LOGINSering dihina dan diperlakukan tidak baik oleh mertuanya karena dipandang hanya menantu miskin yang tidak punya apa-apa. Siapa yang menyangka jika Zendaya adalah anak seorang mafia. Bagaimana reaksi ibu mertuanya saat tahu menantu yang sering dihinanya itu ternyata anak seorang mafia dan memiliki kekayaan tujuh turunan.
View MoreChapter 1
My Brother's Bestfriend
CEE CEE ✍️ 😎
Right City, Wrong house
~Zarah~
"This place is... wow," I muttered as we entered the house, it had floor to ceiling windows, a fireplace and....well, it was perfect.
But something felt slightly off.
"So... how did you know about this place?" I asked Alex, who sat on the couch while I walked towards the window and stared down at the view of Las Vegas .
"Well, this is one of Ethan's properties," he chuckled. I nodded, then paused.
My stomach dropped. What?
"He knows we're here. I have the spare keys to the building. I mean, why lodge in an hotel when my friend has all this?" Alex said, glancing at me putting on the I don't care face.
"This is Ethan's house?" I asked slowly. He turned around fully, raising a brow at me.
"Yeah, it's his." His voice was quiet yet filled with curiosity. "What's wrong? You don't like it here?”
I pinched the bridge of my nose, disbelief washing over me. The fuck?
"I can't believe you brought me to Ethan's house of all places," I muttered. For God's sake, He knows what his friend was like and still he went ahead and brought me to his house?
Alex sat up straighter, his frown falling.
Zarah, your feud with my friend is seriously getting ridiculous."
"Oh, really? You think this is ridiculous?" I snapped, crossing my arms. "Have you forgotten the time we both landed in a big mess and he bailed you out, putting the blame on me and leaving me leaving me there to rot?"
Alex opened his mouth to speak, but I cut him off. "Or the time we crashed his car, and guess who got blamed for that? Me! He called me a bad bitch and a destroyer of things, told me to stop following you to his place 'bad things.' He acts like I'm the villain in your life." I gritted my teeth.
"zar..." Alex trailed off.
"And now you bring me to his house? You really think I won't get blamed for this too?" I asked. If I had known, I wouldn't have followed him.
Okay maybe, I still would have. I mean who would turn down a trip to Las Vegas? But we would have booked a hotel room.
Not here. Not this.
Alex stood up and turned around the couch, walking towards me.
"I'm wrong and I'm really sorry. I didn't think. I just wanted you to enjoy your first trip without our parents, and this house is... well, it's perfect." He gestured around the house, but I barely glanced at it. "I should have talked to you about it. You're right."
I let out a sigh.
"What next?" I asked and him shoulders sagged.
"Well, we could still stay here.. So..." He wriggled his fingers on my shoulder.
"We could still leave if you want," he added.
"If he won't tell at me here we could stay," I muttered. Well, he wouldn't just pop up in last Vegas now, would he?
Alex grinned, and I could see the relief on his face.
"We're not gonna stay inside all day now or are we?" He asked, a glint in his eyes. I pursed my lips.
"Please tell me we're going to see Grand canyon west," He added as he grabbed my hand, and he nodded a little too fast.
"Of course! We would," I muttered as we dragged our luggage to the room where we would be staying.
Despite all that Alex had said, I still felt slightly uncomfortable. Knowing the house belonged to Ethan just didn't sit right with me.
And hell, I knew something was bound to go wrong. Wherever the man was concerned, something always went wrong.
After freshening up, we decided to explore the neighborhood. At least, we should familiarize ourselves with the vicinity since we'd be staying for a month.
"Tomorrow, we'll go see the Tower , yeah?" Alex asked as we walked back after wandering through a few blocks.
I gave a small nod.
Alex sighed and tipped her head back, feeling the cool evening breeze wash over his face, he closed his eyes, a small smile playing on his face.
"It's nice to breathe fresh air outside of Las Vegas ," he sighed. I glanced over at him and followed his lead, raising my head and staring at the dark sky.
Alex suddenly opened his eyes, and stared at me. I could see the mischievous glint in them.
"The first one back to the house gets a paid Dried aged steak and champagne at the fanciest restaurant in the city!" he said, and before I could process what he said, he darted off.
A laugh escaped me as I ran after him. But oh boy, the guy was goddamn fast.
Who knows? Maybe I would enjoy this trip after all.
We stumbled into the compound and Alex pushed the door open stepping in.
I followed after him but he stopped abruptly that I crashed into his back.
"What's it?" I whispered as the color drained from his face.
He remained silent and I peeked at the inside from over his shoulder.
And there he was, in the living room, swirling a glass of something dark. Whiskey maybe.
His eyes were cold and his expression closed off as he finished the last of his drink, slamming the glass on the table.
I was surprised it didn't shatter. Alex shuddered lightly while a small frown crept up my face.
Ethan.
The devil had arrived.
“Aku tidak akan lagi menghubungi atau menerima telepon darinya.” Yuda mengeluarkan ponsel dan menyodorkannya pada Rika.“Kamu yang blokir kontaknya dia.”Rika mengernyit, “kenapa aku?”“Aku mau kamu percaya, aku nggak ada niatan apapun apalagi sampai menduakan kamu. Kisahku dan Tiara hanya ada di masa lalu, sekarang hanya ada kisah kita.”“Mas ingin aku percaya?”“Iya. Aku akan melakukan apapun untuk membuatmu percaya.”“Kalau begitu nikahi aku sekarang juga, tidak perlu ada resepsi, akad saja dulu setelah itu baru adakan resepsi.”“Kalau begitu aku akan menghubungi Papa sekarang, kebetulan Papa memang baru kembali.”Rika sebenarnya tidak berniat sejauh ini tapi baginya ini lebih baik, bukannya meragukan Yuda tapi ia tahu jika Tiara tidak akan mundur begitu saja. Tadi saja ia berani meminta Yuda secara terang-terangan dan Rika tidak akan membiarkan itu, hubungannya dan Yuda sudah serius, tidak mungkin berakhir hanya karena orang dari masa lalu.Semua keluarga kaget saat mendengar hal i
Tubuh Rika membeku mendengar itu dan ia mulai sadar ada yang aneh.“Yuda pasti mengatakan jika aku temannya 'kan? Aku bukan temannya tapi mantan kekasihnya.”Di saat seperti ini sempat-semptnya Tiara membicarakan hal pribadi seolah tidak peduli pada putrinya sendiri,Rika mencoba tenang meskipun agak kecewa saat Yuda membohonginya tapi ia yakin Yuda memiliki alasan melakukan hal ini. Ia masih percaya pada Yuda.“Hanya mantan 'kan?” Aku calon istrinya.” Rika mempertegas, ia tidak mau kalah dari Tiara.Yuda miliknya dan tidak akan ia biarkan wanita manapun merebut Yuda darinya.Baru saja Tiara akan kembali bicara pintu ruangan diketuk, Yuda masuk membawa minuman yang baru saja dibelinya. Satu diberikannya pada Tiara dan satu lagi untuk Rika. Meskipun Rika tidak meminta tapi Yuda berinisiatif untuk membelikannya.“Bagaimana kondisi anakmu?” tanya Yuda, ia menggeser tubuhnya mendekat pada Rika dengan tangannya yang bertengger manis di pinggang wanita itu. Rika tersentak dengan sentuhan ti
“Tidak, aku tidak akan mendekati Mas Yuda kalau begitu.” Tiara tidak mau dianggap mengincar harta mantan kekasihnya.Ia kembali pada Yuda memang karena benar-benar mencintai lelaki itu.“Jadi sebelumnya kamu niat kembali pada Yuda?”Tiara diam tak menjawab perkataan ayahnya. Ia tidak habis pikir kenapa sang ayah tidak mencari pekerjaan saja malah mengandalkan uang pemberian dari menantunya dan sekarang mendesak Tiara. Padahal jika saja ada yang menjaga anaknya maka aiara juga mau bekerja agar tidak didesak untuk rujuk dengan mantan suaminya atau mencari lelaki kaya yang lain.“Kenapa diam? Iya kamu berniat mendekati Yuda? Bagus kalau begitu, lanjutkan. Bapak tunggu kabar baiknya.”Setelah ayahnya itu pergi Tiara menghela nafas panjang. Selama berhubungan dengan Yuda ia sama sekali tidak tahu jika lelaki itu dari kalangan atas karena Yuda sama sekali tidak menunjukkan itu dan Tiara juga tidak peduli seperti apa Yuda karena di matanya Yuda adalah sosok lelaki baik yang bertanggung jawab
“Tiara-”“Tidak perlu menjawab sekarang, Mas. Pikirkan dulu baik-baik, aku disini menunggumu. Aku tidak masalah jika kamu tetap bersama kekasihmu tapi aku memang ingin menikah denganmu.”Yuda menghela nafas panjang, mengusap wajahnya dengan kasar. Ia tidak suka situasi seperti ini, di saat dirinya baru memulai lembaran baru dengan orang baru, Tiara sang wanita dari masa lalu mahal datang begitu saja. Mungkin jika mereka bertemu sebelum Yuda bersama Rika maka lelaki itu tidak akan berpikir dua kali untuk menerima Tiara yang memang masih dicintainya, tidak akan mempermasalahkan soal status Tiara yang sudah menjadi janda dan memiliki anak.Namun semuanya berbeda sekarang ada hati lain yang harus Yuda jaga tapi ia juga tidak tega melihat Tiara seperti ini. Dulu perpisahan mereka bahkan bukan keinginan keduanya tapi paksaan dari keluarga Tiara. Dari tubuh wanita itu yang terlihat kurus, Yuda bisa menebak jika memang Tiara tidak bahagia dengan pernikahannya.“Aku harus pulang.”Tiara mengan
Bab 55 POV Author Yogas kembali ke mejanya, mencari berkas lamaran milik Rika. “Siapa lagi namanya ya?” Lelaki itu tampak mengingat-ingat karena tadi Dea menyebutkan namanya. Gagal mengingat ia langsung memanggil Dea. “Ada apa, Bos?” “Siapa nama orang baru tadi?” “Rika, Bos?” “Katakan pada Santi kal
Bab 53POV AuthorBruk!Kesialan Rika masih berlanjut saat baru saja keluar dari cafe kembali ia ditabrak orang.“Ka-”“Maaf, saya benar-benar tidak sengaja,” ujar lelaki itu setelah berjongkok dan mengambilkan tas Rika yang terjatuh.Rika yang awalnya akan marah kini urung saat melihat begitu tampan lela
Bab 52POV Author“Aaa! Jadi aku dapat keponakan lagi?” Rika kegirangan saat diberi tahu jika kakak iparnya hamil.“Pelankan suaramu itu, bayinya nanti kaget,” tegur Fadil.Zendaya yang mendengarnya tertawa, “Aish! Mengada-ada saja, mana bisa kaget. Aku saja hamil baru beberapa minggu, janinnya masih ke
Bab 51POV Author“Bang, aku cari kerja di tempat lain saja,” ujar Rika tiba-tiba.“Kenapa?”“Aku ingin benar-benar mandiri, Bang. Ingin mendapatkan uang dengan usaha sendiri. Bukannya bantuan Abang.”Rika mendengar jika ada dua orang karyawan cafe yang membicarakannya diam-diam, menangatakan tidak sehar












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore