MasukSenja ingin bebas dari kekangan keluarga mendiang ibunya yang menuntutnya untuk segera menikah. Dia menolak aturan keluarga dan memilih merantau dengan hidup pas-pasan di kota. Harapannya musnah saat dia belum juga mendapat pekerjaan, sementara uangnya sudah menipis. Senja mulai menjalani hobi menulisnya seperti saat masih sekolah dulu. Sulitnya mencari uang di platform kepenulisan di jaman sekarang membuatnya stres hingga mencoba menghubungi nomor telepon yang tertera di salah satu platform besar tempat tulisannya ditolak demi mencari pembenaran penolakan itu. Dia tidak tahu jika menghubungi nomor pribadi Asa yang tidak sengaja terpajang karena tengah terjadi peretasan di sana. Asa Kanagara merupakan CEO Kanagara Group, perusahaan yang menaungi platform kepenulisan itu dan tengah stress berkepanjangan akibat kisah cintanya yang cepat kandas karena BPD yang dideritanya. Dia meladeni omelan Senja hingga memintanya untuk ke kantor. Esoknya, Senja datang ke kantor Kanagara Group dan menyadari jika sosok yang diteleponnya kemarin adalah CEO perusahaan tersebut. Setelah berunding sengit, Asa memberikan syarat jika tulisan Senja bisa diterima di platform, bahkan berjanji menjadikan Senja asistennya di kantor. Satu syarat yang hampir ditolak Senja adalah menjadi istri Asa. Dilema melanda gadis 25 tahun tersebut karena dia sama sekali belum memikirkan pernikahan. Namun, jaminan yang diberikan Asa begitu menggiurkan hingga akhirnya dia menerima persyaratan tersebut. Perjalanan keduanya tidak begitu mudah. Senja harus beradaptasi dan menerima BPD yang diderita Asa. Dia baru menyadari jika Asa juga memiliki gangguan halusinasi yang selalu membuatnya terbayang dengan cinta pertamanya yang sudah meninggal ketika melihat Senja. Perjalanan mereka bertambah rumit ketika banyak orang berusaha menghancurkan hubungan keduanya. Senja harus memilih, apakah hidup miskin dengan kebebasan lebih berarti daripada hidup bergelimang harta dengan banyaknya perbedaan antara dirinya dengan Asa. Pada akhirnya, Senja memilih berjuang bersama Asa, menyembuhkan traumatis mereka, dan menemukan makna cinta yang sesungguhnya.
Lihat lebih banyakSenja tercenung. Kopi dicangkirnya sudah mulai dingin. Ingatannya menguar ke kejadian tadi siang yang membuat Asa menceritakan semuanya, soal dirinya dan penyakitnya. Pria itu terlihat baik-baik saja di luar. Namun, siapa yang menyangka jika dirinya mengidap gangguan kejiwaan.Gadis normies seperti Senja dihadapkan dengan peristiwa baru dalam hidupnya. Penyakit Asa tidak main-main. BPD atau Borderline Personality Disorder adalah salah satu dari jenis gangguan kejiwaan yang membuat penderitanya sangat sulit mengendalikan emosi. Penderitanya bisa saja kambuh karena mood yang tidak stabil, cemas yang berlebihan, sehingga menyebabkan kesulitan menjalani hubungan sosial.Senja baru saja akan bernapas lega jika saja yang diceritakan Asa adalah sebuah bualan. Namun, nyatanya itu semua benar.***“Kamu? Tidak mungkin, kan?” Senja masih ternganga menatap pria yang duduk di dekatnya itu.“Itu benar,” jawab Asa. Dia menatap lurus gadis itu. “Aku mengidapnya sudah sangat lama dan ini mengganggu p
Senja menutup kasar pintu kamar hingga Asa tidak bisa memasukinya. Pria itu menggedor bilah kecokelatan tersebut dan membuat telinga siapa pun yang mendengarnya akan pengang. Sementara itu, Senja mendengkus. Dia tidak peduli pada apa pun yang terjadi di luar sana.Asa menghela napas. Tangannya sakit juga lama-kelamaan. Dia menyandarkan diri di pintu, lalu duduk. Pikirannya merumit tentang segala hal yang belum bisa dilupakannya. Ingatannya pun menguar ketika dirinya pergi ke psikiater dan dokter kejiwaan itu mendiagnosa penyakitnya.“Senja,” panggilnya. “Aku minta maaf.”***Pagi ini Senja telah bersiap untuk pergi pekerja. Dia tahu jika dirinya tidak bisa mencampuradukkan antara pekerjaan dengan urusan pribadi. Jadi, ketika alarm di ponselnya berdering, gadis itu segera bangkit dan langsung membersihkan diri.Senja pelan-pelan membuka pintu kamar. Tidak ada Asa di depan sana. Tungkainya melangkah perlahan, nyaris tanpa suara. Dia berharap jika bisa berangkat terlebih dahulu dari pria
Senja itu, matahari belum juga tenggelam. Warna jingga kemerahan sudah menguasai langit dengan beberapa burung beterbangan kembali ke peraduannya. Suara sepatu dari luar rumah terdengar sangat keras, seperti sengaja dientakkan.Senja yang tengah mengupas apel di meja makan langsung menoleh kea rah pintu utama. Rumah Asa yang minimalis dengan kaca sebagai pembatas dominan setiap ruangan di sana membuatnya bisa memantau tamu dengan mudah. Seorang pria tampak memasuki rumah. Suara tas jinjing yang ditaruh asal didengar oleh Senja. Gadis itu segera berdiri ketika mendapati Asa menuju dapur.“Sudah selesai urusannya?” tanyanya.Asa terdiam. Dia lantas memijat kening, merasakan denyut emosi di sana. “Apa kamu sudah memastikan jika Neon pelakunya?” timpalnya balik bertanya,Senja terdiam. Keningnya sedikit berkerut. “Maksudmu?”“Aku sudah mendatangi Neon dan dia bilang dia belum bertemu denganmu sejak kemarin.” Mata cokelat Asa memandang lurus ke arah Senja. “Apa kamu yakin dia pelakunya?”H
Senja mengeratkan kedua lengannya pada leher Asa ketika pria itu meleburkan diri saat mendapati dirinya telah siap. Ini terlalu dini baginya, tetapi Senja yakin keputusannya tidak salah. Manik gadis itu terpejam. Dia menggigit bibir, menahan sesuatu yang terasa perih di bawah sana, sementara Asa mengetahuinya. Pria itu menghentikan diri dan menatap Senja yang berada di bawahnya. “Apa kamu baik-baik saja dengan ini?” tanyanya. Gadis itu mengangguk pelan. Napasnya masih tertahan dan dia tidak ingin melepaskannya sekarang. Kedua lengannya mengencangkan tautan, mengizinkan pria itu untuk melanjutkan gerakannya. “Aku tidak ingin membuat simbiosis Parasitisme di sini,” ucap Asa, membuat Senja membuka mata dan memandanginya. “Kalau sakit, lebih baik berhenti.” Senja menggeleng. “Kamu tahu aku yang menginginkannya,” lirihnya. “Jadi, lanjutkan saja.” Asa menghela napas. “Kamu yakin?” Keduanya saling bersitatap. Senja mengangguk menimpali. Asa tersenyum tipis. Lesung pipinya sedikit terlih
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan