Share

Memancing Bayu.

Author: Dre LA
last update publish date: 2026-09-02 20:55:15

Di saat yang sama, di pusat kota Jakarta.

Bayu melangkah menyusuri lorong kos VIP itu dengan napas yang sedikit memburu. Malam ini, staminanya berada di titik terendah. Ia belum mendapatkan 'jatah' nektarnya sejak kemarin. Tubuhnya yang telah kecanduan hormon dan nutrisi gelap dari Maya meronta, meminta pelampiasan.

Ia merogoh kunci sakunya dan membuka pintu kamar.

"May, aku datang—"

Kalimat Bayu terputus.

Kamar itu kosong. Lampu menyala terang, AC berhembus dingin, tapi tidak ada s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   388.

    Tuntutan liar itu seketika membuat jakun Bayu bergerak naik turun menelan ludah dengan tenggorokan kering. Sentuhan paha mulus Dinda yang bergesek di celana kerjanya membuat Si Gatot di balik ritsleting mendadak berkedut kaku menantang batas. 'Aduh biyung, anak gundik ini benar-benar kesetanan minta dijamah di tempat umum!' rintih batin Bayu seraya menahan laju darah lelakinya yang mendidih. "Lepaskan tangan Anda, Nona Dinda! Jangan membuat saya bersikap kasar kepada perempuan!" gertak Bayu seraya mencengkeram kedua pergelangan tangan Dinda. Bukannya takut, Dinda justru membiarkan tangannya dicengkeram seraya sengaja membusungkan dadanya ke arah wajah sang pemuda. "Tampar aku kalau berani, Mas! Cabik gaun tipisku ini sekarang juga!" tantang Dinda dengan suara serak yang memancing birahi liar. "Sentuh aku sepuasmu sampai aku lemas di atas kap mobil ini!" Dinda memejamkan mata seraya mendesahkan napas panas beraroma vanila tepat di leher jenjang Bayu. "Tubuhku jauh lebih

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   387.

    Bayu tidak membuang waktu sedetik pun dan langsung menempelkan bibirnya di atas bibir ranum sang majikan. Pagutan bibir yang basah dan panas seketika meledak di tengah temaram kamar utama. Nyonya Selin melenguh panjang seraya meremas helaian rambut pendek sang sopir, menyambut hisapan liar pemuda desa yang menuntut kepasrahan mutlak. Telapak tangan kekar Bayu meluncur turun meraba pinggang ramping majikannya, lalu meremas lembut sisi luar pinggulnya dengan ritme yang memabukkan. "Ahhh... Bayuuu... sentuhanmu luar biasa nikmat..." desah Nyonya Selin di sela-sela ciuman mereka yang semakin dalam. Bayu menurunkan lumatan bibirnya menyusuri perpotongan leher jenjang sang nyonya, memberikan kecupan hangat dan gigitan manja yang membakar aliran darah. Kaki jenjang Nyonya Selin melingkar erat di pinggang kokoh Bayu, menarik tubuh kekar sang pemuda agar semakin tenggelam menekan tubuh moleknya. Gesekan kain dan sentuhan kulit yang basah oleh keringat halus menciptakan melodi gai

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   384.

    Pintu ganda kamar tidur utama berderit pelan saat Bayu memutar anak kunci kuningan hingga berbunyi klik dua kali. Suasana hening seketika menelan segala hiruk-pikuk ancaman Dinda dan intrik keluarga besar Wijaya di luar sana. Nyonya Selin menjatuhkan tas jinjingnya ke atas meja rias, lalu melepaskan sepasang sepatu hak tinggi dengan gerakan lunglai. Blazer hitam berkelas yang membungkus tubuhnya perlahan ditanggalkan, menyisakan gaun tidur sutra merah marun bertali tipis yang membalut lekuk tubuh sintal menyerupai gitar spanyol. Aroma wangi parfum stroberi yang pekat bercampur kehangatan tubuhnya seketika meruap, memenuhi seisi ruangan berpendingin udara. Wanita anggun itu duduk di tepi ranjang king size, menundukkan kepala seraya memijat pelipisnya yang berdenyut nyeri. "Pundakku rasanya berat sekali, Bayu... seluruh sendi tubuhku terasa kaku menahan amarah sejak dari rumah sakit tadi," keluh Nyonya Selin dengan nada suara serak nan rapuh. Bayu melangkah mendekat deng

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   383.

    "Bagaimana kamu bisa berada di lantai khusus ini?!" semprot Nyonya Selin dengan amarah yang seketika mendidih kembali. Dinda tertawa melengking seraya melangkah mendekat dengan dentingan hak tinggi yang arogan. "Uang seratus juta bisa membeli mulut perawat laboratorium mana pun untuk membocorkan hasil tes darahmu, Kak Selin!" seringai Dinda seraya mengibaskan kertas laporan tersebut ke depan wajah sang kakak tiri. "Ternyata dugaanku dan para tetua keluarga tempo hari tepat seratus persen!" Dinda menatap Nyonya Selin dengan tatapan meremehkan yang membakar ulu hati. "Kamu cuma janda mandul yang pura-pura bunting demi menjerat brondong desa dan mengamankan kursi direksi!" caci Dinda tanpa belas kasihan. Rahang Bayu mengeras kaku mendengar hinaan kotor itu dilontarkan kembali kepada wanita yang dipujanya. Bayu melangkah maju satu tapak besar, menempatkan tubuh tegapnya menghadang langkah sang adik tiri. "Tutup mulut berbisa Nona sekarang juga sebelum saya menyeret Anda

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   382.

    Telapak tangan besar Bayu yang kasar bergerak menelusuri lekuk pinggang sang nyonya, lalu meremas lembut aset kebanggaan majikannya dengan ritme yang memabukkan. Sentuhan penuh kepemilikan itu membuat punggung Nyonya Selin melengkung pasrah di atas permukaan jok kulit. "Lepaskan kemejamu, Bay... aku mau merasakan kulit kasarmu menempel langsung di tubuhku," bisik Nyonya Selin seraya menarik kancing baju sang pemuda hingga terlepas. Bayu menyentakkan kemeja hitamnya ke lantai mobil, mengekspos otot dada dan perut kotak-kotak khas kuli bangunan yang berkilat oleh keringat hangat. Ketika permukaan dada bidang sang pemuda menekan lembut dua buah melon kenyal milik sang nyonya, desahan panjang kembali pecah membelah keheningan. "Ahhh... tubuhmu selalu terasa sangat panas, Bay," rintih Nyonya Selin seraya mengusap garis otot punggung Bayu yang kokoh. "Buktikan padaku malam ini bahwa tidak ada wanita lain yang berhak menikmati keperkasaan ini selain diriku!" Bayu menyeringai ti

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   381.

    "Dulu kamu mencoba merayu Bram, dan sekarang kamu mengemis kenikmatan pada pria yang setiap malam memuja tubuhku sampai fajar menyingsing!" Mata Dinda berkilat murka seraya berusaha menepis cengkeraman kuku berpoles merah menyala di dagunya. "Kak Selin cuma menang harta warisan!" semprot Dinda dengan napas tersengal-sengal menahan sakit. "Tubuhku jauh lebih kencang, ranum, dan liar untuk memuaskan kejantanan Mas Bayu dibanding rahimmu yang ringkih itu!" Nyonya Selin melepaskan cengkeramannya seraya mengibaskan tangan dengan ekspresi jijik layaknya baru saja menyentuh sampah jalanan. Wanita berkelas itu kemudian berbalik menatap Bayu, lalu membelai lembut rahang kokoh sang sopir pribadi. "Katakan di depan wajah adik tiriku yang gatal ini, Bayu..." bisik Nyonya Selin seraya menuntun telapak tangan kasar Bayu mendarat tepat di atas perut ratanya. "Siapa satu-satunya wanita yang berhak menikmati keringat, kesetiaan, dan tenagamu seumur hidupmu?" Dinda menatap nanar seray

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   6. Pak Bram Selingkuh?

    Nyonya Selin menatap kedua pelayan wanitanya dengan ekspresi datar, lalu berkata dengan nada sedingin es, "Besok akan ada acara penting di rumah ini. Kamu, Lastri, bersihkan seluruh toilet dan dapur. Sementara kamu, Sumi, bereskan kamar atas.""B-baik, Nyonya.""Dan kamu, Bayu...."Tatapan Nyonya S

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   5. Malam Panas

    "I-ya, Nyonya?"Bayu menoleh, dan Nyonya Selin melemparkan sebuah kedipan mata yang super menggoda. Kedipan yang seketika membuat Si Gatot di dalam celana Bayu kembali mendadak berdenyut kencang."Nggak ada, makasih untuk hari ini, ya."Bayu mengangguk dan berjalan gontai menuju kamar pembantu di p

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   4. Mimpi Basah

    Bayu menggenggam kedua tangannya sendiri, tubuhnya gemetar hebat. Pikiran tentang masa depannya yang di ujung tanduk karena menyinggung majikan, membuat dirinya panik bukan main.'Aduh, bodoh banget sih kamu, Bay! Kalau dipecat, gimana nasib sekolah adik di desa? Gimana biaya berobat Ibu?'"Saya cu

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   3. Pijat Aku

    Meski agak terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba Nyonya Selin, Bayu tetap menjawab dengan suara agak terbata-bata, "L-lumayan, Nyonya. Waktu di kampung, saya sering memijat orang tua sepulang kerja di sawah."Jujur saja otaknya sudah mulai berpikir yang tidak-tidak saat ditanya seperti itu oleh Nyon

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status