เข้าสู่ระบบNamaku Andrew Bramastya.Aku pernah punya istri, namanya Cynthia Varischa.Cynthia orang yang sangat baik dan luar biasa. Aku begitu mencintainya.Waktu pertama kali mengenalnya, aku berumur 17 tahun dan dia 16 tahun.Waktu itu, Cynthia tampak seperti baru saja menangis. Matanya merah dan hidungnya juga merah.Sebenarnya, aku tidak suka ada orang asing di rumah. Namun, Varischa sungguh cantik. Aku pun merasa punya adik seperti dia juga tidak buruk.Akan tetapi, Cynthia sering melamun. Dia terlihat sangat sedih.Nenek bilang, Cynthia merindukan ibunya.Jadi, aku mulai mengajaknya bermain dan bersenda gurau, agar dia bisa menjadi lebih ceria dan terbuka.Cynthia benar-benar menjadi seperti yang kuharapkan. Bahkan, dia menjadi makin dekat denganku.Sampai saat aku berusia 23 tahun, Kayra putus denganku demi seorang pria asing dan pergi ke luar negeri.Aku mulai terpuruk dan mabuk-mabukan sepanjang hari. Aku merasa sedih atas kepergiannya, sekaligus tidak rela dicampakkan.Sampai akhirnya,
Kupikir, seiring berjalannya waktu, Andrew akan merelakannya.Namun, tak kusangka, setelah kembali ke tanah air, Andrew perlahan-lahan mengembangkan bisnisnya hingga ke Negara Winola. Bahkan, saat aku mulai kembali mendesain untuk berkarya, Andrew-lah orang pertama yang membeli karya desain terbaruku. Setiap bulan, Andrew selalu menungguku seharian penuh di depan rumahku, dengan membawa bunga dan berbagai hadiah.Setelah berkali-kali membujuknya, tetapi gagal, aku pun tidak peduli lagi. Aku menganggapnya tidak ada.Namun, tak disangka, meski aku tidak peduli, ada orang lain yang peduli.Selama tinggal di Negara Winola, hubunganku dengan Arya menjadi makin akrab. Arya pun makin tidak senang melihat perilaku pantang menyerah yang ditunjukkan oleh Andrew.Hingga akhirnya, pada suatu hari, Arya tidak tahan lagi. Dia segera mengemasi kopernya dan membawaku pergi jalan-jalan ke berbagai tempat.Musim semi pergi ke Negara Tacita yang romantis, musim panas ke Negara Barsha dan saat musim gugur
"Nggak, nggak, Cynthia. Kasih aku satu kesempatan lagi, ya? Sekali saja." Andrew sepertinya tidak bisa menerima kenyataan. Dia melangkah maju dengan emosional dan mencoba menarikku."Butuh bantuan?"Tepat di saat aku masih tertegun, Arya sudah berdiri di depanku dan melindungiku sepenuhnya di balik punggungnya.Mungkin karena suara Arya yang begitu lembut, aku pun berpikir untuk sesaat, lalu menganggukkan kepala."Pak Andrew, kurasa Cynthia sudah menolaknya dengan sangat jelas. Ada banyak cara untuk membuktikan ketulusan hati. Terus mengejar dan mengganggu, itu cara yang paling buruk."Meski sikap Arya masih terbilang sopan, dari sorot matanya terlihat jelas bahwa dia begitu membenci Andrew."Siapa kamu? Ini urusanku dengan Cynthia. Kamu nggak perlu ikut campur." Andrew menatap Arya lekat-lekat, sementara rasa gelisah yang kuat mulai muncul di dalam hatinya."Aku Arya Prasetya Kusuma. Aku diminta Bibi Alina untuk menjaga Cynthia, agar dia nggak diganggu orang-orang yang nggak jelas." K
