CALON MERTUAKU
“Angga juga Om yakin sama. Kalau sudah cinta dengan satu perempuan ya satu itu. Hanya saja kalian berdua terbawa perasaan terlalu jauh. Justru Om khawatir dengan kamu. Om sarankan lebih baik kamu cepat menikah. Jangan ulangi lagi dosa besar itu. Semoga saja dosa Angga diampuni. Berzinah itu bukan perkara mudah, Nora.”
“Iya, Om, maaf lagi-lagi Indah minta maaf.”
“Tapi ada dosa yang lebih besar dari berzinah, Nora. Meninggalkan sholat, dan Om sudah puluhan tahun melakukannya. Jadi ya begitulah. Apa mau dikata lagi.” Om Andi seperti memiliki trust issue dengan Alllah SWT. Ya udah aku tidak mau ikut campur. Dosaku saja banyak.
“Om, boleh tahu nama tante nggak?” Entah kenapa aku iseng bertanya.