Mag-log inเมื่อความรักมันต้องพังลง 'เพราะตัวของเธอเอง' 'เธอ' ถึงต้องยอม 'เขา' อยู่ร่ำไป แต่ใครจะรู้ว่า เหตุผลที่ต้องเลิกกันนั้นมันไม่ใช่ 'เธอ' แต่มันเป็นใครอื่นที่เธอเรียกว่า 'เพื่อน...' ---------------------- แม้ภายในใจจะบอบช้ำเพียงใดกับการปฏิเสธของเขา แต่เธอก็พยายามที่จะยิ้มออกมา เรียวแขนเล็กค่อย ๆ คลายออกจากลำคอแกร่งก่อนที่เธอจะเงยหน้าขึ้นสบสายตากับดวงตาคมที่มองหน้าเธอไม่ละสายตาเช่นเดียวกัน “เวลาเหนือมีอะไรกับเฌอรีน เหนือป้องกันหรือเปล่า” เสียงเล็ก ๆ ของเธอมันทำให้เขาหงุดหงิด พระพายจับชายเสื้อยืดของตัวเองก่อนจะถอดออกอย่างอ้อยอิ่ง “กลัว? กูต่างหากที่ต้องกลัว” “พายไม่ได้ทำอะไรกับใครมาเหมือนเหนือสักหน่อย” เธอพูดเสียงเบา ๆ พร้อมกับฝ่ามือบางที่ยกขึ้นปลดตะขอบราเซียร์สีหวานออก มีผลให้หน้าอกอวบอิ่มเกินขนาดดีดเด้งออกตามแรงโน้มถ่วงทันที พรึ่บ! พระพายยกฝ่ามือขึ้นกอบกุมความอวบอิ่มนั้นไว้ในอุ้งมือเมื่อถูกสายตาคมหลุดโฟกัสมองมันอย่างลืมตัว หมับ! “อ๊ะ!”
view moreSebelum Berpisah
- Pernikahan yang Diatur "Mas, kenapa berkeliaran nggak pakai baju." Spontan Elvira membalikkan badan menghadap tembok. "Kenapa? Salah, ya. Aku hanya nggak pakai baju. Bukan nggak pakai celana." "Iya, tapi ...." "Aku di dalam rumahku sendiri, Elvira." "Iya, iya. Aku tahu ini rumahmu. Aku cuman numpang di sini. Nyebelin banget, sih." Perempuan bernama Elvira jengkel. "Lagian kamu kan istriku, ngapain juga senewen gitu." "Istri?." "Oke, kamu ingin menjadi istri yang sebenarnya." "Stop!" Elvira memekik saat merasakan kalau suaminya menghampiri. "Aku mau kerja." Tergesa wanita yang memakai bergo warna peach itu masuk ke kamar dan menguncinya. Baru dua bulan saja rasanya seperti ini. Bagaimana untuk seterusnya. Pernikahan mereka sah di mata agama dan hukum negara. Keluarga, rekan kerja, teman, dan orang-orang di luar sana tahunya mereka seperti pasangan pada umumnya. Padahal hidup sendiri-sendiri. Pernikahan macam apa ini. Apakah setiap orang yang dijodohkan juga menjalani rumah tangga konyol seperti ini? Karena itulah alasan Elvira menentang perjodohan. Elvira kembali sibuk dengan kertas-kertas dihadapannya. Sebagian sudah ada coretan membentuk sebuah pola. Dia memang desainer baju muslimah. Yang bekerja pada sebuah perusahaan. Hausnya. Diurut pelan leher yang sejak tadi kehausan. Dia keluar hendak mengambil air minum. Eh, malah melihat Hendy bertelanjang dada. Laki-laki itu memang tidak ada malu-malunya. Eh, ngapain malu. Ini rumah dia, kan? Kamu hanya penumpang, El. Gerah sekali cuaca malam itu. Mana AC di ruangannya rusak. Elvira memakai kembali bergonya yang tadi di lepas. Dia sudah tidak tahan dan ingin segera minum. Perlahan dibukanya pintu dan mengintip keluar. Lampu utama sudah dimatikan. Hanya lampu malam kekuningan yang menjadi penerang. Menjadikan ruangan itu remang-remang. Lega. Hendy pasti sudah masuk kamar. Elvira melangkah ke ruang makan sambil melepaskan bergonya. Dia duduk sambil menikmati segelas air putih. Selesai langsung buru-buru kembali ke kamar sambil membawa sebotol air. Malam ini harus lembur menyelesaikan desainnya. Wanita itu berjingkat kaget saat mendengar benda jatuh dipojok ruangan. Ternyata Hendy masih duduk di sana. Buru-buru Elvira memakai kembali bergonya dan masuk kamar. Rupanya sang suami belum tidur. Kenapa saat keluar tadi, dia tidak menyadari kalau Hendy ada di sana. Ah, Elvira tidak bisa konsentrasi lagi. Capek. Idenya buntu. Entahlah. Mungkin karena sekarang keseringan melihat Hendy tidak memakai baju. Ish, El. Ngelantur kamu ya. Bukankah kamu tidak tertarik sama dia? Elvira menatap langit-langit kamar. Ingat kejadian beberapa hari sebelum pernikahan. "Kamu cari masalah, Elvira. Pernikahanmu tinggal seminggu lagi dan sekarang kamu mau kabur? Jangan gila, deh. Kamu akan mempermalukan keluarga kita." Hasna terlihat marah sekaligus kebingungan melihat adik iparnya mengemas baju ke dalam ransel. "Aku sudah nolak, tapi ayah memaksa. Mengancam ini itu dan akhirnya membuatku pasrah. Tapi aku nggak bisa nikah sama dia." "Hei, dia bukan pria buruk rupa. Dia dokter anastesi, kamu tahu!" "Nggak peduli aku, Mbak. Seumur hidup itu lama. Aku nggak tahu banyak siapa Hendy." "Tolong deh, jangan kabur. Aku harus jawab apa kalau ayah tanya, Mas Arman tanya. Aku yang bersamamu sekarang." Hasna panik bukan main sampai netranya berkaca-kaca. Melihat sang kakak ipar kebingungan, Elvira duduk di tepi pembaringan. Hasna sudah seperti ibu baginya. Sang ibu meninggal saat Elvira masih kelas lima SD. "Baiklah!" jawabnya pelan. Namun keesokan harinya, rumah Pak Azman heboh. Elvira benar-benar kabur disaat persiapan pernikahannya sedang dibuat. Keluarga kebingungan. "Kamu gila, El. Pakai acara kabur segala. Bolak-balik aku di telepon sama kakak-kakakmu. Kalau mereka tahu kamu di kosanku, habis aku, El." Ranti, sahabatnya ikut panik. "Mereka pasti nggak percaya kalau aku bilang nggak tahu. Kamu akan mempermalukan keluargamu. Kamu nggak kasihan sama ayahmu?" "Ayahku, Mas Arman, selalu memaksakan kehendak mereka." Elvira menunduk sedih. "Mereka yang menyebabkan aku putus dari Rizal, Ran." "Tapi bukan begini caranya. Harusnya sejak awal kamu kekeh menolak. Kamu nggak mikir karirmu apa. Orang pada susah nyari kerja, kamu malah kabur. Mbak Angel juga neleponin aku nanyain kamu di mana? Terus aku mau jawab apa." Hening. Hingga dering ponsel Ranty memecah kebisuan. "Nah, lihat nih. Mas Arman nelepon aku lagi." Ranty menghela napas panjang. "Nggak usah dijawab, Ran." "Nggak usah dijawab