"Sayang, Ibu kenalin ya. Ini anak teman baik Ibu. Masih muda, punya masa depan cerah, ganteng lagi. Pokoknya ratusan kali lebih oke dibanding si Andrew itu. Kita nggak butuh dia, kita bisa dapat yang lebih baik." Ibu menarik pria tampan yang begitu mencuri perhatian di sampingnya itu untuk dikenalkan kepadaku."Halo, aku Arya Prasetya Kusuma.""Halo, aku Cynthia Varischa."Setelah perkenalan singkat, Ibu mencari-cari alasan untuk pergi duluan dan meminta Arya untuk mengantarku pulang.Di perjalanan pulang, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak berkali-kali mencuri pandang ke arah Arya.Melihat profil wajah Arya yang hampir sempurna itu, aku pun menghela napas kagum di dalam hati.Ternyata setelah meninggalkan Andrew, masih banyak orang di dunia ini yang jauh lebih hebat darinya.Aku merasa nyaman saat bersama Arya. Jadi, ketika dia mengajakku makan bersama keesokan harinya, aku pun menyetujuinya.Namun, hal yang tidak terduga terjadi. Saat aku sudah siap memenuhi janji untuk bertemu
Semalam, dia sebenarnya punya kesempatan. Namun, apa yang dia lakukan?Dia malah marah pada Cynthia, bahkan tidak pulang ke rumah demi menemani Kayra.Tidak, bukan hanya tadi malam.Sejak Kayra kembali, dia hampir selalu berada di sisi wanita itu.Setelah Nenek pergi, Andrew menggeledah seluruh rumah. Akan tetapi, dia hanya berhasil menemukan selembar foto yang ada aku di dalamnya.Bahkan, foto itu pun diambil dari akta nikah, satu-satunya fotoku yang tersisa.Andrew memegang foto itu, lalu duduk terpaku di sudut ruangan sepanjang malam.Sepanjang malam itu, banyak sekali kenangan yang melintas di benak Andrew.Saat aku berusia 16 tahun, saat kami pertama kalinya bertemu di kediaman Keluarga Bramastya.Saat itu, aku orang yang pendiam dan tertutup, tenggelam dalam kesedihan.Sementara itu, Andrew begitu ceria dan penuh semangat, seperti matahari kecil yang menerobos masuk ke dalam hidupku.Di awal-awal tahun, Andrew sebenarnya sangat menyukai Cynthia. Dengan adanya adik perempuan yang
Di lokasi pernikahan.Saat Andrew tiba dengan tergesa-gesa, aku sudah pergi. Hanya ada Bu Ratih dan timnya yang sedang membereskan lokasi."Pak Andrew, pernikahannya sudah selesai. Untuk apa Anda datang ke sini?" Mungkin karena merasa kasihan padaku, Bu Ratih tidak bersikap ramah kepada Andrew."Mana Cynthia? Bukankah dia …." Andrew mengedarkan pandangan ke sekeliling, tetapi tidak menemukan keberadaanku. Hatinya pun makin merasa cemas.Ucapan Andrew terputus oleh notifikasi pesan dariku."Nggak … nggak mungkin. Aku sudah janji akan datang, aku jelas-jelas sudah janji."Andrew menatap isi pesan di ponselnya dan terus menyangkalnya. Dia tidak percaya bahwa semua ini benar-benar terjadi.[Cynthia, aku sudah datang! Trik apa lagi yang sedang kamu mainkan?!] Tangan Andrew gemetar saat mengirimkan pesan itu kepadaku. Namun, kali ini, pesan yang dia kirimkan tidak segera dibalas seperti biasanya dan malah centang satu.Andrew menatap tanda centang satu itu dengan tatapan kosong untuk waktu y
Aku memandangi hadiah-hadiah yang ada di hadapanku, lalu memungut sebuah boneka yang terjatuh akibat hantaman pintu yang ditutup Andrew. Aku pun terdiam untuk waktu yang lama.Ibuku adalah seorang penganut paham anti menikah. Akan tetapi, dia sangat meyakini bahwa seorang wanita harus punya anak sen
"Bu Cynthia, Anda yakin semua prosesi dan dekorasi pernikahannya mau dibikin sesederhana mungkin? Benaran, nggak perlu diskusi lagi sama Pak Andrew?"Direktur perencanaan pernikahan itu, berkali-kali mengonfirmasi ulang kepadaku. Dialah yang bertanggung jawab atas 12 rencana pernikahanku sebelumnya







