Mag-log inTidak ada yang lebih menyakitkan selain dikhianati saat lagi sayang-sayangnya, kemudian diceraikan tiba-tiba dan diusir tengah malam buta. Karenanya, Elsa bersumpah bahwa ia tidak ingin mengenal atau bahkan bertemu lagi dengan Abyasa selama ia hidup. Namun, nasib seolah belum puas mempermainkan hidupnya. Suami kedua Elsa yang bak malaikat harus dipanggil Yang Mahakuasa di saat mereka tengah berada di puncak bahagia bersama putri kecil mereka. Belum cukup dengan itu, ibu mertuanya kerap kali menuduh Elsa akan menikah lagi dan mencampakkan putranya yang telah tiada, padahal Elsa sama sekali tak ada pikiran untuk menggantikan sosok ayah untuk putrinya. Namun, si buah hatinya terus merindukan sosok ayah. Siapa sangka di saat seperti itu, Abyasa hadir kembali menawarkan perlindungan untuk sang putri. Dengan segudang penyesalan masa lalu tentu saja. Rasanya terlalu bodoh jika ia menerima Abyasa lagi. Ia tidak mau jatuh kembali ke lubang yang sama. Pun, luka hatinya tidak bisa diabaikan. Di saat seperti itu, bukannya membantu, ibu mertuanya justru menuduhnya macam-macam sekali lagi, bahkan menyusun skenario tak pernah Elsa bayangkan. Haruskah Elsa mengalah demi sang putri? Apakah benar Abyasa akan melindungi ia dan si buah hati? Bagaimana nasib Elsa yang terus-menerus diuji tanpa henti?
view more138“Ka-mu beneran mau sama dia?” Elsa bertanya ragu dengan telunjuk menunjuk rendah Mahesa. Tatapan sangsi ia lemparkan antara Mahesa dan Nadia berganti-gantian.“Hei, pertanyaanmu itu, Kakak ipar. Memangnya kenapa denganku? Aku ini ganteng, lebih ganteng dari suamimu. Aku juga masih muda, paling tidak lebih muda dari suamimu. Aku juga punya pekerjaan mapan, walaupun tidak lebih tinggi jabatannya dari suamimu. Wanita yang aku pilih akan menjadi wanita yang sangat beruntung karena di luar sana ada banyak wanita yang aku tolak. Lalu, kenapa kalau wanita cantik ini juga memilihku?”Mahesa bertolak pinggang. Terlihat raut tersinggung yang sengaja dibuat-buat. Sejatinya ia tidak bisa marah terhadap Elsa walaupun cintanya berkali-kali ditolak wanita itu. Ia bahkan rela bermusuhan dengan kakaknya sendiri dan menghancurkan nama baiknya sendiri untuk melindungi Elsa. Namun, Mahesa menyadari jika perasaan tidak bisa dipaksakan, sebaik apa pun ia terhadap Elsa, tidak dapat membuat wanita itu ja
137“Vivi mengganggu saja,” omel Elsa pelan seraya menyusupkan wajah di sisi leher Abyasa.Mereka baru saja menyelesaikan satu ronde percintaan panas malam ini saat pintu kamar diketuk dan pengasuh mengantar Davina yang menangis mencari ayah sambungnya. Untung saja mereka telah selesai hingga walaupun lelah dan sedikit terganggu, setidaknya tidak ada lagi yang mengganjal.Abyasa tersenyum. Tangannya mengusap kepala Elsa yang terbenam di salah satu sisi lehernya. Sementara yang sebelah lagi memeluk tubuh Davina yang juga memeluknya. Bahkan cegukan sisa isaknya masih terdengar sesekali.Tadi pengasuh mengantar Davina ke sana dalam kondisi nangis kejer. Mungkin sudah nangis lama akibat dilarang ke kamar orang tuanya.“Sabar, nanti kalau Vivi sudah pulas lagi kita lanjut babak dua, ya.” Abyasa berbisik nakal. Sesuangguhnya ia pun masih ingin mengulang lagi dan lagi. Bayangkan, selama bertahun-tahun hasrat itu terkubur karena trauma mendalam, kini setelah kembali masih harus ditahan.Mengh