gimana. Sudah dua kali aku abaikan teleponnya hari ini. Bentar mau kuangkat." Ranty mepet ke tembok, tepat disebelah sahabatnya. Menjawab panggilan dengan mengaktifkan loud speaker. "Hallo, assalamualaikum, Mas Arman." "Waalaikumsalam. Ini Mbak Hasna, Ran." "Oh, iya, Mbak." "Kamu belum dapat kabarnya El?" "Belum, Mbak." "Ya ampun. Ke mana anak itu perginya. Tinggal empat hari lagi dia nikah, Ran. Kalau dia nggak mau pulang, mau ditaruh mana muka keluarga. Tega banget sih Elvira. Mbak yang ditekan terus sama Mas Arman." Hasna bicara sambil menangis. "Apa keluarga dokter Hendy sudah tahu, Mbak?" "Belum. Tapi ayah bilang, kalau besok El nggak ditemukan, lusa kami sekeluarga akan ke rumah Pak Bakti untuk membatalkan pernikahan. Mbak nggak bisa bayangin apa yang akan terjadi lusa. Ya udah, Ran. Kalau ada kabar tentang Elvira, kasih tahu ke Mbak saja. Jangan ke Mas Arman. Biar Mbak yang nyamperin El dulu. Mbak takut kalau Mas Arman akan mengamuk sama dia." "I-iya, Mbak," jawab Ranty gugup. "Assalamualaikum." "Waalaikumsalam." "Apa kamu nggak kasihan sama Mbak Hasna, El. Dia itu cuman ipar, tapi sayang banget sama kamu." Ranty menghela nafas berat. "Entahlah, aku nggak tahu mau ngomong apalagi." Gadis itu berbaring di ranjang dan menarik selimut. "Baiklah, aku akan pulang." Elvira bicara setelah diam cukup lama. "Pulanglah, El. Sebelum keluarga calon suamimu tahu kalau kamu minggat dari rumah. Kamu harus jaga nama baik keluargamu." Ranty ikut lega dengan keputusan sahabatnya. Meski itu sangat terpaksa. Dan malam itu, Elvira pulang ke rumah naik taksi. Kalau tidak dilindungi oleh Hasna dan Amar, Elvira sudah dihajar oleh Arman. Tiga hari kemudian pernikahan megah dilaksanakan. Elvira harus dipaksa tersenyum untuk menunjukkan kalau dirinya bahagia. Sekarang, di sinilah dia berada. Menjadi istri dari dr. Hendy Zain Brawijaya, Sp.An. Lelaki dengan tinggi badan di atas rata-rata, yang irit bicara tapi sangat menyebalkan. Dokter yang terkandang masih sempat merokok meski sangat jarang. Elvira menghela napas panjang. Kemudian menajamkan pendengaran saat ada suara pintu depan di buka. Dia tidak heran lagi selama dua bulan ini. Sebagai dokter anestesi, Hendy memang terkadang pergi ke rumah sakit tengah malam kalau ada pasien gawat darurat yang harus dioperasi segera. Sebab dia merupakan bagian dari tim bedah yang bekerjasama dengan dokter bedah dan perawat. "Hati-hati aja, El. Lengah dikit bisa nggak sadar kamu karena dibius oleh suamimu." Candaan Ranty terkadang membuat Elvira bergidik. Walaupun itu tidak mungkin dilakukan oleh Hendy. Untuk apa juga, lelaki itu tidak menunjukkan ketertarikan terhadapnya. Benar saja, Hendy pasti pergi ke rumah