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status