My Dear เด็กเลี้ยงในนาม ( NC 18+)

My Dear เด็กเลี้ยงในนาม ( NC 18+)

last updateHuling Na-update : 2025-09-29
Language: Thai
goodnovel18goodnovel
Hindi Sapat ang Ratings
52Mga Kabanata
1.5Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

เมื่อจำเป็นต้องมีแฟนเพื่อหนีคู่นอนที่อยากเลื่อนสถานะจากเพื่อนนอนเป็นคนรัก ภรัณจำเป็นต้องใช้ผู้หญิงที่ดูไม่ตรงสเป็กที่สุดเป็นแฟนปลอม ก็สเป็กเขามัน ขาว สวย หมวย อึ๋ม แต่ยายเด็กตรงหน้าเรียกได้ว่าตรงข้ามทุกอย่างโดยเฉพาะนม นี่สินะที่ใคร ๆ ชอบเปรียบเปรยว่ากระดาน เมื่อเงินเป็นเรื่องจำเป็นอย่างเร่งด่วนข้อเสนอของเขาก็น่าสนใจ ผู้ชายรวย ๆ แต่โง่นิด ๆ และแน่นอนว่าเธอไม่ต้องระวังหัวใจตัวเองในเมื่อเขาไม่ใช่สเป็กของเธอเลยสักนิด ทั้งสองคนอาจประมาทอำนาจของแรงดึงดูดระหว่างชายหญิงจนเกินไป จากที่คิดว่าไม่มีอะไร ไม่ใช่สเป็ก สุดท้ายแล้วก็มีใครบางคนเผลอใจและหวั่นไหวกับความผูกพัน

view more

Kabanata 1

คำโปรย

Kimberly naik ke lantai tiga, tepatnya ruang kerja Alan berada. Seperti biasa, semenjak memutuskan untuk ikut sang paman ke mansion megahnya beberapa minggu lalu, Kim setiap pagi tak pernah absen mengantarkan secangkir kopi dan camilan ke ruang kerja pria blasteran Indo-Jepang itu. Ritual yang tak pernah dilewatkan Alan semenjak ia tinggal di Jepang.

Langkah gadis berusia 20 tahun itu beriringan dengan senyum cerah di bibirnya. Kimberly kembali menemukan senyumnya setelah bertemu lagi dengan sang paman, lelaki yang selama beberapa tahun ini, atau mungkin selama dirinya mengenal arti cinta, selalu ia rindukan.

"Om Alan, aku bawa--

prank.....

Sebuah nampan bersama secangkir kopi dan camilan yang berada di atas piring cristal jatuh ke lantai. Suaranya mengagetkan dua insan yang tengah bercumbu di atas meja kerja Alan. Kanaya, perempuan yang dikenal sebagai tunangan Alan tengah berada di atas paha pria itu. Ciuman intens yang tadi berlangsung diantara mereka mampu membuat Kimberly termangu setelah menjatuhkan nampan yang ia bawa. Gadis itu bingung, apa yang harus ia lakukan sekarang. Jika Alan sadar, tangan sang keponakan sudah bergetar hebat namun Kimberly langsung menyembunyikannya di belakang punggung.

"Ma-- maaf-- aku-- aku--

"Apa Kakakku tak pernah mengajarkan sopan santun padamu, Kim! Tak bisakah kau mengetuk pintu terlebih dulu saat masuk ke ruang kerjaku?!"

Omelan Alan terasa kembali mencabik hati gadis itu. Airmata jatuh seketika, namun segera diseka agar raut memalukan tak terlalu kentara di wajahnya.

"Maaf, Om! Aku kira-- tak ada mba Kanaya disini," sahut gadis itu yang hanya bisa tertunduk.

Ia ingin berlari, tapi bodohnya kaki itu terasa berat. Seketika ia merasa jika kedua kakinya tak lagi bertenaga, hingga untuk sekedar berdiri saja Kimberly harus mengerahkan seluruh usahanya agar tak jatuh.

"Ada atau tak ada Kanaya disini kau seharusnya mengetuk pintu lebih dulu, Kim. Pergilah!"

Alan menghentikan omelannya saat melihat gadis itu kembali menyeka airmatanya. Ia tahu, kata-kata kasarnya pasti sudah menyakiti sang keponakan, namun entah sadar atau tidak, perbuatannya lah yang lebih menyakiti dan mencabik-cabik perasaan gadis itu.