sakit. Elvira mendengar mobilnya yang meninggalkan garasi. Mereka dari dunia yang berbeda, tapi terjebak dalam pernikahan yang diatur keluarga. Baru saja Elvira memejam. Ponselnya berdering. Rizal menelepon? Next .... Selamat datang dikisahnya Elvira, manteman. Jangan lupa tap ❤️ ya. Selamat Membaca 🥰~ความในใจจากนักเขียน~สวัสดีค่ะ พออ่านถึงตอนนี้ทุกคนคงอ่านจบกันแล้วชะม้า~ เลซี่ใจหายมากที่เรื่องนี้จบลง คือแบบรู้สึกผูกพันกับตัวละครทุกตัวเลย เป็นเรื่องที่ร้องไห้บ่อยมาก เขียนไปร้องไห้ไปหลายฉากหลายตอน หวังว่าทุกคนจะมีความสุขไปกับน้ำเหนือและพระพายนะคะบางคนอาจจะคิดว่านางเอกมีความสุขแค่นิดเดียวนอกนั้น
“กว่าจะพูดได้” น้ำเหนือขยับขาให้กว้างขึ้น เพียงพอต่อใบหน้าของฉันที่จะสามารถแนบอยู่บนหน้าอกข้างซ้ายของเขาได้ เรากอดกันอยู่อย่างนั้นท่ามกลางดอกซากุระสีชมพูที่บานท่ามกลางหิมะสีขาวที่ตกลงมาฉันไม่รู้หรอกนะว่าหลังจากนี้ระหว่างเราสองคนจะเป็นยังไง ความทุกข์ใจที่เคยเข้ามามันเหมือนเป็นบทพิสูจน์รักของเราสองคน
“อ๊ะ เหนือ” ฉันกระตุกเกร็งในกับจังหวะนิ้วของเขา และจังหวะที่ฉันกำลังกระตุกเกร็งอย่างหนักอยู่นั้นเข้าก็กดสะโพกของฉันลงใส่แก่นกายขนาดใหญ่ของเขาที่มันผงาดตั้งตระหง่านอยู่เมื่อสักครู่ปึก!“อ๊า อื้ออ”“ซี๊ดด โครตแน่น” น้ำเหนือสบถออกมาหลายต่อหลายคำสารพัดคำหยาบคาย เขาว่ากันว่าถ้าท้องแล้วช่องทางรักมันมักจะ
~บทส่งท้าย~อาทิตย์ต่อมา...@ประเทศญี่ปุ่น“เหนือ ~ ตื่นได้แล้วพายอยากออกไปข้างนอก” ผมทำเป็นไม่ได้ยิน เพียงแค่กระชับผ้าห่มให้สองเราแน่นขึ้น มันหนาวอ่ะครับ ผมไม่ได้อยากขัดใจเธอหรอก แต่สุขภาพต้องมาก่อน พระพายเธอแค่ตื่นเต้น เชื่อเถอะพอออกไปนอกบ้านพักเธอก็อยากกลับเข้ามาแล้ว เพราะวันนี้หิมะตกหนัก “เหนือ
“เหนือเป็นผู้ชาย...คนแรกของฉัน ฉันคิดว่าเขาน่าจะดีใจที่ฉันไม่เคยผ่านมือใครมาก่อน แต่ไม่เลย เหนือไม่ได้รู้สึกอะไรเลย ฮึก...” แต่แล้วเสียงสะอื้นของเฌอรีนก็ดังขึ้น “ฉันอยากอยู่กับเขา แม้ฉันจะรู้ว่าเขากับเธออยู่ด้วยกันตลอด แต่ฉันก็ยังหวังว่าสักหนึ่งนาทีที่เขาจะมาหาฉัน” “เฌอ ฮืออ มันยังมีคนอีกมากที่เขา
~Chapter 32~ก่อนหน้านี้..@Sky house พรึ่บ!“จะไปไหนวะ” อยู่ ๆน้ำเหนือก็ลุกพรวดขึ้น อดไม่ได้ที่วาโยจะเอ่ยถาม “เข้าห้องแป๊บ”“อย่าบอกนะว่าจะไปนอน มึงลองนอนดิ มึงก็รู้ว่าไอ้ห่าพอตมันคุยไม่รู้เรื่อง เดี๋ยวมันก็ปลุกมึงมาหาเรื่องหรอก”“เข้าไปเอาของเฉย ๆ” น้ำเหนือตอบเสียงเรียบก่อนที่เขาจะเดินออกจากห้อง
“พายบอกว่าพายพูดเรื่องเฌอรีนให้พี่ฟังแล้ว” น้ำเหนือถลึงตาใส่วิลล์แม้ว่าเรื่องปล่อยภาพเขาผิดที่ถ่ายภาพไว้ แต่เรื่องที่ทั้งคู่หักหลังเขามันยังอยู่ในใจเขา“จริง ๆ ผมยังไม่อยากบอกพี่ ผมอยากให้พี่ฟังจากปากยัยนั่นเอง แต่พอเห็นแบบนี้แล้วสงสารว่ะ ไม่อยากให้พี่โง่”“ไอ้ห่านี่มึงด่ากู”“เฮ้ อย่าลืมว่ามึงไม่มี
“หึ เสียวชิบ!” ปลายหัวความเป็นชายที่ถูกภายในตัวของหญิงสาวตอดอย่างถี่ยิบ มันทำให้เขาคำรามเสียงออกมา “อื้มม เหนือ พาย อ๊ะ อ๊า~” ยากที่จะขยับสะโพกสอบอัดใส่ เมื่อช่องทางรักของเธอบีบตัวตนของเขาแน่นไป ชายหนุ่มก็เลยเลื่อนฝ่ามือลงไปไปบดขยี้ติ่งเกสรดอกไม้งามที่มีเจ้าโลกของเขาอยู่ข้างใน“อื้อ เหนือ พาย อ๊ะ”