LOGINKetika kenyataan tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Wati yang harus kehilangan keperawanannya terpaksa menghindari dari laki-laki yang disukainya. Hingga akhirnya dia menikah dengan orang yang salah dan mengalami KDRT, kemudian bercerai. Jaka adalah laki-laki yang disukai Wati. Jaka sangat ingin menikahi Wati. Namun, akhirnya harus menikahi perempuan yang menjebaknya. Saat waktu mempertemukan mereka kembali, Jaka tidak bisa membendung perasaannya pada Wati, dan tanpa pikir panjang melamar Wati untuk dijadikan istri kedua. Bagaimana kah kehidupan Wati dan Jaka? Selamat membaca. Terima Kasih.
View MorePOV: Gianna
“I can’t believe it Lucas, can you? I can’t believe that I am going to be a big sister!” I say.
Today my mom is given birth to the triplets. You heard that right my mom will have a total of five little Werewolves in a few hours. I’m the second oldest, For the last eight years it has been just me and my brother Aaron. We have so much fun together. How impolite of me, I forgot to introduce myself.
My name is Gianna Federico, and I am the daughter of Belle and Anton Federico. My dad is the Alpha and my mom the Luna. I am eight years old. My best friend Lucas and I are heading over to the pack hospital a little later. Lucas has been my best friend since I was born, his dad is my dad’s Beta. We do everything together. If I were the future Alpha, he would be my Beta!
Lucas also has a twin sister, Sierra, we are all close, but Lucas is my best friend. We hang out at the club house all the time. Of course, there is Storm, another good friend of mine, she seems to have a little crush on Aaron. How funny would that be if they were mates.
A few hours later and we made it to the pack hospital; I told Lucas I would see him later and head in. Upon reaching the maternity ward, I knock then push open the door, a huge smile plastered across on my face.
“Gianna sweetheart come here and meet your new siblings” Dad says.
Dad is holding Teekon, while mom is holding Icing and Nova.
My older brother Aaron is here with us also. He is ten and next in line to be Alpha. I smile brightly and examine my new siblings more closely.
Nova has Caramel skin, brown eyes, and curly black hair.
Icing has Olive skin, brown eyes, and straight brown hair.
While Teekon has caramel skin, hazel eyes like mom and brown curly hair.
I love my siblings; I just wish one had the same complexion as me. I am the only werewolf with porcelain skin tone.
They are all so tiny. I am excited to be a big sister. Aaron has always been a great big brother so I know he will be a great Alpha when he gets older.
I look over to Aaron with a silly smile on my face and Aaron looks so angry, he walks out the room!
“Hey Aaron, what’s up?” I ask.
“Hmph It’s nothing, mom is just a breeding machine and keeps having all these pups.
“SO?” I say.
“You don’t get it do you? Mom and dad are going to love them more than us. They are just going to keep pushing us away. The more pups they have the less love we get” Aaron says.
“That’s not true, they love us all equally. They might love you more since you are the first born and are next in line. You start your Alpha training next week, aren’t you excited?”
“I don’t want the title. I don’t want to be an Alpha! I want to be a warrior, not have the whole pack depend on me. I just want to meet my mate and be happy. Is that so much to ask?” he asks.
“I guess not, I’m going to go back in the room with mom and the triplets, then go and hang out with Lucas. I’ll see you at dinner?” I walked back into mom’s room.
Mom looks exhausted and needs some rest. The nurses take the triplets back to the pack nursery, while dad goes back to the office. I stayed a little longer with mom.
“Baby what’s wrong?” she asks.
“Nothing Mama, I just wish one of them had the same complexion as me. I am the only fair skinned werewolf in the pack.”
“Don’t worry baby, there is a plan for you, you are special! The moon goddess blessed you” she says.
“Mom, you say that to me and Aaron all the time.” I say.
“Yes, but you are truly special, you will see.”
We talked a little while longer then, I left mom and go and find Lucas.
“Lucas, none of them have my complexion. I am such an outcast. I just wanted someone to be like me. I hate being the weird one of the pack” I say.
“Don’t worry about what others think, I like you. I think you are the most beautiful werewolf I have ever seen.” Lucas says.
“Ewe Lucas, you’re my best friend!”
“It’s the truth! When we grow up, I hope I will be your mate! I am going to love you and cherish you. I am going to make sure you never feel like an outcast.”
Tiga bulan berlalu setelah kepergian Rendra. Wati sekarang sudah resmi menjadi istri Jaka secara hukum negara. Jaka sudah mendaftarkan pernikahannya melalui sidang isbat nikah di pengadilan agama. Jaka memutuskan untuk berhenti bekerja di Berau dan fokus kembali ke usaha toko phone cellnya bersama ibunya. Di samping itu Jaka juga membuka jasa service electronic , dia mempekerjakan dua karyawan. Sementara Wati, memulai kembali usaha cateringnya. Jaka mengajak Wati dan anak-anak tinggal di rumah yang pernah didiami Jaka bersama Lintang. Lintang bekerja di sebuah cafe di mall sebagai waitress. Humaira dititip dengan bu Gita yang membuka kios kecil-kecilan di depan kontrakannya. Beliau mendapat modal usaha dari Wati. Wati ingin Humaira tumbuh seperti anak-anaknya yang lain. "Bunda..." Teriak Humaira berlari ke arah Wati yang sore ini datang bersama Habibi dan Ad
Lintang datang ke rumah bu Lastri untuk menjemput Humaira. "Lintang, Aku harap Kamu bisa jaga baik-baik perasaan Humaira! Dia masih terlalu kecil untuk mengetahui permasalahan orang tuanya." Pinta Wati. "Iya. Apa mas Jaka sudah kembali ke Berau?" "Dia masih di sini, di rumah ibunya. Dia masih larut dalam emosi. Dia masih belum bisa terima kenyataan." Jawab Wati sedih. "Tolong sampaikan ma'afku pada mas Jaka." "Tentu, nanti akan Aku sampaikan." "Aku juga minta ma'af Wati, karena sudah menyakitimu." Ucap Lintang sambil menunduk. Wati mendekati Lintang. Kemudian memeluknya. "Lintang, Aku sudah lama mema'afkanmu. Sedikit pun Aku tidak membencimu. Sekarang, mulai lah hidupmu dengan baik! Hargai dirimu baik-baik! Jaga Humaira baik-baik! Sebenarnya Aku sangat ingin dia bersamaku. Dia pelengkap di keluarga kecil kami." Ucap Wati sambil tersenyum.
Seorang laki-laki terkulai lemas di atas tempat tidur pasien Rumah Sakit. Keadaan tubuhnya hanya tulang yang berbalut kulit putih pucat. Bu Lastri masuk ke dalam ruangan tersebut. Seketika mata beliau basah melihat keadaan laki-laki di hadapan beliau. Laki-laki yang beliau kenal dengan sosok tampan berbadan tinggi dan tegap. Bu Lastri hampir tidak mengenali mantan suami dari anaknya. Beliau tak bisa berkata-kata, hanya diam di hadapan Rendra. "Wati dan Aditya mana Bu?" Tanya Rendra dengan suara yang parau. "Aditya ada di luar. Wati... " Bu Lastri menghentikan ucapannya. Air mata beliau menetes. "Ma'af, Wati tidak bisa datang Rendra." "Rendra mengerti Bu kalau Wati tidak bisa mema'afkan Rendra." Ucap Rendra kecewa. "Bukan Rendra. Wati sudah mema'afkanmu. Wati bahkan sangat ingin membesukmu. Tapi... " Bu Lastri menghela nafas. "Suaminya tidak mengizinkan." "Apa Wati hi
Wati datang ke rumah bu Ratna. Bu Ratna bilang suaminya tidak mau makan dan hanya mengurung diri di kamar. Wati masuk ke dalam kamar tanpa mengetok terlebih dahulu. Dilihatnya suaminya sedang melamun menatap ke luar jendela. "Assalamu'alaikum." Ucap Wati. Jaka hanya diam. Dia sedang asyik dengan lamunannya.Wati mendekat. "Assalamu'alaikum." Ucap Wati lagi, sambil meraih tangan suaminya kemudian menciumnya. "Wa'alaikumsalam." Jaka langsung memeluk Wati. "Kenapa Abang harus mengalami ini Wati?" "Bang, berhentilah larut dalam kesedihan! Berhenti dikuasai oleh amarah! Anak-anak perlu Abang." "Abang belum siap bertemu anak-anak dalam keadaan begini Wati. Abang tidak mau mereka melihat Abang sedang rapuh." "Sampai kapan Abang mau seperti ini? Sebentar lagi cuti Abang habis." "Sakit sekali rasanya. Memang Abang tidak punya perasaan cinta terhadap Lintang, tapi sejak d
Humaira tertidur di dalam pelukan Jaka. Diletakkannya Humaira di atas kasur dalam kamar bu Ratna. Di tatapnya gadis kecil itu. Gadis kecil yang tidak berdosa. Air mata Jaka jatuh."Jaka, apa yang terjadi?" Ibu Ratna mengagetkan Jaka. Buru-buru Jaka mengusap air mata
Tangis si kecil membuat ramai suasana di rumah Wati dan Jaka. Sampai-sampai Jaka enggan pulang ke rumah istri pertamanya, begitu pula ibunya."Abang ngga boleh begitu! Abang harus pulang! Sudah waktunya Abang bersama istri pertama Abang." Ucap Wati. Jaka memeluk Wat
"Abang... Wati keluar air terus Bang." Beritahu Wati ke Jaka yang baru pulang dari Masjid untuk shalat subuh."Maksudnya?" Jaka terkejut."Mau lahiran Bang.""Ya sudah, ayo berangkat." Jaka langsung menggande
Ibu Jaka memeluk erat Wati saat tiba di kontrakan Jaka dan Wati. Padahal ibu Jaka tidak begitu kenal dengan Wati. Beliau hanya mendengar tentang Wati dari Jaka anaknya. Beliau percaya kali ini anaknya tidak akan salah memilih istri. Wati tidak pernah berani menghubungi ibu Jaka, karena dia taku












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews