แชร์

Bab 14

ผู้เขียน: Martimbul siregar
last update วันที่เผยแพร่: 2026-10-16 14:56:15

Tepat di tengah-tengah bukit merah, Jaka mendarat, dan tetua Shin Jia telah menunggu kedatangan Jaka Srenggi.

"Jangan pura-pura tidak mengenal diriku, Jaka Srenggi !" teriak tetua Shin Jia saat melihat wajah Jaka Srenggi yang masih mencoba ingat-ingat siapa dirinya.

"Aku seperti mengenal dirimu, namun dimana?" kata Jaka Srenggi.

"Jangan tidak ingat dengan diriku, Kurang ajar. Kita memang telah tak bertemu dua ratus tahun lamanya, namun aku tak melupakan kekalahan darimu, Jaka Srenggi, aku tetua Shin Jia! Aku, kau kalahkan saat berada di kekaisaran Tang, keparat!" maki tetua Shin Jia.

"Aku sudah ingat, bagaimana di neraka ini, tetua? Apa menyenangkan?"

"Kurang ajar!"

Haaaaaaaaaaa!!

Tetua Shin Jia tidak mampu menahan diri lagi, dan langsung kerahkan tenaga dalam, dan menekan Jaka Srenggi dengan tekanan yang sangat kuat.

"Kau meningkat saat sudah berada di neraka ini, tetua Shin Jia!" kata Jaka Srenggi.

"Kurang ajar, hadapi aku!" teriak tetua Shin Jia dan akan maju menyerang Jaka Srenggi.

"Tunggu!" teriak satu suara.

Huppppp!

Satu tubuh melompat dari atas bukit, dan ia memiliki aura yang kuat, dan bahkan Jaka Srenggi tertekan karena aura yang ia miliki.

Dia mendarat tepat di antara Jaka Srenggi dan tetua Shin Jia.

"Kita bertemu lagi, Jaka Srenggi!" kata sosok yang tak lain adalah dewa perang Shu Ban.

"Dewa perang Shu Ban!" desis Jaka Srenggi.

Saat dewa perang Shu Ban melompat, dan mendarat di arena pertarungan, semua roh yang ada di sekitar bukit berdiri dan bingung alasan dewa perang Shu Ban turun ke arena pertarungan.

"Akhirnya kau datang juga ke neraka kekuatan ini, Jaka Srenggi! Aku sudah lama menunggu kedatangan dirimu!" kata dewa perang Shu Ban.

"Dewa Perang Shu Ban, apa yang kau lakukan?" bentak tetua Shin Jia.

"Diam Shin Jia, aku yang akan berhadapan dengan Jaka Srenggi!" bentak Dewa perang Shu Ban.

"Aku yang lebih dahulu menantang Jaka Srenggi, bagaimana bisa kau yang bertarung melawan dia?"

"Jangan coba-coba denganku!" kata dewa perang Shu Ban dan menatap ke arah tetua Shin Jia.

Dewa perang Shu Ban melangkah ke arah Jaka Srenggi dengan aura yang sangat kuat, dan itu memang menekan Jaka Srenggi.

"Hadapi aku Jaka Srenggi!" teriak dewa perang Shu Ban.

Haaaaaaaaaaa!!

Dewa perang Shu Ban tak mampu menahan amarahnya, dan sudah kerahkan tenaga dalam untuk menyerang Jaka Srenggi.

Whusssssssss!!

Tiba-tiba saja, satu cahaya merah datang dari atas, dan itu hantam pijakan kaki di depan dewa perang Shu Ban.

"Jangan membuat kekacauan di sini, Shu Ban!" teriak satu suara.

Semua mata melihat ke arah suara itu, dan ia tak lain adalah penjaga neraka tingkat sembilan.

"Aku yang akan bertarung melawan Jaka Srenggi, tetua Shin Jia sudah mundur dari pertarungan ini!" kata dewa perang Shu Ban.

"Bukan kau yang memutuskan, tapi Jaka Srenggi yang akan memutuskan siapa yang dia hadapi, kau atau tetua Shin Jia?" kata penjaga neraka yang melayang di atas arena pertarungan.

Kali ini semua mata menatap ke arah Jaka Srenggi, dan semua orang menunggu keputusan dari Jaka Srenggi.

"Jaka Srenggi, siapa yang akan kau hadapi?" tanya penjaga neraka tingkat sembilan.

Semua mata lagi-lagi menatap Jaka Srenggi.

"Jaka Srenggi, ayo hadapi aku!" tantang dewa perang Shu Ban.

"Karena tetua Shin Jia yang menantang diriku lebih dahulu, maka aku akan hadapi dia!" kata Jaka Srenggi.

Jawaban Jaka Srenggi sudah cukup sebagai jawaban kalau Jaka Srenggi menolak tantangan dari dewa perang Shu Ban.

"Kau pengecut Jaka Srenggi!" teriak dewa perang Shu Ban.

"Kita masih memiliki banyak waktu, dewa perang Shu Ban! Lain kali kau yang akan aku hadapi!" kata Jaka Srenggi.

"Keparat!" maki Dewa perang Shu Ban.

Penjaga neraka tingkat sembilan melotot pada dewa perang Shu Ban.

"Untuk apa lagi kau di atas arena itu, Shu Ban! Segera pergi dari sana. Biarkan Jaka Srenggi bertarung dengan tetua Shin Jia!" teriak penjaga neraka tingkat sembilan itu.

"Sialan!" teriak dewa perang Shu Ban.

Huppppp!!

Mau tak mau, dewa perang Shu Ban melompat dan meninggalkan Jaka Srenggi. Meskipun ia ingin bertarung, namun dia memilih ikuti aturan yang ada di dalam neraka kekuatan itu.

"Saatnya akan tiba dimana kau akan kalah dariku, Jaka Srenggi!" teriak dewa perang Shu Ban.

"Kau nantinya akan aku hadapi!" kata Jaka Srenggi.

Kini perhatian Jaka Srenggi terfokus pada tetua Shin Jia. Lawan pertama Jaka Srenggi di arena pertarungan di neraka tingkat sembilan.

"Kenapa kau memilih diriku, Jaka Srenggi?" tanya tetua Shin Jia.

"Heheh, aku hanya ingin mencoba bagaimana tingkat kekuatan di neraka kekuatan ini. Dan kau akan jadi orang pertama yang akan aku coba!" kata Jaka Srenggi.

"Kurang ajar, kau akan menyesali ini, Jaka Srenggi!" teriak tetua Shin Jia.

Memang bukan tanpa alasan Jaka Srenggi memilih tetua Shin Jia. Jaka Srenggi sudah merasakan kekuatan dari dewa perang Shu Ban, dan Jaka Srenggi yakini dia akan susah payah untuk melawan dewa perang itu.

Oleh karena itu, Jaka Srenggi memilih tetua Shin Jia. Jaka Srenggi akan bertarung lagi, sekalian ingin memulihkan semua ingatan pertarungan yang ia miliki saat berada di dunia.

"Kau ingin mencoba kekuatan yang aku miliki bukan, baik, aku maju!" teriak tetua Shin Jia.

"Akan aku ladeni!" teriak Jaka Srenggi.

Hiatttttt!!

Jaka Srenggi dan tetua Shin Jia sama-sama maju, dan sama-sama arahkan pukulan terkuat yang mereka miliki.

Bammmmmmm!!

Kepalan tangan dua penghuni neraka kekuatan itu beradu, dan hasilnya tetua Shin Jia terpelanting hingga tubuhnya menabrak bukit merah.

"Tidak mungkin!" desis tetua Shin Jia tak percaya.

"Kau meningkat di dalam neraka ini tetua Shin Jia, namun kau masih tetap bukan lawan bagiku!" kata Jaka Srenggi.

"Itu tidak mungkin! Aku sudah berusaha keras demi hari ini!" teriak tetua Shin Jia.

"Sayang sekali, semua usahamu harus berakhir sia-sia," kata Jaka Srenggi.

"Diam! Apa kau pikir kau sudah menang? Tidak! Kau belum menang Jaka Srenggi!" teriak tetua Shin Jia.

Hiatttttt!!

Tetua Shin Jia maju lagi, dan mencecar Jaka Srenggi dengan serangan yang tak ada habisnya.

"Tubuh ini masih kaku dalam pertarungan ini, aku belum bisa bergerak sebebas yang aku lakukan selama ini!" gumam Jaka Srenggi.

Plakkkkkk!!

Dan karena gerakan Jaka Srenggi yang belum bebas, satu pukulan tetua Shin Jia bersarang di dada Jaka Srenggi.

Brukkkkkk!!

Jaka Srenggi terjatuh, dan itu memberikan rasa puas pada tetua Shin Jia.

"Bagiamana Jaka Srenggi, apa kau merasakan kekuatan dariku?" kata tetua Shin Jia.

"Langkah langit!" ucap Jaka Srenggi tiba-tiba.

Jurus langkah langit membuat gerakan Jaka Srenggi sangat cepat, dan tahu-tahu sudah ada di hadapan tetua Shin Jia.

"Kau terlambat tetua Shin Jia!"

Bammmmmmm!!

Dada tetua Shin Jia dihantam sangat keras, dan serangan itu membuat tetua Shin Jia terkapar, dan perlahan-lahan berubah jadi asap dan hilang dari pandangan mata Jaka Srenggi.

"Apakah sudah selesai?" tanya Jaka Srenggi.

"Tidak! Aku belum menyerah!" kata tetua Shin Jia yang tahu-tahu telah ada di belakang Jaka Srenggi dengan serangan yang cepat.

Huppppp!!

Jaka Srenggi menghindar, dan menjauh dari serangan tetua Shin Jia.

"Bukankah kau sudah aku kalahkan?" kata Jaka Srenggi.

"Iya, namun aturan di arena pertarungan ini, jika lawan belum menyerah, maka pertarungan akan terus berlangsung meskipun hingga dunia kiamat!" kata tetua Shin Jia.

"Gila, aku tidak mungkin bertarung selama ini!" kata Jaka Srenggi.

"Kalau begitu, berlutut padaku, dan mohon ampun di hadapan semua orang!" kata tetua Shin Jia.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 14

    Tepat di tengah-tengah bukit merah, Jaka mendarat, dan tetua Shin Jia telah menunggu kedatangan Jaka Srenggi."Jangan pura-pura tidak mengenal diriku, Jaka Srenggi !" teriak tetua Shin Jia saat melihat wajah Jaka Srenggi yang masih mencoba ingat-ingat siapa dirinya. "Aku seperti mengenal dirimu, namun dimana?" kata Jaka Srenggi."Jangan tidak ingat dengan diriku, Kurang ajar. Kita memang telah tak bertemu dua ratus tahun lamanya, namun aku tak melupakan kekalahan darimu, Jaka Srenggi, aku tetua Shin Jia! Aku, kau kalahkan saat berada di kekaisaran Tang, keparat!" maki tetua Shin Jia."Aku sudah ingat, bagaimana di neraka ini, tetua? Apa menyenangkan?" "Kurang ajar!"Haaaaaaaaaaa!!Tetua Shin Jia tidak mampu menahan diri lagi, dan langsung kerahkan tenaga dalam, dan menekan Jaka Srenggi dengan tekanan yang sangat kuat. "Kau meningkat saat sudah berada di neraka ini, tetua Shin Jia!" kata Jaka Srenggi."Kurang ajar, hadapi aku!" teriak tetua Shin Jia dan akan maju menyerang Jaka Sren

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 13

    Jaka Srenggi sungguh kaget karena ucapan penjaga neraka tingkat sembilan itu, dan Jaka Srenggi sungguh ingin tahu apa alasannya.Namun sebelum Jaka Srenggi bertanya, panjaga neraka itu sudah bisa menebak apa yang akan Jaka Srenggi tanyakan itu. "Jangan lupa saat ini kau berada dimana, Jaka Srenggi? Saat ini kau berada di neraka kekuatan, dan kematian karena pertarungan hal biasa di sini. Dan itu wajib kau hadapi, jika kau menolak, maka hukuman yang tak bisa kau bayangkan akan kau terima!" kata penjaga neraka itu. "Ini sungguh aneh!" kata Jaka Srenggi."Diam Jaka Srenggi, jangan harap kau akan dapatkan keistimewaan, kau sama dengan semua yang ada di neraka ini. Jadi terima tantangan itu, dan ikuti aturan yang ada di neraka tingkat sembilan ini!" kata Penjaga neraka itu. "Baiklah, apa boleh buat!" kata Jaka Srenggi.Setelah Jaka Srenggi katakan itu, barulah penjaga neraka itu tinggalkan Jaka Srenggi, dan semua orang penasaran siapa orang yang menantang Jaka Srenggi itu. "Aku yakin,

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 12

    Beberapa purnama sebelumya, saat Jaka Srenggi masih berada dalam belenggu neraka. Seorang lelaki dengan pakaian kuning masuk ke neraka kekuatan, dan pakaian yang ia gunakan bukan pakaian yang biasa, namun itu adalah jubah pelindung yang ia miliki.Saat ia masuk ke neraka kekuatan, semua penghuni neraka gempar karena keberadaan dirinya dalam di neraka. "Tidak mungkin! Dia tidak mungkin ada di sini!" kata dewa perang Shu Ban.Dewa perang Shu Ban merupakan penghuni terkuat di neraka kekuatan, dan dia berada di posisi puncak dari semua yang terkuat di neraka kekuatan itu. Namun, hadirnya orang itu membuat neraka kekuatan cukup gempar, dan yakin kalau posisi dewa perang Shu Ban akan segera digusur oleh orang yang baru datang itu. Sosok itu tak lain adalah Dewa Ra, dia dikatakan sebagai salah satu dewa pelindung Sang Penguasa, namun tak ada yang tahu hingga ia masuk ke dalam neraka Kekuatan.Sesuai dengan dugaan semua penghuni neraka kekuatan, hal pertama yang dilakukan oleh dewa Ra ad

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 11

    Selama beberapa hari di dalam ruangan panas, Jaka Srenggi terus menerus menyerap energi murni dari api neraka. Hal itu membuat tubuh Jaka Srenggi dipenuhi dengan aura panas yang sangat kuat, dan rasanya Jaka Srenggi ingin tumpahkan semuanya lewat satu pukulan. Jaka Srenggi berusaha untuk bebaskan diri dari totokan dewa Jasin, namun ternyata totokan itu sangat kuat."Sungguh tak ku duga kalau kekuatan totokan dewa Jasin sangat kuat," kata Jaka Srenggi.Setelah itu, Jaka Srenggi memilih untuk duduk lagi, namun kali ini dia tak lagi menyerap energi murni dari api neraka karena dia merasa semuanya sia-sia kalau dia tak bisa lepas dari totokan dewa Jasin. Baru saja Jaka Srenggi menutup matanya, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, dan dewa Jasin sudah ada di pintu ruangan itu. "Ikuti aku, Jaka Srenggi!" kata dewa Jasin. "Kita akan kemana?" tanya Jaka Srenggi."Tidak usah banyak tanya, ikuti saja aku!" kata dewa Jasin dan langkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan berhawa panas itu.

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 10

    Bersama dengan dewa Jasin, Jaka Srenggi dibawa masuk ke dalam neraka tingkat tiga, dan reaksi yang diperlihatkan oleh penjaga neraka tingkat tiga sungguh kaget bukan kepalang. "Dewa perang Jaka Srenggi!" desis penjaga neraka tingkat tiga itu. "Masukkan dia ke salah satu ruangan!" kata dewa Jasin. "Baik!" kata penjaga neraka itu. Dengan gemetaran penjaga neraka itu membawa Jaka Srenggi ke salah satu ruangan yang sangat panas, dan meninggalkan Jaka Srenggi di dalam ruangan itu. "Dewa Jasin, untuk apa kau bawa dewa perang Jaka Srenggi ke neraka tingkat tiga?" tanya penjaga neraka tingkat tiga. "Aku tak tahu harus bawa dia kemana? Tidak mungkin aku langsung bawa dia ke neraka tingkat sembilan!" "Kenapa tidak mungkin?""Itu akan membuat Jaka Srenggi curiga, penjaga neraka!" kata dewa Jasin. "Aku tidak menerima dia di sini, ikut denganku!" kata penjaga neraka tingkat tiga. Dewa Jasin mengerutkan dahinya, dan ikuti penjaga neraka, dan ternyata mereka menuju ke arah ruangan dewa nera

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 9

    Pilihan demi pilihan selalu yang jadi hukuman bagi Jaka Srenggi saat berada di neraka tingkat dua saat ini. Namun, hingga saat ini, satu pun tak pernah Jaka Srenggi memberikan jawaban yang tepat."Jaka Srenggi, sesungguhnya apa yang ada dalam pikiranmu?" "Aku selalu mengikuti apa kata hatiku, aku tidak akan melibatkan emosi dalam memilih sesuatu!" kata Jaka Srenggi."Jika hanya itu yang ada dalam hidupmu, bagaimana bisa kau jadi seorang dewa perang?""Sepertinya pertanyaan itu bukan untukku, tapi pada Sang Penguasa!" kata Jaka Srenggi dengan sangat tenang. "Aku tidak tahu harus berkata apa lagi padamu Jaka Srenggi, kau sungguh terlalu tidak tahu apa-apa!" "Berikan saja aku pilihan yang berikutnya!" kata Jaka Srenggi."Ini akan jadi pilihan yang terakhir untukmu, dan aku harap kau bisa memberikan pilihan ataupun jawaban yang tepat!""Akan aku usahakan!" kata Jaka Srenggi."Aku ingin kau menjawab ini dengan benar, cobalah untuk benar, satu saja, Jaka Srenggi!" "Akan aku usahakan!"

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status