Share

392.

Author: Dre LA
last update publish date: 2026-09-25 22:11:48

“Dan kuli miskin yang berdiri di belakangmu itu akan diseret petugas keamanan keluar dari gedung ini sekarang juga!”

Ruangan rapat seketika bergemuruh oleh bisik-bisik persetujuan dari para pemegang saham trah Wijaya.

Bayu melangkah maju satu tapak, mencondongkan tubuh tegapnya seraya menatap Dinda dan Paman Tirta dengan sorot mata membunuh.

“Siapa pun yang berani melangkah satu jengkal mendekati kursi Nyonya Selin akan berhadapan langsung dengan tinju saya,” ancam Bayu dengan suara barito
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   396.

    Lampu tidur di sudut kamar temaram, membiaskan cahaya keemasan di atas meja rias marmer yang dingin. Di hadapan cermin besar, Nyonya Selin duduk terpaku seraya menatap sebatang alat uji kehamilan yang tergeletak bisu dengan satu garis merah tegas. Keheningan malam kian menusuk ulu hati wanita itu saat jemari lentiknya bergetar menyingkirkan benda plastik tersebut ke sudut meja. Meskipun dokter spesialis kandungan tempo hari telah memastikan rahimnya sehat dan gejala mualnya murni akibat stres berat, harapan di dasar hatinya belum pernah benar-benar padam. Dua telapak tangan Nyonya Selin perlahan turun, meraba perut ratanya yang terbalut gaun tidur sutra beraroma stroberi lembut. Rongga dadanya mendadak terasa sesak dihantam bayang-bayang masa lalu yang begitu menyiksa batin. "Kenapa... kenapa masih belum ada tanda-tanda kehidupan di sini?" bisik Nyonya Selin dengan bibir ranum yang bergetar menahan tangis. Kata-kata keji dari Bram bertahun-tahun silam mendadak bergaung kembali

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   395.

    Tari lekas bangkit memeluk pinggang kakaknya dan Selin secara bersamaan seraya tersenyum riang. “Selamat ya, Mas Bayu, Mbak Selin! Tari senang sekali sekarang punya kakak perempuan yang luar biasa baik hati!” seru gadis kecil itu riang gembira. Suasana haru dan penuh kehangatan keluarga itu disambut tepuk tangan meriah dari seluruh tamu undangan yang menyaksikan. Pesta resepsi malam hari berlanjut dengan kemegahan jamuan makan malam tanpa ada satu pun gangguan dari para perusuh masa lalu. Bram, Dinda, dan Paman Tirta kini telah resmi mendekam di balik jeruji sel tahanan mapolda menanti jadwal persidangan kasus korupsi dan perampokan mereka. Waktu menunjukkan pukul sebelas malam saat pesta perayaan mewah tersebut akhirnya usai dengan sempurna. Bayu dan Selin melangkah masuk ke dalam kamar presidential suite di lantai teratas hotel berbintang itu. Pintu kayu jati ganda berukir otomatis terkunci rapat begitu daun pintu menutup, menyisakan kesunyian yang intim di antara mere

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   394.

    Balai pernikahan megah di hotel bintang lima kawasan Jakarta Pusat tampak berkilau disiram cahaya lampu gantung kristal yang megah. Aroma wangi rangkaian melati segar dan mawar putih merebak semerbak, menyatu dengan alunan lembut tembang Jawa klasik yang dibawakan orkestra modern. Bayu berdiri tegak di depan meja penghulu, mengenakan beskap pengantin modern berwarna hitam beludru yang berhias sulaman benang emas murni. Potongan baju adat berkelas itu mencetak sempurna ketegapan pundak dan dada bidang sang pemuda desa, memancarkan wibawa pria terhormat yang memikat perhatian para tamu undangan. Bisik-bisik kagum dari para pejabat direksi Wijaya Group dan rekanan bisnis terdengar di sepanjang lorong aula. Pintu ganda berukir emas di ujung aula perlahan terbuka lebar. Nyonya Selin melangkah anggun menyusuri karpet merah panjang, digandeng oleh seorang sesepuh keluarga Wijaya yang netral dan tulus menyayanginya. Balutan kebaya pengantin brokat sutra putih gading bertabur k

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   393.

    Dua petugas kejaksaan bergerak cepat memasang borgol baja ke kedua pergelangan tangan Paman Tirta di depan meja rapat. Pria paruh baya itu tertunduk lunglai tanpa daya saat digiring melangkah menuju pintu keluar ruang pertemuan direksi. Melihat ayahnya diseret aparat, sorot mata Dinda mendadak berubah liar dipenuhi kegilaan yang memuncak. “Aku tidak sudi membusuk di penjara sendirian, Selin!” jerit Dinda seraya merogoh belati lipat kecil dari balik jaket bulunya. Gadis bergaun merah itu melompat kalap menerjang ke arah Nyonya Selin dengan mata pisau mengarah lurus ke leher sang kakak tiri. Bayu tidak membuang waktu sedetik pun. Kewaspadaan tinggi seorang sopir pribadi yang terbiasa membaca situasi jalanan membuat gerakan Bayu melesat mendahului sabetan senjata tersebut. Telapak tangan kanan Bayu mencengkeram pergelangan tangan Dinda di udara, lalu memutarnya ke bawah dengan kuncian presisi tanpa cela. KLEK! Belati lipat itu terlepas berdenting ke lantai karpet, disusul jerit

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   392.

    “Dan kuli miskin yang berdiri di belakangmu itu akan diseret petugas keamanan keluar dari gedung ini sekarang juga!” Ruangan rapat seketika bergemuruh oleh bisik-bisik persetujuan dari para pemegang saham trah Wijaya. Bayu melangkah maju satu tapak, mencondongkan tubuh tegapnya seraya menatap Dinda dan Paman Tirta dengan sorot mata membunuh. “Siapa pun yang berani melangkah satu jengkal mendekati kursi Nyonya Selin akan berhadapan langsung dengan tinju saya,” ancam Bayu dengan suara bariton berat yang langsung meredam kegaduhan. Otot bisep Bayu menegang kaku di balik lengan jasnya, menebarkan ancaman fisik nyata yang membuat para sekuriti di sudut ruangan memilih menunduk diam. Nyonya Selin mengangkat tangan kanannya secara anggun, memberi kode agar Bayu tetap tenang di posisinya. Wanita berwibawa itu menyandarkan punggungnya di kursi kulit hitam seraya melipat jari-jemarinya di atas meja. Sebuah tawa renyah nan dingin meluncur dari bibir ranum Nyonya Selin, memecah kehen

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   391.

    Sedan hitam mewah itu melaju membelah jalanan protokol ibu kota yang mulai padat oleh kendaraan. Di balik kemudi, Bayu mengenakan setelan jas hitam pas badan yang dihadiahkan langsung oleh sang majikan pagi tadi. Bahan wol wol premium itu mencetak ketat lebar pundak dan ketebalan dada bidang sang pemuda desa, melenyapkan kesan kuli panggul yang melekat selama bertahun-tahun. Nyonya Selin duduk tenang di kursi penumpang depan seraya memeriksa lembaran berkas audit forensik di atas pangkuannya. Aroma wangi parfum stroberi kelas atas menguar lembut dari leher jenjang sang nyonya, memenuhi kabin kendaraan berpendingin udara tersebut. “Jas itu membuatmu terlihat sangat berwibawa, Bayu,” puji Nyonya Selin seraya melirik sopir pribadinya dengan senyuman tipis. Bayu tersenyum tipis seraya menatap kaca spion tengah dengan cengiran khasnya yang bersahaja. “Rasanya agak kaku, Nyonya... terbiasa pakai kaos oblong tipis dan celana kain rombeng waktu di kampung halaman.” Nyonya Se

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   1. Puasin Aku

    "Sayang, satu kali lagi, dong. Please, Sayang. Aku belum puas nihh...."Suara rengekan Nyonya Selin, istri bos tempat Bayu bekerja, tak sengaja didengar oleh Bayu yang siap menjemput sang bos untuk berangkat kerja. Dia baru seminggu bekerja di sini, karena membutuhkan biaya untuk sekolah adiknya di

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   6. Pak Bram Selingkuh?

    Nyonya Selin menatap kedua pelayan wanitanya dengan ekspresi datar, lalu berkata dengan nada sedingin es, "Besok akan ada acara penting di rumah ini. Kamu, Lastri, bersihkan seluruh toilet dan dapur. Sementara kamu, Sumi, bereskan kamar atas.""B-baik, Nyonya.""Dan kamu, Bayu...."Tatapan Nyonya S

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   5. Malam Panas

    "I-ya, Nyonya?"Bayu menoleh, dan Nyonya Selin melemparkan sebuah kedipan mata yang super menggoda. Kedipan yang seketika membuat Si Gatot di dalam celana Bayu kembali mendadak berdenyut kencang."Nggak ada, makasih untuk hari ini, ya."Bayu mengangguk dan berjalan gontai menuju kamar pembantu di p

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   4. Mimpi Basah

    Bayu menggenggam kedua tangannya sendiri, tubuhnya gemetar hebat. Pikiran tentang masa depannya yang di ujung tanduk karena menyinggung majikan, membuat dirinya panik bukan main.'Aduh, bodoh banget sih kamu, Bay! Kalau dipecat, gimana nasib sekolah adik di desa? Gimana biaya berobat Ibu?'"Saya cu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status