Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terjerembap dalam Pelarian

Terjerembap dalam Pelarian

Aku turun dari jendela kamar tidur di lantai dua, dengan hati-hati turun ke taman di bawah, lalu melompat melewati pagar yang rendah. Angin bertiup kencang menerpa wajahku, dan aku hampir berteriak. Akhirnya... aku bebas lagi! Aku berlari mati-matian menyusuri jalan yang sudah kukenal. Senja mulai turun, dan cahaya lampu jalan di kejauhan menjadi satu-satunya pemanduku. Lalu, sebuah mobil hitam berdecit berhenti tepat di depanku.
3.9K viewsCompletedAdded to Library 102 Times as หนี
Read
+Library
Warisan Artefak Kuno

Warisan Artefak Kuno

Kita tunggu pada bab berikutnya. Catatan: Dodge adalah skill mengelak. Makin tinggi ketrampilan meringankan tubuh, maka point Dodge akan meningkat tinggi. Bersambung
9.8226.3K viewsCompletedAdded to Library 6.6K Times as หนี
Show Reviews (66)
Read
+Library
Jimmy Chuu
pembaca yang terhormat Mohon maaf akhir-akhir ini jumlah koin yang harus kalian habiskan sedikit banyak. Hal ini disebabkan author harus menulis kata di atas 1300 kata Karena untuk membuat bab tersebut lebih detail. jika di bawah 1300kata, takutnya Pesan yang ingin disampaikan tidak bisa ditangkap
Embunayu
Thor.. ijin promosi. ikuti dan baca novel eksklusif pertama saya yang berjudul "Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api" mengisahkan seorang anak sulung raja yang ditindas karena kelemahannya dan diusir karena ketidak mampuannya untuk menjadi putera mahkota. hidup dalam intrik dan kisah cinta unik.
Read All Reviews
Muda dan Liar

Muda dan Liar

Aku pun menoleh sekilas kearah pria botak yang memakai seragam Guru itu dan entah bagaimana, Nicky sudah tidak ada lagi disampingku. “Lari!!!” teriak Nicky dari kejauhan. Sial, pria itu melarikan diri lebih dulu. Mau tak mau aku segera berlari menyusulnya. Saat itu, jantungku berdebar kencang sekali, pikiranku bahkan terpecah kemana-mana. Yang kuharapkan hanya satu, bahwa aku tidak tertangkap oleh Guru tadi. “Hosh … hosh ….”
3.9K viewsOngoingAdded to Library 155 Times as หนี
Read
+Library
YOU

YOU

Balas Keyara Lalu Keyara dan yang lainnya berjalan menuju tangga untuk turun. Sementara Aluna mengambil ransel hitam yang biasa ia pakai berkuliah, kemudian gadis itu berdiri dan menatap sekelilingnya sebelum turun ke bawah menyusul ketiga sahabatnya. “Yuk gais, pulang.” Ajak Aluna pada Nasyika, Fahrunisa dan Keyara yang sudah menunggu di pelataran masjid.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as หนี
Read
+Library
Mengejar Mentari

Mengejar Mentari

“Ada apa ? Kelihatannya kau sedang ketakutan?’ Dzi mengangguk. Ia sama sekali tidak tahu harus berkata memulai darimana.” “apa yang terjadi? Ceritakanlah!” Dzi menarik nafas dalam. Ia pandang Amira. “aku sedang dikejar orang, Mir.” “Siapa?” “Entahlah. Aku tidak mengenalnya. Hanya beberapa kali bertemu tapi dia sudah membuatku takut.” “Kau melakukan kesalahan apa sehingga kau harus berlari ketakutan seperti ini?” “Aku tidak melakukan kesalahan ap . . . “
108.9K viewsCompletedAdded to Library 214 Times as หนี
Read
+Library
LEAK

LEAK

teriak salah satu dari mereka. Dengan cepat Arjuna berlari dan melompat meninggalkan taman tersebut. Menyelinap di antara pepohonan yang ada di sekitar sana. Tanpa memperdulikan dua orang berseragam satpam yang baru saja tiba sambil terus menyenteri sekeliling taman. "Pasti yang tadi itu leak. Tidak mungkin manusia biasa. Karena cepat sekali menghilangnya."
103.8K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as หนี
Read
+Library
Menyerah

Menyerah

Bersambung . Ngantuk Besti
1018.1K viewsCompletedAdded to Library 544 Times as หนี
Read
+Library
FLOWIE

FLOWIE

batin Flowie saat berlari ke arah berlawanan dengan arah dia memasuki taman tadi. Dia tidak terlalu tahu daerah di sini, yang ada dibenaknya hanyalah kabur karena dia perlu keluar. Dia perlu berlindung. Seandainya ada polisi yang lalu lalang, dia pasti akan berteriak minta tolong. Flowie terus berlari tak memperdulikan sakit yang diakibatkan lecet di kedua kakinya. Kini dia berhasil keluar dari taman itu dan masih berlari mengikuti jalan. Jalan yang ternyata cukup panjang. "Tahu begini aku ambil arah jalan pulang," batin Flowie sedikit menyesali kebodohannya yang asal kabur saja tanpa tahu arah.
105.8K viewsCompletedAdded to Library 151 Times as หนี
Read
+Library
Setelah Melepasmu Pergi

Setelah Melepasmu Pergi

Siapapun yang melihat pasti tahu bahwa dia wanita berada. "Apa tidak ada solusi lain, Mas? Kita kawin lari saja!" rengekku masih belum bisa menerima kenyataan. "Tidak, Sayang. Uang itu jumlahnya besar. Dibayar pun butuh bertahun-tahun untuk menabung dan Pak Hartono pasti tidak membiarkanku pergi begitu saja." "Kita kabur, Mas. Sembunyi-sembunyi biar mereka ngga tahu kita pergi."
1018.7K viewsCompletedAdded to Library 746 Times as หนี
Read
+Library
PREV
1234567

Frequently Asked Questions

Mencoba keluar dari zona nyaman itu seperti belajar naik sepeda tanpa roda bantu—seram tapi bikin ketagihan. Awalnya selalu terasa canggung, bahkan mungkin sedikit menakutkan, tapi begitu mulai terbiasa, rasanya seperti menemukan dunia baru. Salah satu cara paling efektif yang pernah kupraktikkan adalah dengan menetapkan 'tantangan kecil harian'. Misalnya, jika biasanya aku menghindari situasi sosial, aku akan memaksa diri untuk menyapa satu orang asing setiap hari. Tidak perlu langsung jadi pusat perhatian di pesta, cukup mulai dari hal sederhana seperti memesan kopi dengan varian rasa baru atau mengambil rute berbeda ke kantor.

Hal lain yang membantu adalah mengubah pola pikir tentang kegagalan. Dulu, aku sering terjebak dalam pikiran 'nanti gagal lagi, deh' sebelum mencoba sesuatu. Tapi setelah menyadari bahwa bahkan salah satu episode 'BoJack Horseman' bilang 'setiap hari lebih mudah', aku mulai melihat ketidaknyamanan sebagai batu loncatan. Ketika mencoba stand-up comedy open mic pertama kali dan materi jokes-ku jatuh flat, justru itu yang bikin aku belajar improvisasi. Sekarang malah jadi bahan cerita lucu buat teman-teman.

Membangun sistem pendukung juga crucial. Aku punya grup kecil di Discord tempat kita saling melaporkan pencapaian 'keluar zona nyaman' mingguan—entah itu audition untuk peran teater atau sekadar memakai baju warna mencolok. Komunitas seperti r/DecidingToBeBetter di Reddit juga sering memberikan perspektif segar. Observasi menarik: kebanyakan orang di luar sana sebenarnya sama gugupnya, mereka hanya sudah terbiasa tampil confident.

Teknik favoritku adalah metode '5 detik' dari Mel Robbins. Ketika ada opportunity di depan mata—entah itu ajakan presentasi atau workshop gratis—aku langsung menghitung mundur dari 5 lalu mengambil action sebelum otak sempat memprotes. Begitu mengambil langkah pertama, momentum biasanya membawa sisanya. Seperti waktu nekat ikut lomba menulis padahal background-ku teknik, yang akhirnya malah membuka jaringan kreatif tak terduga.

Yang paling kusadari belakangan? Zona nyaman itu sebenarnya ilusi. Dulu kupikir comfort zone-ku adalah membaca manhwa sendirian di kamar, sampai suatu hari teman mengajak ke komik fest dan ternyata diskusi tentang 'Tower of God' dengan stranger itu justru memberi energi berbeda. Sekarang malah sering hunting event semacam itu. Rasanya seperti upgrade versi diri sendiri—masih inti yang sama, tapi dengan lebih banyak fitur.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status