Kimberly berjongkok memunguti pecahan gelas dan piring crystal yang ia jatuhkan, namun suara Alan kembali menyadarkannya jika ia harus cepat-cepat pergi dari sana.

"Biarkan pecahan itu disana, kau pergi saja dari sini. Dan pastikan untuk mengetuk pintu lebih dulu ketika masuk ke kamar atau ruang kerjaku, Kimberly!" tegas Alan tanpa melihat wajah keponakannya.

"Iya. Aku akan mengingatnya, Om."

Suara itu tercekat, namun masih terdengar jelas di telinga Alan dan Kanaya.

Kimberly keluar dan menutup pintu ruang kerja pamannya. Namun entah kebodohannya yang bertubi-tubi atau masih ingin memastikan sesuatu, gadis itu tak menutup rapat pintu kerja ruangan Alan. Ia mengintip di sela pintu yang terbuka, menunggu adegan apa yang akan dilakukan sang paman bersama tunangannya setelah ia pergi.

"Alan, jangan terlalu keras pada, Kim. Kau lihat dia begitu terpukul saat kau bicara keras padanya tadi."

Kanaya mulai menasehati lelakinya. Ia yang hanya bisa diam seribu bahasa karena malu tertangkap basah tengah bercumbu, kini membela Kimberly. Wanita itu memang sangat baik terhadap keponakan sang tunangan, meski Kimberly selalu berwajah dingin padanya.

"Kau jangan terlalu memanjakan gadis itu, Nay. Dia terlalu dimanja oleh kakakku dulu. Kimberly harus mengerti posisinya sekarang. Ia bukan lagi anak perempuan yang bisa melakukan semua sesuai kehendak hatinya. Ia juga harus diajarkan bagaimana menjadi dewasa."

Alan tak mau berlama-lama membahas keponakannya dengan Kanaya. Pria itu kembali mendudukkan sang tunangan di atas pahanya. Mencumbu leher jenjang milik perempuan yang sejak dua tahun lalu berstatus sebagai tunangan pria itu.

Saat Alan masih mencumbu tunangannya hingga terdengar suara lenguhan dari mulut Kanaya, mata pria itu menyelidik ke arah pintu yang ia sadari tak tertutup sempurna. Satu senyum smirk tersungging di bibirnya saat melihat sosok gadis yang masih mengintai di balik pintu ruang kerjanya.

*

"Satu pelayan naik ke ruang kerjaku dan bersihkan pecahan gelas disini!"

Suara datar menggema di telepon yang menghubungkan sang tuan dengan beberapa pelayan yang ada di mansion itu. Telepon di ruang kerja Alan memang berfungsi untuk memanggil atau menitahkan sebuah perintah pada pelayan-pelayannya. Tak lama berselang seorang pelayan setengah tua mengetuk pintu dan meminta ijin untuk membersihkan kegaduhan yang dibuat oleh Kimberly.

"Tuan Alan, apa tangan Anda terluka?"

Bibi Jeni, sang pelayan takut jika tetesan darah yang ada di lantai adalah darah dari majikannya.

"Tidak. Mengapa kau bertanya begitu, Bi?"

"Ini, ada beberapa tetesan darah di dekat pecahan gelasnya. Syukurlah kalau ini bukan darah tuan Alan," sahut wanita tua itu.

Alan yang tadi sibuk dengan ipad di tangannya termangu seketika.

(”Darah? Apa Kimberly terluka?”)

"Dimana Kimberly, Bi?"

Rasa khawatir langsung menyeruak ke dalam tubuh pria itu saat mendengar ada tetesan darah pada pecahan gelas yang berserakan di lantai.

"Nona Kimberly sepertinya ada di kamarnya, Tuan. Tadi saya lihat setelah turun dari sini langsung masuk ke kamarnya," jawab Bibi Jeni.

Tanpa menunggu lama Alan langsung turun ke bawah menuju kamar keponakannya di lantai dua. Pria itu semakin khawatir saat melihat beberapa tetes darah lagi yang tercecer di tangga dan sepanjang lorong menuju kamar Kimberly.

"Kim!" teriak Alan yang langsung merangsek masuk ke dalam kamar gadis itu.

