LOGIN"Tidak peduli berapa kali kita mengulang waktu, kamu dan aku akan tetap menjadi musuh satu sama lain. Tidakkah kamu mengerti? Tragedi ini tidak akan pernah selesai, sebelum salah satu dari kita mati terlebih dahulu." Di kehidupan sebelumnya, Ariana hidup sebagai duchess bodoh yang melepaskan kekuasaan keluarga hanya demi cintanya pada putra mahkota. Kesalahannya itu membuat wilayahnya hancur, seluruh keluarganya musnah, sementara Ariana diracun dan ditinggalkan setelah dia tidak lagi berguna. Pada akhirnya Ariana mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai teratas kastil yang dia tempati dan mati dengan penyesalan. Diberi kesempatan kedua, Ariana kembali pada masa di mana tragedi itu belum terjadi. Ariana sadar kesempatan kedua itu merupakan kesempatan baginya untuk menebus semua kesalahannya. Gadis itu bertekad, dia tidak akan membiarkan tragedi itu sampai terjadi untuk kedua kalinya. Perang, perebutan takhta, dan konspirasi besar akan menyertai Ariana dalam perjalanannya untuk menjadi satu-satunya duchess di Kerajaan Sigmund.
View MoreDark hallway
The music from the party in the garden echoes along the silent empty hallway. Darkness fills the place and as the cold breeze of wind touches my bare shoulder blades, I have lost my sanity.
My small tender hands crumple along his black tuxedo, but the man that I am with didn't stop from what he's doing. Suddenly, he pushed me higher to the cold concrete of the wall feeling how the bare skin of my back grazed along with it.
It's funny how I am attracted by his heavy breathing and his large calloused hand, guiding my hips.
" Fuck, Amara."
His groans dance through my favorite rhythm of sound. It was a mixture of frustration and desire. His kisses went down from my cheeks to my neck and I was just there, savoring each of his slippery kisses.
I am supposed to be at the feast but right now this man is feasting on me.
" Ah."
Moaning, I clutched more in his hair. He's thrusting his hips even though the thin clothes of his black slacks are hindering our heat sensation.
I have never felt this kind of sensation. It was dominating, powerful, and more importantly sinful.
He's old and I am just 21 years old. The 7 years of age gap added a more tingling sensation to my core.
He continues his assault, faster, rougher, needy. Then, in the middle of the pleasure, I heard footsteps coming in our way.
" They will see us," I tried to push him away because the sound of the footsteps is getting closer. My eyes widen and my heart starts to beat erratically because of the nervousness that I am feeling.
Being caught in another scandal will really end my life. But this man didn't even show that he is bothered, he continues to thrust his hips, and once again, my body betrays me.
" Did you see the President's daughter?"
We heard my dad's bodyguard talking to his phone. Just one more step and he will clearly saw what we are doing. Terrified, he smirks at my reaction.
I thought he planned all of this to humiliate me, his dark eyes flicker with too much dark emotion.
Tears started to fall in my eyes, is he really going to do this to me?
I looked at him pleading, I don't want to be caught.
Then, in one swift move, he moves our body to hide in one of the statues at the side of the dark hallway.
Coincidently, it’s the statue of my father, the current President of the country. I tried to struggle especially when I saw the shadow of the other bodyguards just a few inches away from us but this man is cruel.
He pins me to the statue and continues to thrust his hips. The buckle of his belt brings a different kind of feeling every time that it will slide in my bare thighs. Suddenly, his hands sides further, inserting them insides my black cocktail dress and boldly touching my bare thighs. Sweats are forming on the side of his forehead and a lustful voice comes out of my mouth.
From my peripheral vision, I can see how the bodyguards turned their heads in our direction. I thought this man will stop but it makes him thrust more and more. Faster, rougher, like he needs to do something.
With wide eyes and a thumping heart, I look at his pleasured face and at the shadow of someone who is walking closer to us. He’s literally behind the statue. It makes my heart race.
“It’s the President’s order. Look for his daughter before she causes another scandal.”
I heave a sigh, closing my eyes and wishing for them to walk away. The light illuminates the bright light coming from the crescent moon. It descended through the empty hallways.
“They’re gone,” he whispers and moans directly into my ear as if he’s teasing me. He let go of my hand and it felt weakly just in my sides.
“Asshole,” I muttered and glare at the face of my personal bodyguard whom I’ve just shared a hot session.
This feels so wrong, but how can this bodyguard be this hot?
This is a sin and somehow, as we both stare at each other’s lustful eyes, down in this dark hallway with the shade coming from the moonlight, we both let our self be drowned in the pit of our own sins.
Selesai selesai menemui Melisa, Raoul tidak langsung kembali ke istana ketika dia malah membawa Ariana ke taman kerajaan yang indah. Setelah lama tidak bertemu, Raoul pikir dia memiliki banyak hal untuk dikatakan pada Ariana. Gadis itu tidak tahu betapa Raoul sangat menantikan pertemuan mereka. Walaupun pertemuan mereka tidak seindah yang Raoul bayangkan, tetapi pria itu tetap senang ketika dia melihat Ariana lagi. Sekarang setelah mereka akhirnya memiliki waktu untuk diri mereka sendiri, Raoul ingin bicara berdua dengan Ariana. Pria itu sama sekali tidak ragu saat dia menggandeng tangan Ariana. Jantungnya semakin berdebar keras, ketika pria tersebut tidak melihat penolakan apa pun dari Ariana. Setelah Raoul meminta Ariana duduk di tempat beristirahat yang ada di taman istana, pangeran tersebut menyusul untuk duduk di sebelah Ariana setelah itu. Namun ketika Raoul melihat wajah murung Ariana, pria tersebut tiba-tiba saja kehilangan kata-katanya. Ariana memang telah berubah menjadi w
Dari kastilnya, Melisa mendengar terompet yang menandakan bahwa perang telah usai. Emilio telah mati, dan Kerajaan Sigmund telah berhasil kembali pada pewaris sahnya. Suara bahagia dia luar kastil berhasil menghancurkan semua harapan Melisa. Wanita itu sempat terpaku, sebelum air matanya mengalir tanpa henti dari kedua matanya. Dengan kematian Emilio, semangat Melisa untuk melarikan diri segera jatuh ke titik nol. Wanita tersebut menatap perang yang telah selesai dari jendela kamarnya, lalu berbalik untuk menatap Teresa yang masih setia untuk menemaninya. Bahkan jika status mereka telah berubah, kesetiaan Teresa tetap sama sampai saat-saat terakhir. Melisa telah menyeret Teresa ke dalam balas dendam dan penderitaan ini. Namun bahkan sekarang, Teresa sama sekali tidak mengeluh ketika dia hanya terus berdiri di belakang Melisa untuk menemani wanita itu. Melihat kegigihan Teresa untuk tetap bersamanya sampai akhir, membuat Melisa kembali sedih. Senyum retak muncul di wajahnya, ketika
Ketika Ariana sudah bisa melihat gerbang istana kerajaan, gadis itu melihat bahwa pertarungan antara pasukan Pangeran Raoul dan pasukan masih berlanjut di halaman istana. Ariana baru saja hendak turun dari kudanya untuk membantu, ketika Jimmy yang melihat keberadaan Ariana langsung berteriak pada gadis itu. "Nona Aria, Pangeran Raoul telah memasuki istana bersama dengan yang lain! Kami bisa mengendalikan situasinya di sini. Jadi tolong bantu Pangeran Raoul untuk menemukan Raja Emilio!"Mendengar bahwa Pangeran Raoul telah masuk ke istana terlebih dahulu untuk mencari Emilio, Ariana merasa dia tidak memiliki banyak waktu lagi. Gadis itu hanya bisa mengangguk pada Jimmy, sebelum memacu kudanya untuk pergi ke istana kerajaan. Semakin dia masuk ke dalam istana, Ariana melihat semakin banyak orang terpaksa berhenti mengikuti Pangeran Raoul untuk melawan musuh yang ada di istana. Ariana berlari cepat ke dalam istana, dan melihat bahwa Pangeran Raoul tengah bertarung melawan Emilio. Di ru
Ketika Emilio bangun kembali, dia merasa bahwa ribuan batu telah menindih badanya yang rapuh. Pria tersebut tidak bisa menahan batuk ketika dia mencoba untuk bangun secara tiba-tiba. Pandangannya sedikit kabur. Emilio hanya bisa mendengar seseorang samar-samar memanggil namanya, sebelum dia akhirnya cukup sadar untuk melihat ke sekeliling. Begitu Emilio melirik ke arah suara berdengung yang sejak tadi terus mengganggunua, pria itu menemukan sang Ibu yang selama ini dia kurung di kastil terpencil tengah menatapnya dengan mata berkaca-kaca. "Emilio, syukurlah kamu telah bangun Nak. Tenang saja, sebentar lagi kita akan pergi dari tempat ini. Ibu telah memikirkannya dengan baik. Tidak ada balas dendam atau kejahatan lain. Ibu hanya ingin hidup bahagia denganmu mulai saat ini."Alis Emilio bekerut ketika dia tidak mengerti apa maksud ucapan sang Ibu. Walaupun badan Emilio masih lemas dan sedikit bergetar ketika dia paksakan untuk bangun, pria itu tetap bangun dari posisi tidurnya untuk m






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore