LOGIN" หนูไม่เคยเจอใครโรคจิตเท่าคุณเลย หนูเกลียดคุณ!! " " หรอ? ฉันก็ยังไม่เคยเจอใครน่าแกล้งเท่าเธอเหมือนกัน สนุกดี!! " เขาที่คิดว่าถือไพ่เหนือกว่ามาตลอด Noสน Noแคร์ พอเธอหงายการ์ดใบสุดท้ายเท่านั้น สเตรทฟลัช!!!
View More“Kenapa Mas Amar sampai sekarang belum pulang juga?” keluh Rania seorang diri.
Wanita itu berjalan dengan resah di dalam kamarnya. Ia sudah tidak sabar menanti kedatangan suaminya. Selesai mempersiapkan segalanya, Rania sengaja memakai sebuah pakaian tipis nan seksi atas rekomendasi dari sahabatnya. Ia juga menggunakan parfum dengan aroma yang sangat menggoda. Wanita itu ingin memberikan kejutan kepada sang suami di hari ulang tahun pernikahan mereka yang ketiga tahun. Ia juga sudah mengirimkan sebuah pesan untuk Amar agar pulang cepat malam ini. Rania berusaha menenangkan perasaannya. Ia mulai bercermin kembali dan menambah sedikit lipstik merah terang pada bibirnya. Kemudian mengurai rambut panjangnya. Untuk kesekian kali Rania mengecek ponselnya. Namun tetap saja tidak ada balasan pesan dari Amar meski pesan tersebut telah berwarna biru bertanda centang dua. “Apakah mungkin Mas Amar masih sibuk di kantornya? Sampai-sampai tidak sempat membalas pesanku.” Rania berusaha tetap setia menanti kepulangan sang suami hingga ia tidak bisa lagi menahan rasa kantuk yang menyerangnya. Karena Amar tak kunjung datang, Rania sampai ketiduran. Hingga tiba-tiba wanita itu bisa merasakan saat pintu kamar dibuka dengan sedikit keras. Rania yakin jika yang datang adalah suaminya dan sesaat kemudian lampu kamar mati saat pintu kamar tertutup kembali. Detik berikutnya Rania dapat merasakan seseorang naik ke atas ranjang, kemudian memeluk tubuhnya dari belakang. Wanita itu yakin jika lelaki tersebut adalah suaminya. Sampai akhirnya Rania tidak bisa menahan diri lagi. Ia segera memutar tubuhnya. Bau alkohol menyeruak memenuhi indera penciuman milik Rania. Namun ia tak menghiraukannya lagi. Wanita itu hanya bisa pasrah saat lelaki yang berada di atasnya mulai melucuti pakaiannya dengan agresif. “Aku mencintaimu, Sayang.” ** Sinar mentari pagi membangunkan Rania yang masih enggan beranjak dari tempat tidurnya. Ia terbangun dalam suasana hati yang sangat bahagia. Tadi malam wanita itu merasakan malam terindah yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Rania menggeliatkan tubuhnya. Kemudian menoleh ke samping kiri. Seorang lelaki masih tertidur lelap di tempatnya. Namun Rania merasa syok saat mengetahui jika lelaki yang tidur bersamanya bukanlah Amar. “Aaaaaaa....!!!” Rania berteriak kencang hingga lelaki di sampingnya terbangun dan menggeliatkan tubuhnya dengan malas. “Ada apa, Sayang? Kenapa berteriak seperti itu?” tanya Rafka dengan suara beratnya. Ia masih belum sadar siapa wanita yang telah menghabiskan sepanjang malam dengannya. “Aku ini Rania, Rafka! Aku kakak iparmu!” jawab Rania dengan emosi yang meluap. “Apa? Rania?” Rafka membelalakkan kedua matanya. Ia benar-benar tidak tahu jika tadi malam telah salah masuk kamar. Lelaki tampan itu mengusap wajahnya dengan kasar. Tadi malam ia dalam keadaan mabuk ketika memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Rafka mengira jika ia masuk ke dalam kamarnya sendiri yang tidak terkunci. “Aku minta maaf, Ran. Aku benar-benar tidak sadar tadi malam.” Karena tadi malam Rafka benar-benar dalam keadaan mabuk, sehingga ia tidak sadar sudah masuk ke kamar yang saat ini ditempati oleh kakak iparnya. “Sejak kapan kamu ada di Indonesia, Rafka? Kenapa tidak bilang-bilang dulu? Aku bisa siapkan semuanya.” Rania mengalihkan percakapan mereka, karena kini ia merasa canggung berbicara dengan Rafka. “Sorry. Aku sedang banyak masalah hingga memutuskan untuk pulang. Dan tadi malam pintu kamar tidak dikunci jadi aku langsung masuk saja. Bukankah ini kamarku?” Rafka mengedarkan pandangannya. Berusaha memastikan kembali bahwa ia tidak salah masuk kamar. “Ini memang kamar kamu, Rafka. Tetapi hampir setengah tahun ini aku dan kakakmu yang menempatinya karena aku pikir kamu tidak pulang dalam waktu yang lama. Aku tidak menyangka akan seperti ini jadinya.” Rania menangis sesenggukan. Ia takut jika suaminya tahu bahwa dia telah tidur dengan lelaki yang tak lain adalah adiknya sendiri. “Tolong, jangan menangis Rania. Kamu tenang dulu.” “Aku takut jika Mas Amar tahu perbuatan kita. Aku tidak mau diceraikan, Rafka! Bagaimana aku bisa tenang?” Rania semakin terbawa emosi. Rafka jadi serba salah. Ia pun tidak menginginkan hal itu terjadi. Ia masih cukup waras untuk tidak merebut istri abangnya sendiri. “Aku pastikan rahasia ini akan aman. Kita lupakan peristiwa tadi malam. Anggap tidak pernah terjadi apa-apa di antara kita dan aku tidak akan bilang apapun kepada Mas Amar.” Rania terdiam cukup lama. Ia mulai merasa tenang. Wanita itu bisa melihat sebuah kesungguhan pada diri Rafka. Adik iparnya tersebut adalah seorang lelaki yang baik. Bahkan rela memberikan tumpangan rumah untuk mereka tempati sampai kapanpun. “Terima kasih, Rafka. Aku harap kamu bisa menepati janjimu.” “Baiklah aku harus mandi. Di mana kamarku?” tanyanya kemudian. “Kamu mandi di sini saja. Aku akan membersihkan dan merapikan kamar sebelah.” Setelah Rafka masuk ke dalam kamar mandi, Rania segera memakai bajunya yang terlempar kemana-mana. Ia jadi teringat akan keganasan mereka tadi malam. Wanita itu geleng-geleng kepala sendiri. Mencoba melupakan semua yang terjadi. Rania memilih untuk membersihkan diri di kamar mandi yang berada di dekat dapur. Setelah itu ia masuk ke kamar yang lain untuk merapikannya. “Nah, sudah beres. Aku sudah mengganti sprei-nya dengan yang baru.” Detik berikutnya terdengar pintu tengah terbuka. Menampilkan sosok adik ipar yang hanya mengenakan penutup di bagian pinggangnya. Sebagian air dari rambutnya yang basah mengalir hingga ke dada bidangnya. Perut sixpack memenuhi pandangan Rania saat ini. Ia terdiam dan terpana akan keindahan tubuh lelaki di depannya. “Ada apa, Ran? Ada yang salah?” tanya Rafka seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Ia berjalan mendekati Rania yang masih kesulitan untuk menjawab pertanyaannya. “A—aku harus pergi.” Dengan langkah cepat Rania berusaha menghindar dari Rafka. Namun sesuatu hal buruk terjadi kepadanya. Ia hilang keseimbangan dan terjatuh menimpa Rafka yang berusaha menolongnya.เวกัสพาคนตัวเล็กมาที่ห้องน้ำพร้อมกับวางเธอลงที่อ่างอาบน้ำที่มีน้ำเต็มอ่าง อีกทั้งเมื่อมองไปรอบๆบริเวณมันกลับเป็นกระจกใสที่สามารถมองออกไปเห็นวิวทะเลที่แสนโรแมนติกอีกด้วย ณ ตอนนี้มันเปิดออกกว้างจนทำให้สายขิมเบิกตากว้างด้วยความตกใจแม้ตอนนี้จะเป็นตอนกลางคืนแต่เธอก็อายเป็นนะ" พี่เวย์ไม่ปิดม่านก่อนหรอคะ เดี๋ยวคนอื่นก็เห็นเราหมดหรอก อายเขาแย่ " ร่างเล็กบอกออกไปด้วยหัวใจที่เต้นถี่แรงเพราะกลัวว่าจะมีคนมองมาและเห็นพวกเธอสองคนทำอะไรแบบนี้กัน แม้ว่ามองออกไปจะไม่เจอใครเลยก็ตาม" ไม่เห็นหรอกครับที่รัก พี่ไม่มีทางให้ใครได้เห็นเรือนร่างสวยงามของหนูได้เป็นอันขาด กระจกนี่แม้ว่าเราจะมองออกไปแล้วมันจะใสแต่คนข้างนอกมองเข้ามาไม่เห็นแน่นอน "" พี่รู้ได้ยังไงคะ " เขมิกาถามออกไปเขาและเธอก็มาถึงพร้อมกันไม่ใช่หรือ เขาไปเอาความรู้เรื่องพวกนี้มาจากไหน" ไอ้วินซ์มันเป็นคนจองห้องพักที่นี่มันบอกพี่มาอีกที มันบอกว่าเผื่อว่าพี่อยากปั๊มน้องให้เจ้า 4 ก้อนนั่น " เวกัสพูดออกไปอย่างเจ้าเล่ห์ น้องชายของเขาบอกมาแบบนี้จริงๆตอนที่กำลังปาร์ตี้กันอยู่มันบอกว่าเลือกที่นี่ให้กับเขาโดยเฉพาะ ช่างเป็นน้องชายที่รู้ใจพ
5 ปีผ่านไป ไวต้ากับแวมไพร์ตอนนี้ได้ 5 ขวบแล้วอีกทั้งยังมีน้องอีกตั้ง 2 คนซึ่งเขาก็ได้ลูกสาวเพิ่มมาอีก 2 คนแต่ไม่ใช่แฝดชื่ิอว่า วิวาห์กับเวนิส ซึ่งคลานตามเจ้าไว้ต้ากับแวมไพร์มาติดๆแบบปีต่อปี หลังจากนั้นเขาก็ปิดอู่ในทันทีเพราะภรรยาไม่สามารถมีให้เขาได้อีกแล้ว คำแนะนำของคุณหมอคือควรปิดอู่ไว้เท่านี้เพื่อความปลอดภัย" เด็กๆอย่าวิ่งเร็วนักสิลูก " สายขิมปรามลูกชายวัย 5 ขวบทั้งสองคนที่ตอนนี้เริ่มโตแล้วอีกทั้งยังพาน้องๆวัย 3 ขวบและ 2 ขวบวิ่งไปที่รถตู้คันใหญ่ ด้วยความตื่นเต้นที่จะได้ไปเที่ยวทะเล" ค่าบ / ค่ะ คุณแม่ " เด็กๆรับปากแต่ถึงอย่างนั้นก็ยังวิ่งกันจ้าละหวั่นอยู่ดี จนเกือบจะถึงรถตู้คันหรูเวนิสน้องคนสุดท้องก็สะดุดล้มจนได้" ...แง้....น้องเวนิสเจ็บ คุณพ่อขา.....แง้....อึก! " เวนิสลูกสาวคนเล็กของเธอที่ดูจะเอาแต่ใจกว่าใครเพราะด้วยความที่เป็นลูกคนเล็กร้องโวยวายออกมาทั้งๆที่ล้มแค่นิดเดียวเท่านั้น แต่เวกัสคนเป็นพ่อก็รีบเข้าชาร์จถึงตัวลูกสาวทันที" โอ๋ๆ ไม่เป็นไรแล้วนะครับลูกรัก ไหนเจ็บตรงไหนบอกพ่อซิ " เวกัสรีบวิ่งเข้ามาอุ้มลูกสาวทันที ลูกสาวคนเล็กเขาหวงอย่างกับอะไรดี ชนิดที่ว่
เวกัสพาสายขิมกลับมาเมืองไทยด้วยกัน หลังจากที่เขาปรับความเข้าใจกับเธออยู่เป็นสัปดาห์ จริงๆก็เข้าใจตั้งแต่วันแรกนั่นแหละแต่เขาอยากอยู่พาเธอเที่ยวเสียก่อน เมื่อกลับมาถึงเมืองไทยก็เจอกับครอบครัวของเขาและครอบครัวของเธอที่นั่งรอกันอยู่ก่อนแล้ว โดยที่เจ้าไวซ์ที่เพิ่งกลับมาจากถ่ายละครอยู่ต่างจังหวัดแวะรับเขากับภรรยาที่สนามบิน" มากันแล้วหรอลูก ไหนเป็นยังไงบ้างลูกสะใภ้ของมัม ดูสิหน้าท้องนูนออกมาหมดแล้ว 5 เดือนแล้วใช่ไหมลูก " มาร์กี้ถามออกไปอย่างเอ็นดู หลังจากที่รีบลุกขึ้นมารับลูกสะใภ้ของตัวเองประคองมานั่งบนโซฟาตัวหรู" 5 เดือนแล้วค่ะคุณแม่ เจ้าก้อนแฝดโตเร็วมากๆเลยค่ะ " สายขิมพูดออกไปพร้อมกับลงไปนั่งที่โซฟาและยกมือขึ้นสวัสดีทักทายทุกคนในห้อง รวมไปถึงน้องของเขาทุกคนด้วยที่เป็นรุ่นพี่ของเธอทั้งหมด" คราวนี้พี่เวย์ได้กลายเป็นคุณพ่อลูกดกจริงๆแล้วนะครับมีทีเดียวก็เบิ้ลเลย " เวียร์พูดออกมาอย่างล้อเลียน พลันนึกถึงตอนนั้นพี่ชายของเขาคัดค้านหัวชนฝาจนถึงขั้นคิดแผนการจะทำยังไงก็ได้ไม่ให้พี่สะใภ้ของเขารู้สึกดีตั้งแต่แรกเจอ ลงทุนตัดผมสุดเกรียน ทั้งเปลี่ยนการแต่งตัวให้ดูทรงเสี่ย พอมาดูตอนนี้ส
เวกัสบดจูบอย่างหนักหน่วงด้วยความคิดถึงมาตลอดหลายเดือนที่ผ่านมา ความคิดถึงนี้ส่งผ่านไปยังอ้อมกอดและการจูบอย่างเร่าร้อนทั้งหมดส่งไปให้เธอ เขาลูบไล้ไปตามเรือนร่างที่ดูจะมีน้ำมีนวลขึ้นมามากพร้อมกับมือหนาที่มาหยุดอยู่ตรงที่หน้าท้องนูนเด่นของเธอพร้อมกับลูบไล้ไปมา และพึมพำในใจว่าท้องของเธอใหญ่มากจริงๆ มือหนากระตุกปมผ้าขนหนูออกอย่างรวดเร็วทำให้ตอนนี้เธอร่างกายเปลือยเปล่าต่อหน้าเขา เขาละจูบออกมาพร้อมกับสบตากับคนตัวเล็กนิ่งๆ และมอบรอยยิ้มชนิดที่ว่าหวานมากขนาดนี้มีแค่เธอที่ได้เห็น" คิดถึงมากรู้ไหม " เวกัสที่ไม่คิดว่าชีวิตนี้จะบอกคิดถึงผู้หญิงคนไหนก็พูดออกมาตรงๆ ไม่มีเหตุผลอะไรที่เขาจะต้องกักเก็บมันเอาไว้อีก ช่วงเวลาที่ผ่านมาเขาทำผิดพลาดไปหลายอย่างแล้ว กว่าจะแก้ไขทุกอย่างให้เสร็จสิ้นเขาก็รู้สึกผิดอยู่ไม่น้อยที่ต้องมาเจอเมียของตัวเองในสภาพแบบนี้แทนที่เขาจะดูแลเธอได้อย่างดีแต่แรกแต่มันกลับไม่ใช่ สายขิมไม่กล้าจะบอกความในใจของตัวเองออกไปว่าเธอก็คิดถึงเขามากเช่นกัน เพราะเรื่องราวทุกอย่างมันยังไม่กระจ่าง เขามีคนของเขาอยู่แล้วแต่หัวใจของเธอมันก็ไม่รักดีเพียงแค่เขาเข้ามาใกล้เธอก็โอนอ่อนต