Teilen

BAB 141 : Rencana Black Moon

last update Veröffentlichungsdatum: 27.05.2026 23:56:21

Siang itu, di dalam ruang VIP sebuah restoran bintang lima yang sunyi, Saifanny duduk berhadapan dengan Bima.

Awalnya Bima berniat mengajak Andien untuk bergabung, namun wanita itu menolak halus karena ingin menghabiskan waktu bersama Adrian di apartemennya.

Makan siang di antara mereka sempat dilingkupi keheningan yang kaku, sebelum akhirnya Saifanny meletakkan sendoknya perlahan dan membuka konversasi.

"Adrian kemarin menemuiku, Bim. Aku tidak bisa membaca ekspresinya, jadi kupikir dia bernia
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 265 : Ranjang Putih dan Beban Pikiran

    Cahaya matahari sore menerobos masuk dari jendela kaca besar di samping tempat tidur, memantulkan hamparan ombak pantai yang bergulung eksotis di bawah sana.Bima menggerakkan kelopak matanya perlahan. Sensasi sentuhan kain seprai yang halus di bawah punggungnya terasa sangat kontras dengan rasa sakit yang berdenyut-denyut hebat di bagian belakang kepalanya. Ia tidak lagi berada di atas kursi kayu jati tempatnya diikat kaku sebelumnya.Bima mencoba menggerakkan raga, namun suara gemerincing besi serta tarikan kencang mendadak menahan kedua tangan dan kakinya."Astaghfirullah..."Kalimat itu menjadi bisikan pertama yang lolos dari bibirnya saat matanya terbuka sepenuhnya. Kesadarannya menyapu ruangan, menyadari bahwa ia telah dipindahkan ke dalam sebuah kamar mewah yang asing.Ia mungkin telah lolos dari belenggu kursi jati Jepara yang menyiksa pergelangan tangannya, namun penderitaan baru di atas ranjang ini justru terasa jauh lebih memulihkan sekaligus memalukan bagi harga dirinya.B

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 264 : Bentakan di Villa Pantai

    Marcus melangkah pelan menuruni anak tangga rumah mewahnya. Saifanny, yang baru saja melangkah keluar dari area dapur, menatap pergerakan pria itu dengan dahi berkerut heran."Kamu mau ke mana?" Tanya Saifanny tepat ketika Marcus menginjakkan kaki di ujung tangga."Orang suruhanku sudah melacak siapa yang meletakkan seragam Mabelle di depan pagar. Aku akan pergi ke alamat orang itu," kata Marcus, nada suaranya terdengar sangat pelan dan rapuh.Saifanny mengerutkan alisnya, naluri pelindungnya seketika tersulut."Kalau begitu aku ikut," ucap Saifanny mantap tanpa keraguan.Namun Marcus menggelengkan kepalanya cepat."Jangan, Saifanny. Ini berbahaya. Aku tidak mau mengambil resiko jika terjadi sesuatu padamu," kata Marcus, memasang raut wajah dipenuhi kecemasan yang teramat sangat.Marcus melangkah mendekat, mengunci pandangannya tepat di manik mata Saifanny. Perlahan, kedua tangannya terulur meraih dan menggenggam erat jemari Saifanny."Kumohon tetaplah di sini. Aku... membutuhkan alas

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 263 : Dahaga dan Pencarian

    Matahari mungkin sudah terbit, atau mungkin sudah tenggelam lagi. Bima tidak tahu. Di tempat penyekapan yang pengap itu, waktu telah kehilangan seluruh maknanya.Kegelapan total menyelimutinya karena selembar kain hitam terikat sangat erat, menutupi kedua matanya. Ia sama sekali tidak tahu sedang berada di ruangan apa—hanya aroma lembap, debu, dan bau karat yang menusuk tajam ke dalam indra penciumannya.Kedua tangan Bima yang terikat sangat kencang mulai terasa lemas tak berdaya. Serat kain dan tali kasar serta sudut ukiran kayu mulai mengikis kulit pergelangan tangannya yang mati rasa.Namun, rasa perih di tangannya kalah oleh alarm dehidrasi yang sudah berdering hebat selama lebih dari 18 jam terakhir.Sejak diikat di kursi jati itu, ia tidak diberi setetes air pun. Setiap embusan napasnya terasa seperti pasir yang menggesek tenggorokan.Bima mencoba menelan ludah, tetapi kelenjar air liurnya sudah mengering total. Lidahnya terasa tebal, kaku, dan menempel erat di langit-langit mul

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 262 : Topeng Sandiwara dan Kata-Kata Tajam

    Pagi hari yang tenang di kediamannya memberikan Marcus kepuasan yang mendalam. Ia menyeruput kopi hangat di genggamannya perlahan, menikmati aroma kedamaian yang fana.Saifanny kini sepenuhnya berada di bawah atap rumahnya, dan ia bersiap menggunakan taktik manipulasi apa pun agar wanita itu terus bertahan lebih lama di sisinya.Senyuman puas tersungging tajam di bibir Marcus. Ia merasa menang atas seluruh strategi isolasi emosional yang telah ia rancang dengan begitu presisi.Namun, kedamaian itu pecah seketika ketika kenyataan pahit mengetuk pintunya.Tok! Tok!Pintu kamar Mabelle diketuk dari luar."Tuan, ini saya," kata Erin setengah berbisik dengan nada cemas."Masuk," perintah Marcus singkat.Erin melangkah masuk membawa sebuah paperbag yang berisi seragam sekolah Mabelle yang telah diberi bercak noda merah menyerupai darah kotor.Erin meletakkan paperbag itu di atas karpet beludru, lalu mendekati Marcus dengan raut wajah penuh keresahan."Tuan, saya ada kabar buruk," kata Erin,

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 261 : Di Balik Kegelapan Kain Hitam

    Gelap gulita. Hal pertama yang disadari Bima saat kesadarannya yang koyak perlahan pulih bukanlah rasa sakit yang menghantam bagian belakang kepalanya, melainkan selembar kain hitam tebal yang mengikat erat matanya.Kain itu menekan kelopak matanya begitu rapat hingga tidak ada secercah cahaya pun yang sanggup menembus. Ia kehilangan orientasi total; tak tahu di mana ia berada, apakah hari masih pagi, siang, atau sudah berganti malam.Gelombang panik seketika menyerang psikologisnya. Bima mencoba meraba dan mengangkat tangan untuk merenggut penutup mata itu, namun kedua lengannya justru tertahan sentakan keras.Kedua lengan bawahnya dipaksa lurus, menempel pasrah di atas permukaan kayu yang lebar dan tebal di sisi kanan dan kirinya.Ia sedang duduk terikat di sebuah kursi. Tali tambang rami yang kasar dan kaku melilit pergelangan tangan hingga sikunya, membelit mati melewati celah jeruji-jeruji di bawah lengan kursi tersebut.Bima meronta sekuat tenaga, mencoba menarik tangannya ke at

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 260 : Gaun Biru dan Jerat Empati

    Sore hari yang hangat membungkus kawasan pantai barat dengan pendar cahaya keemasan. Syahdan dan Sania berjalan beriringan menyusuri trotoar, dengan Sania yang merangkul penuh kasih sayang bahu cucunya.Sementara itu, Adrian melangkah tepat beberapa jengkal di belakang mereka dengan ponsel genggam yang tak lepas dari jemarinya.Raut wajah Adrian diselimuti keresahan yang makin pekat. Sejak pertukaran pesan singkat mereka tadi pagi, Bima belum juga memberi kabar lanjutan terkait perkembangan pencariannya.Adrian paham betul Bima adalah seorang pekerja keras yang selalu menuntaskan tugas dengan cepat dan presisi.Namun, fakta bahwa sahabatnya itu mendadak tak dapat dihubungi memicu insting kewaspadaan Adrian.Ia berusaha menenangkan benaknya sendiri, meyakini bahwa Bima mungkin hanya membutuhkan waktu lebih banyak untuk memproses data.Syahdan mengedarkan pandangannya ke sekeliling pasar dekat pantai yang dipenuhi oleh deretan pedagang oleh-oleh dan kuliner lokal.Cahaya sore memantulka

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 2

    Saifanny menjalankan sepeda motornya menuju kantor Zain. Ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri wujud dari wanita itu. Dengan perasaan campur aduk, ia memarkirkan motornya. Sudah lama ia tidak menginjakkan kaki di kantor ini, mungkin sejak ia mengumumkan akan mengundurkan diri untuk menikah

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 1 : Terungkapnya Perselingkuhan

    Lantai 3 Hotel Anggrek. Aroma pengharum ruangan khas hotel terasa menyengat di hidung Saifanny. Ia berdiri di depan kamar 308, menggenggam sebuah kunci yang didapatkannya setelah mengelabui seorang resepsionis dengan alasan telah kehilangan kuncinya. Begitu memasuki kamar, Saifanny membeku. Suamin

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status