แชร์

Bab 83

ผู้เขียน: Just Mommy
last update วันที่เผยแพร่: 2026-11-05 00:05:04

Clove melangkah cepat menuju ruang kerja Reno untuk mencari resep yang disembunyikan mantan suaminya itu.

Dia menggeledah seluruh isi ruangan tersebut, hingga ia tiba di depan brangkas. Clove pun mencoba memasukkan pin, tetapi gagal.

Dia berpikir keras, kira-kira berapa kemungkinan pin dari brangkas tersebut. Dia mencoba beberapa kali, hingga muncul peringatan terakhir kali.

Clove semakin tegang. Namun akhirnya dia mendapatkan ide kombinasi angka. Dia pun memasukkan angka tersebut dan ter
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 85

    Reno mematung. Matanya melotot menatap dua bilah testpack bergaris dua yang baru saja membentur dadanya dan terjatuh ke lantai.Pria itu berjongkok dengan jemari gemetar, meraih kedua alat uji kehamilan tersebut. Wajahnya seketika memucat, berganti dengan kilatan rasa tak percaya dan penolakan yang membuncah dari dalam dadanya."Gak! Gak mungkin!" cetus pria itu seraya berdiri dan menatap Fara dengan tatapan menyalahkan. "Kamu bercanda, kan, Far? Kita selalu main aman! Aku selalu pakai pengaman tiap main sama kamu!”Fara membelalakkan matanya tak percaya. Hatinya serasa dirajang mendengarkan nada penolakan yang begitu jelas dari mulut pria yang dicintainya."Bercanda kamu bilang?" tanya wanita itu dengan suara teriakan yang ditahan. "Kamu pikir aku sudi fitnah diriku sendiri hamil anak haram? Aku gak pernah disentuh laki-laki lain selain kamu, Reno! Ini anak kamu!"Pria itu mengusap wajahnya dengan kasar,

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 84

    Mata Clove berbinar, lalu dia berkata, "Minggu depan, kamu susul aku ke Jepang, ya?" usulnya.“Hah?” tanya Reno, bingung."Kita kan emang udah punya rencana buat bulan madu. Daripada nunggu kelamaan, mending kamu nyusul aku! Nanti kalau urusan bisnisku selesai, kita bisa langsung lanjut bulan madu berdua di sana."Uhuk! Uhuk!Fara yang baru saja meneguk air seketika tersedak. Air di mulutnya hampir menyembur keluar, membuat dadanya naik turun terbatuk-batuk."Kamu kenapa?" tanya Reno heran seraya menoleh."E-enggak apa-apa, Mas, cuma keselek," sahut wanita itu serak dengan wajah memerah padam ditelan amarah dan ketakutan yang luar biasa.Rencana Fara untuk menguasai Reno dan rumah ini selama seminggu ke depan hancur berantakan dalam sekejap. Harapannya melayang saat mendengar pria itu justru diajak bulan madu ke Jepang oleh istri sahnya.Sementara itu, raut wajah Reno seketika berubah sangat cerah. Senyum lebar terkembang di bibir pria itu."Jadi kamu mau sekalian lanjut bulan madu?"

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 83

    Clove melangkah cepat menuju ruang kerja Reno untuk mencari resep yang disembunyikan mantan suaminya itu. Dia menggeledah seluruh isi ruangan tersebut, hingga ia tiba di depan brangkas. Clove pun mencoba memasukkan pin, tetapi gagal. Dia berpikir keras, kira-kira berapa kemungkinan pin dari brangkas tersebut. Dia mencoba beberapa kali, hingga muncul peringatan terakhir kali. Clove semakin tegang. Namun akhirnya dia mendapatkan ide kombinasi angka. Dia pun memasukkan angka tersebut dan ternyata berhasil. “Yes!” Dia segera mencari buku resep papanya yang sudah lama disembunyikan Reno, dengan alasan demi keamanan. Bahkan posisi brangkas itu pun tersembunyi. “Keterlaluan kamu, Mas.” Mata Clove berbinar saat menemukan apa yang ia cari. Dia pun segera mengembalikan ruangan itu ke posisi semula, lalu membawa bukunya pergi. Clove bergegas menuju kamar utamanya. Ia langsung menarik koper besar dari lemari khusus dengan gerakan terburu-buru. "Aku harus kemas semua pakaian penting,

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 82

    Tadi pagi, suasana rumah masih diselimuti kabut tipis dan keheningan yang mencekam. Fara terbangun dari tidurnya dengan rasa mual luar biasa yang menghantam perutnya seperti dikocok dari dalam.Wanita itu melompat turun dari tempat tidur, berlari kencang menuju kamar mandi. Ia memuntahkan cairan bening ke dalam wastafel dengan napas tersengal-sengal."Ugh, kenapa perutku mual banget dari kemarin?" keluh wanita itu, seraya memegangi dadanya yang sesak.Ia menatap pantulan wajahnya yang pucat pasi di cermin kamar mandi. Fara mendadak tertegun, lalu menepuk jidatnya pelan saat sebuah ingatan penting melintas di kepalanya."Tunggu dulu, kapan terakhir kali aku dapet mens?" gumamnya pada dirinya sendiri.Wanita itu mulai menghitung siklus bulannya dengan jemari gemetar. Muka Fara mendadak makin memucat bagaikan kertas saat menyadari satu kenyataan mengerikan."Astaga, aku udah terlambat hampir tiga minggu!" keluh Fara pelan, memegang perutnya yang masih datar.Tanpa membuang waktu, dia ber

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 81

    Dewa yang mendengar ucapan Clove seketika menggertakkan giginya pelan. Sorot matanya menghujam tajam ke arah kaca spion tengah tempat Liam menyembunyikan senyum tipisnya.Di dalam hati pria itu, rasa gengsi mendadak bergejolak. Jika ia menuruti permintaan Clove untuk pergi ke lokasi 'rapat' lebih dulu, itu artinya ia kalah dan menyerahkan kendali pada wanita di sampingnya."Liam," ucap Dewa dengan suara bariton yang sangat dingin. "Antar dia pulang ke rumahnya lebih dulu!"Clove yang mendengar keputusan itu seketika menoleh dengan dahi berkerut tajam. Ia merasa tidak enak hati jika harus merepotkan sang Presdir yang sibuk."Jangan, Pak," tolaknya cepat seraya mengibaskan kedua tangannya. "Bapak kan mau ada meeting penting. Saya tidak ingin mengganggu jadwal atau membuat Bapak terlambat."Dewa menyandarkan punggungnya di jok, menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Senyum yang sangat tipis dan sarat akan provokasi

  • Dulu Ditendang Mantan, Kini jadi Istri Jutawan   Bab 80

    Tubuh Clove seketika membeku. Suara bariton yang begitu dingin tepat di belakang tengkuknya sukses membuat bulu kuduknya berdiri.Jantungnya berdegup maraton. Namun wanita itu berusaha sebisa mungkin menguasai diri. Dengan wajah berpura-pura polos dan tidak mendengar ancaman itu, Clove dengan cepat mengalihkan pandangannya pada Liam."A-ayo Pak Liam, katanya tadi mobilnya sudah siap? Kita berangkat sekarang saja," ujar wanita itu cepat, hendak melangkah pergi.Namun, baru saja Clove mengayunkan kakinya, kerah bagian belakang bajunya mendadak tertarik dari belakang.Langkah Clove terhenti, lehernya agak tertarik ke belakang persis seperti seekor anak kucing yang sedang diangkat paksa oleh induknya."Mau kabur ke mana, kamu?" bisik Dewa dingin dari balik punggungnya.Dengan napas tersengal dan senyum manis yang dipaksakan hingga pipinya terasa kaku, Clove terpaksa menoleh secara perlahan. Pria tinggi berjas gelap itu sedang menatapnya dengan tajam, tangannya masih mencengkeram kerah b

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status