LOGINNaomi, seorang gadis sederhana, cantik dan pintar sedang mempersiapkan penikahannya dengan Fahri, pria yang ia cintai dengan sepenuh hati, harus menghadapi kenyataan pahit yang tak pernah ia duga. Semua berawal dari ulah Zakia, ibu tirinya yang licik dan penuh iri hati. Zakia menjebak Fahri saat bertemu dengannya di sebuah restoran dekat hotel tempat Fahri dinas, dengan cara memberikan obat pada minuman Fahri. Disaat mereka berdua berbincang di restoran itu, hingga Fahri tak bisa menguasai kesadarannya saat itu. Merasa terjebak dalam skandal itu dan demi bertanggung jawab pada anak yang sedang di kandung Zakia, Fahri terpaksa menikahinya. Hati Naomi hancur berkeping-keping, sekaligus menahan malu karena persiapan pernikahannya itu sudah 80%. Jika kabar ini datang sebelum Naomi mempersiapkan semuanya, walau hati Naomi sakit setidaknya dia tak menanggung malu juga. Tetapi semua itu berganti dengan kebahagiaan, saat tak sengaja Naomi menabrak Alto Verdatoro seorang ceo perusahaan yang mencintainya. Walau Alto seorang yang dingin tapi cintanya begitu nyata dengan sikapnya pada Naomi. Melihat kebahagiaan Naomi, Zakia merasa iri dan berniat merebut Alto dari Naomi. Tapi semua itu sia-sia, karena Alto bukanlah pria gampangan seperti apa yang Zakia bayangkan. Hingga Fahri datang kembali pada kehidupan Naomi, meminta kesempatan kedua pada Naomi yang jelas sekarang telah bahagia bersama Alto.
View MoreKetegangan antara Alto Verdantoro dan Leonard Tanaka telah berlangsung lama. Mereka bukan sekadar rival bisnis, tetapi juga memiliki sejarah persahabatan yang kandas akibat konflik keluarga. Dahulu, mereka adalah sahabat dekat, namun sejak perseteruan antara ayah mereka terjadi, hubungan keduanya mulai merenggang. Konflik antar keluarga ini terus berlanjut hingga mereka dewasa, memaksa Alto dan Leo untuk meneruskan persaingan bisnis yang penuh ketegangan.Salah satu pemicu kebencian Leo terhadap Alto adalah Siska. Leo menyukai Siska, tetapi gadis itu justru mencintai Alto. Sayangnya, Alto tidak memiliki perasaan yang sama terhadap Siska dan telah menolaknya secara baik-baik. Namun, hal itu tetap menimbulkan rasa iri dan dendam dalam diri Leo.Kini, Alto telah menikah dengan Naomi, wanita yang dicintainya. Mereka baru saja kembali dari bulan madu di Pulau Amora, pulau pribadi milik keluarga Alto. Naomi memang terlihat sederhana di mata orang lain, tetapi Alto mengetahui latar belakang
Setelah semalaman menikmati kebersamaan yang begitu intim, pagi itu Naomi terbangun dengan senyum di wajahnya. Angin laut yang sejuk menerpa kulitnya, membawa aroma khas laut yang menyegarkan. Ia menoleh ke samping, mendapati Alto masih tertidur dengan ekspresi tenang. Pria itu terlihat lebih damai dibandingkan biasanya—tidak ada sorot dingin dan penuh tekanan yang sering ia tunjukkan saat berada di kantor.Naomi menyentuh pipi Alto dengan lembut, membuat pria itu mengerjapkan mata sebelum akhirnya membuka sepenuhnya. Ia tersenyum kecil."Selamat pagi," ucap Alto dengan suara serak khas orang yang baru bangun tidur."Selamat pagi," balas Naomi dengan lembut. "Ayo kita jalan-jalan. Aku ingin melihat keindahan bawah laut Pulau Amora."Alto meregangkan tubuhnya sejenak sebelum duduk di ranjang. Ia mengusap rambutnya yang sedikit berantakan. "Kedengarannya bagus. Tapi jangan menyelam terlalu dalam, aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu."Naomi tertawa kecil. "Aku bisa berenang, Alto. Kau
Stelah menempuh perjalanan panjang selama lima jam, akhirnya Alto dan Naomi tiba di Pulau Amora, sebuah pulau pribadi milik keluarga Alto yang telah dipersiapkan khusus untuk bulan madu mereka.Begitu mereka turun dari kapal, tiga orang pegawai sudah menanti di dermaga. Dua perempuan dan satu laki-laki, semuanya berpakaian seragam rapi dengan senyuman ramah di wajah mereka."Selamat datang, Tuan Alto dan Nyonya Naomi," ucap seorang wanita yang tampak lebih senior dari yang lain. "Nama saya Liana, dan ini Adinda serta Rudi. Kami akan memastikan semua kebutuhan Anda selama di sini terpenuhi."Naomi tersenyum sopan. "Terima kasih, senang bertemu dengan kalian."Alto hanya mengangguk kecil. "Pastikan semuanya sesuai dengan yang sudah saya instruksikan sebelumnya.""Tentu, Tuan," jawab Liana dengan penuh hormat.Mereka mengantar Alto dan Naomi ke dalam vila utama yang sudah didekorasi dengan sangat indah. Naomi hampir tidak bisa menyembunyikan ke
Setelah hari pernikahan yang digelar dengan megah dan penuh kebahagiaan, pagi ini Naomi dan Alto bersiap untuk menikmati bulan madu mereka. Destinasi mereka adalah sebuah pulau pribadi milik keluarga Alto, tempat yang indah dan jauh dari hiruk-pikuk kota.Naomi yang duduk di dalam mobil menatap suaminya yang sedang fokus menyetir. Hari ini, Alto terlihat lebih santai dengan kemeja putih yang lengannya digulung hingga siku dan celana panjang hitam. Sementara itu, Naomi mengenakan dress berwarna biru muda yang memberi kesan lembut namun elegan."Apa kau yakin ingin menyetir sendiri? Kita bisa meminta sopir untuk mengantar kita sampai pelabuhan," ucap Naomi sambil melirik Alto.Alto tersenyum kecil tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan. "Aku ingin menikmati perjalanan ini hanya denganmu. Lagipula, aku sudah terbiasa menyetir sendiri."Naomi tersenyum dan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi. "Baiklah, tapi kalau lelah, kita bisa berhenti sebentar."Perjalanan berlangsung dengan t
Naomi tidak pernah menyangka bahwa hubungannya dengan Alto akan seintens ini. Setelah resmi berpacaran, Alto sering mengajaknya makan bersama, mengantarnya pulang, bahkan memberikannya apartemen agar tidak perlu lagi tinggal di kontrakan. Perhatian Alto begitu besar, meskipun terkadang ia menunju
Naomi berjalan menyusuri trotoar dengan langkah cepat, menyesali keputusannya keluar tanpa membawa payung. Langit mendung mulai menghitam, pertanda hujan akan turun sebentar lagi. Ia baru saja selesai mengurus dokumen di kantor pamannya dan kini dalam perjalanan pulang ke apartemen Maya."
Fahri memandangi cangkir kopinya yang sudah mulai dingin. Setelah pertemuannya dengan Alto, pikirannya terus dipenuhi oleh Naomi."Aku memang masih mencintaimu, Naomi..." batinnya lirih.Bukan sekali dua kali ia ingin mendekatinya kembali, bukan untuk mengusik, melainkan untuk melin
Alto duduk di ruang kerjanya dengan tatapan dingin yang penuh perhitungan. Di hadapannya, seorang pria berkemeja hitam duduk dengan sikap tenang, tangannya menggenggam sebuah map tebal yang berisi informasi tentang seseorang yang kini menarik perhatian Alto—Naomi Prameswari.“Jadi, ini sem


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.