136“Mas, kasihan ya, Mbak Lina. Dia dicerai saat mengandung hanya gara-gara Bang Adrian cemburu buta.”Malam ini Elsa menyandarkan kepalanya di dada sang suami. Mereka menikmati malam yang mengembuskan udara hangat di balkon kamar. Davina sudah lama terlelap berbantalkan salah satu paha Abyasa. Sementara di sisi lainnya, Elsa menempelinya dengan posesif.Tangan sang wanita sejak tadi tak diam. Terus saja memainkan bulu-bulu yang tumbuh di sepanjang rahang sang suami. Bulu-bulu yang rasanya baru kemarin ia cukur, kini sudah mulai mengintip lagi melalui posri-pori kulit sang suami.Sesuatu yang paling disukainya sejak dulu. Bahkan di hari pertama pernikahan pura-pura mereka, ia tidak tahan untuk tidak menyentuh bagian tubuh Abyasa yang satu itu. Dulu, bahkan Abyasa sampai mengamuk karena kelancangannya.“Bang Adrian memang keterlaluan. Menceraikan setelah sebelumnya menuduh dengan keji. Dipisahkan dari anaknya selama enam tahun memang hukuman yang paling pantas. Karena akhirnya ia meny
135“Maaf, Elsa. Sebenarnya Abang datang ke sini, untuk menyerahkan ini.” Adrian bicara setelah mendapat kesempatan. Tangannya menyodorkan sebuah map di atas meja.Mata Elsa yang masih nyalang, mengikuti gerakkan tangan Adrian hingga pupil matanya terfokus di map yang sangat familier baginya.“Ini milik Vivi, dan selamanya akan menjadi milik Vivi,” ujar Adrian lagi.Elsa mengalihkan pandangan dari map ke wajah lelaki yang sangat berbeda dengan kemarin. Jika kemarin penuh emosi dan meluap-luap. Tidak mau kalah setiap kali berdebat, bahkan terus saja bersitegang dengannya dan Abyasa. Namun kini terlihat sangat tenang dan teduh. Ia bahkan menunggu Elsa selesai meluapkan amarahnya. Ia hanya diam menyimak sampai Elsa lelah sendiri.“Maaf, seharusnya Abang melakukan ini sejak dulu. Seharusnya Abang tidak membiarkan kamu dan Vivi keluar dari rumah kalian. Rumah peninggalan David adalah hak Vivi, hak kamu juga. Tidak seharusnya kalian terlunta-lunta di luar sana sebelum kamu kembali menikah k
118Elsa masih bergeming setelah menelan ludah berkali-kali. Ia tidak menyangka jika akan kepergok menemui Jaka padahal Abyasa sudah meminta Davina agar melarangnya keluar. Ia tidak tahu jika lelaki itu akan kembali secepat ini. Lihatlah tatapannya yang seakan ingin merobek hatinya.Apa akan ada perte
117Tahulah Elsa sekarang apa yang dibisik-bisik Davina dan Abyasa tadi. Rupanya sang anak sedang cosplay jadi detektif merangkap bodyguard cilik. Buktinya ia sekarang berdiri menghalanginya yang ingin keluar kamar.“Mama ndak boleh kelual kamal!” ucapnya dengan tegas dan tentu cadel. Larangan yang ja
116“Boro-boro merkosa, baru jam segini aja udah ngorok.” Elsa ngedumel saat keluar dari kamar mandi sudah mendapati Abyasa yang pulas memeluk Davina. Padahal belum lama mereka naik selepas makan malam di restoran hotel.Ditatapnya sebentar wajah yang memang tampak kelelahan itu. Ia mengerti Abyasa si
115Abyasa hanya bisa menggelengkan kepala saat melihat Elsa dan Davina dengan riang memasukkan barang-barang mereka ke dalam mobil. Barang-barang yang banyaknya melebihi orang pindahan. Padahal mereka hanya akan di Bandung dua hari saja. Bahkan ia hanya membawa dua potong baju.Abyasa masuk ke dalam


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
RebyuMore