Kimberly menoleh saat mendengar teriakan pamannya. Satu tangannya tengah membalut tangan lain yang terluka karena pecahan gelas.

"Hhh.. kenapa tak bilang kalau tanganmu terluka, Kim!"

Lagi, Alan kembali mengomel. Namun omelannya kali ini karena rasa cemas saat melihat luka di tangan keponakannya.

"Ini hanya luka kecil, Om.. (luka yang lebih besar telah lebih dulu kau torehkan di hatiku)."

"Tapi tetap saja ini akan terasa menyakitkan, Kim."

Alan mengambil alih membalut luka Kimberly. Satu tube obat untuk menghentikan pendarahan ia ambil dari kotak P3K yang berada di atas ranjang gadis itu.

"Sakit?" tanyanya.

Kim menggelengkan kepalanya.

"Kalau sakit jangan ditahan, kau boleh berteriak, Kim," goda pria itu yang tersenyum tipis.

"Seandainya aku bisa berteriak.."

Senyatanya Kimberly masih berwajah datar. Ia justeru menanggapi gurauan sang paman dengan kalimat ambigu yang membuat Alan terdiam meski hanya beberapa detik.

Pria itu tahu apa yang dimaksud keponakannya, namun Alan tetap berusaha acuh dan tak ingin terbawa perasaan yang bisa membuatnya lemah.

(”Terus saja seperti itu, Kim. Sampai kau bisa melupakan cintamu padaku. Aku akan tetap menjadi pria brengsek dan tak punya hati di hadapanmu?”)

*

Beberapa hari berlalu sejak peristiwa menyakitkan itu. Hubungan antara Alan dan Kimberly tak lagi sedekat pertama kali mereka bertemu. Kim menjaga jarak dengan pria itu, dan Alan justeru merasa lega dengan sikap keponakannya. Meski kadang ada rasa tak tega dan ingin memeluk gadis yatim piatu itu, namun tekad Alan untuk tetap menjaga janji yang ia ikrarkan beberapa tahun yang lalu pada mendiang kakak sepupunya membuat pria itu menepis jauh-jauh rasa iba di hatinya.

Tok

Tok

Tok

"Masuklah!"

"Om," sapa Kimberly saat masuk ke ruang kerja pamannya.

"Hem?"

"Aku-- aku mau pamit."

Kalimat itu langsung membuat Alan menoleh padanya.

"Pamit?"

"Iya. Aku mau kembali tinggal bersama Naina, sahabatku. Aku juga akan kembali bekerja di Town Cafe."

Alan terdiam sejenak, menyandarkan punggungnya di atas kursi kebesaran pria itu.

"Mengapa tiba-tiba kau ingin kembali bekerja, Kim?" tanyanya menyelidik.

"Aku bosan disini. Aku ingin melakukan kegiatan daripada hanya berdiam diri saja," cetus gadis itu.

"Oke. Kau kuliah saja. Gadis seusiamu memang harusnya masih berada di bangku kuliah, Kim."

"Tidak! Aku ingin bekerja. Aku ingin menjadi gadis dewasa dengan caraku sendiri."

"Aku tak menerima penolakan, Kim--

"Dan aku tak berkewajiban mengikuti perintahmu, Om!" tegas Kimberly yang membuat Alan terdiam.

"Kau sendiri, kan, yang bilang? Di usiaku seperti ini aku harus sudah belajar dewasa. Dan aku ingin menjadi dewasa dengan caraku sendiri."

"Kimberly aku tak sedang main-main." Suara Alan terdengar dingin.

"Tidak ada yang sedang bermain-main disini kecuali kau, Om Alan!"

Alan terkejut dengan nada suara tinggi yang dicetuskan keponakannya. Baru kali ini gadis itu bersuara kerasa padanya. Jika Alan marah pun Kimberly biasanya hanya bisa menangis, tanpa menjawab.

"Jangan membuatku marah, Kim. Cepat kembali ke kamarmu, besok kita akan datang ke universitas terbaik di kota ini. Kau akan kudaftarkan disana."

"BERHENTILAH BERSIKAP SEAKAN-AKAN KAU ADALAH PENGGANTI ORANG TUAKU, OM!"

"KIMBERLY!"

Kimberly tak lagi bisa menahan amarahnya. Ia benci saat Alan bersikap seperti orang tuanya. Gadis itu hanya ingin cintanya dibalas dengan cinta yang sederhana, seperti cinta laki-laki pada perempuan, bukan cinta seorang paman terhadap keponakannya.

Suara Alan tak kalah menggelegar. Saat mendengar gadis itu berteriak lantang emosi Alan pun ikut tersulut.

”Ternyata mencintaimu itu menyakitkan. Aku menyerah, Om! Aku akan berhenti merasakan cinta yang sejatinya hanya menambah lukaku semakin lebar.”

Airmata itu jatuh satu per satu. Diseka pun percuma, ia kembali mengalir dan justeru semakin deras.

Dada Alan terasa terhimpit mendengar ungkapan perasaan Kimberly yang ia pun tak tahu, apa yang ia rasakan terhadap gadis itu. Ada rasa tak rela jika cinta yang telah ia ketahui lama bersemi di hati sang keponakan, harus dipatahkan dengan paksa, meskipun itu semua akibat ulahnya.

"Berhentilah! Berhentilah mencintaiku meski dengan cara terjun ke jurang, Kim!"

***

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata
Walang Komento
52 Kabanata
คำโปรย
เมื่อจำเป็นต้องมีแฟนเพื่อหนีคู่นอนที่อยากเลื่อนสถานะจากเพื่อนนอนเป็นคนรัก ภรัณจำเป็นต้องใช้ผู้หญิงที่ดูไม่ตรงสเป็กที่สุดเป็นแฟนปลอม ก็สเป็กเขามัน ขาว สวย หมวย อึ๋ม แต่ยายเด็กตรงหน้าเรียกได้ว่าตรงข้ามทุกอย่างโดยเฉพาะนม นี่สินะที่ใคร ๆ ชอบเปรียบเปรยว่ากระดาน เมื่อเงินเป็นเรื่องจำเป็นอย่างเร่งด่วนข้อเสนอของเขาก็น่าสนใจ ผู้ชายรวย ๆ แต่โง่นิด ๆ และแน่นอนว่าเธอไม่ต้องระวังหัวใจตัวเองในเมื่อเขาไม่ใช่สเป็กของเธอเลยสักนิด ทั้งสองคนอาจประมาทอำนาจของแรงดึงดูดระหว่างชายหญิงจนเกินไป จากที่คิดว่าไม่มีอะไร ไม่ใช่สเป็ก สุดท้ายแล้วก็มีใครบาง‍คนเผลอใจและหวั่นไหวกับความผูกพัน ***********************ซีรีส์ My Dear1. My Dear เด็กเลี้ยงตัวแสบ (กันต์ อัญ) - วางจำหน่ายแล้ว2. My Dear เด็กเลี้ยงในนาม (ภรัณ วาดเมษา) - เรื่องนี้3. My Dear เด็กเลี้ยงข้างบ้าน (ธรรนธ์ นิชา) - ยังไม่ได้วางจำหน่าย-------------------นิยายวัยรุ่น ไม่มีดราม่า ไม่มีนอกกายนอกใจ ฝากโหลดตัวอย่างก่อนอ่านนะคะวาด‍เม‍ษาและภ‍รัณเดินมานั่งในห้องรับแขกใหญ่ ทั้งสองคนนั่งบนเก้าอี้คนละฝั่ง จ้องหน้ากันอยู่
last updateHuling Na-update : 2025-09-29
Magbasa pa
บทที่ 1
วาด‍เม‍ษาและภ‍รัณเดินมานั่งในห้องรับแขกใหญ่ ทั้งสองคนนั่งบนเก้าอี้คนละฝั่ง จ้องหน้ากันอยู่พักหนึ่งก่อนที่วาด‍เม‍ษาจะพูดขึ้น “พี่จะจ้างเท่าไหร่” “เราอยากได้เท่าไหร่” “ถ้าพี่ถามเมย์ เมย์คงอยากได้เป็นล้าน” วาด‍เม‍ษาพูด ทีเล่นทีจริง นายจ้างมาถามลูกจ้างว่าอยากได้เท่าไหร่ เรื่องตลกแล้ว “ได้ ว่าแต่ล้านหนึ่งทำอะไรได้บ้าง” “หา...พี่ว่าอะไรนะ จะจ้างเมย์ล้านหนึ่งอย่างนั้นเหรอ” วาด‍เม‍ษาถึงกับถามซ้ำเพราะความตกใจ คนบ้าอะไรจะมาจ้างเป็นแฟนปลอม ‍ๆ‍ ตั้งล้านหนึ่ง “ใช่ ก็เธออยากได้ล้านหนึ่งไม่ใช่เหรอ ตกลงจะรับไหมหรือถ้าไม่รับฉันจะได้ไปหาคนอื่น” ภ‍รัณลุกขึ้นอย่างไม่ใส่ใจ หันหลังจะเดินกลับไปหาวงชาบูข้างหน้า “เดี๋ยว ‍ๆ‍ สิพี่รัณ จ้างน้องเถอะนะคะ” วาด‍เม‍ษาพูดจาอ่อนหวานขึ้นมาทันที รอยยิ้มของผู้ชนะผุดขึ้นบนใบหน้าของภ‍รัณ “ดี เดี๋ยวฉันให้ทนายร่างสัญญามาให้” “โห ต้องมีสัญญาเลยเหรอพี่ เมย์ไม่โกงพี่หรอก” “ฉันไม่อยากมีปัญหาทีหลัง” เคี่ยวสมกับเป็นลูกนายตำรวจใหญ่ วาด‍เม‍ษาได้แต่บ่นในใจเท่านั้นวันต่อมา
last updateHuling Na-update : 2025-09-29
Magbasa pa
บทที่ 2
“มาแล้วเหรอ” “จ้ะ แม่” “แล้วตกลงจะแต่งไหม หรือว่ายังไง” เธอมองหน้าผู้เป็นแม่ก่อนจะส่ายหน้าปฏิเสธ เธอไม่มีทางแต่งงานกับใครก็ไม่รู้หน้าไม่เคยเห็น “ไม่แต่งแล้วจะเอายังไง จะเอาเงินไปคืนเขา” ปานวาดถามลูกอย่างเหนื่อยล้า ลูกของเธอคนนี้หัวดื้อยิ่งกว่าใคร “เมย์ยืมเพื่อนมาได้ ห้าแสนใช่ไหม แม่เอาเงินนี้ไปคืนเขานะ ต้องคืนจริง ‍ๆ‍ นะ ถ้าแม่ไม่คืนรอบนี้เมย์ไม่สนใจแล้วนะ” คนรับของหมั้นไปทั้งหมดก็แม่ของเธอ ไม่ใช่เธอสักหน่อยแล้วหมั้นกันตั้งแต่ตอนเป็นเด็กตั้งแต่พ่อเธอยังไม่ตาย “เออ ‍ๆ‍” ผู้เป็นแม่รับปากแบบขอไปที “เมย์จะย้ายออกแล้วไปอยู่กับผัวเมย์นะ แล้วไม่ต้องหาผัวใหม่ให้เมย์นะ ผัวเมย์เขาไม่ใจดีหรอกนะ นักเลงหัวไม้ ถ้าเขาพลั้งมือทำอะไรเมย์ก็ไม่รู้ด้วยนะ” นักเลงหัวไม้ที่นั่งอยู่ในรถได้แต่จามแล้วจามอีก คิดไม่ตกว่าใครกันที่มันกล้านินทาคนอย่างภ‍รัณ “อย่าให้รู้นะว่าใครนินทากู แม่งยิงทิ้งให้หมด” สัญญาของเรา1.ผู้จ้างถูกเสมอ2.สัญญาจ้างเป็นความลับ3.ห้ามลูกจ้างมีแฟนระหว่างที่อยู่ในสัญญา4.ให้ทำตัวหึงหวงนายจ้างได้เต็มที่ ถ้ามีผู้หญิงล้ำเส้นอนุญาตให้ใช้ความรุนแรงได้
last updateHuling Na-update : 2025-09-29
Magbasa pa
บทที่ 3
“หรือว่าจะเป็นสุกี้แห้งดีคะ” “ยิ่งแล้วใหญ่ ผัดกับน้ำมันใส่ซอสสุกี้เยอะกว่าน้ำอีก” ภ‍รัณว่ายิ้ม ‍ๆ‍ “โห อะไรก็กินไม่ได้” วาด‍เม‍ษาว่า ความจริงเธอไม่ได้ใกล้เคียงกับคำว่าอ้วนเลยสักนิด แต่เพราะเป็นพวกขี้เกียจออกกำลังกายจึงต้องควบคุมน้ำหนักโดยการกิน “โน่น ข้าวมันไก่กินได้ ไม่เอาหนังนะ เปลี่ยนข้าวมันเป็นข้าวธรรมดา” ภ‍รัณแนะนำเมนูสำหรับคนอยากควบคุมน้ำหนัก “มิน่าพี่รัณหุ่นดี เพราะรักษาสุขภาพนี่เอง” จี‍จี้รับบทนางอวยจนเพื่อนหมั่นไส้ “รักษาสุขภาพห่าอะไรแดกแต่เหล้า” กันต์ว่าหลังจากนั้นก็ลุกเดินไปเลือกเมนูที่อยากกิน “พี่กันต์เขาเป็นอะไรวันนี้ดูอารมณ์ไม่ดี” จี‍จี้หันไปถามภ‍รัณที่ยังนั่งจิ้มมือถือเล่นด้วยมือข้างหนึ่ง ส่วนมืออีกข้างก็ยังกอดคอวาด‍เม‍ษาไว้เหมือนเดิม “ทะเลาะกับพ่อมันแหละ จะมีเรื่องอะไร” ภ‍รัณว่ายิ้ม ‍ๆ‍ ใช่ว่าจะไม่รู้ปัญหาของเพื่อน แต่เพราะเป็นเรื่องภายในครอบครัวของกันต์เขาไม่อยากยุ่ง “ปล่อยก่อนจะไปกินข้าวแล้ว” วาด‍เม‍ษาว่าคนที่ไม่ยอมปล่อยเธอให้ไปสั่งอาหารสักที “ปะ” ว่าแล้วภ‍รัณก็ลุกขึ้นทั้งยังดึง
last updateHuling Na-update : 2025-09-29
Magbasa pa
บทที่ 4
รุ่นพี่ปีสี่คนนี้ไม่เคยมีแฟนเป็นตัวเป็นตน ทำไมอยู่ ‍ๆ‍ ถึงเปิดตัวว่ามีแฟน ถ้าไม่รักมากก็คงไม่เปิดตัว เด‍มี่เงียบไม่ตอบเพื่อน สาวสวยก้มหน้าก้มตากินข้าวไม่อยากเห็นภาพตรงหน้า เธอชอบวาด‍เม‍ษาไปแล้วและชอบมาก จะให้เธอตัดใจจากคนที่เธอชอบ พูดมันก็ง่าย แต่ให้ทำมันไม่ใช่เรื่องง่าย ‍ๆ‍ “อร่อยไหม” ภ‍รัณถามคนข้างกายเมื่อเธอตักข้าวมันไก่คำแรกเข้าปาก “อร่อย” “พูดให้มีลงท้ายด้วยพี่เป็นพี่เธอ” นั่นคนน่าดุพูดขึ้น วาด‍เม‍ษากลอกตามองบนเธอแค่เรียนช้าไปปีสองปีแค่นั้นเอง จริง ‍ๆ‍ แล้วเธอควรจะอยู่ปีสามด้วยซ้ำ “ค่ะ เจ้าค่ะ” หญิงสาวแค่นเสียงตอบรับอย่างประชดประชัน ส่วนคนอายุมากกว่าได้แต่หัวเราะชอบใจกับความกวนของคนตรงหน้า “จะจีบกันอีกนานไหม กูกับอัยย์จะไปร้านกาแฟก่อน” อา‍ช‍วินมองภาพนั้นแล้วนึกหมั่นไส้เพื่อนตัวเองทำตัวเหมือนเด็กสิบสี่ “มึงไปก่อนเลยเดี๋ยวพวกกูตามไป” ภรัณละจากจีบสาวหันไปตอบเพื่อน ได้ยินคำว่าจีบจากเพื่อนแล้วนึกขัน “เออ กูไปกับไอ้อาร์ตนะ” กันต์พูดขึ้นพร้อมทั้งเดินไปกับอา‍ช‍วิน อัย‍รินทร์และจี‍จี้ “พี่กันต์ว่าสอง
last updateHuling Na-update : 2025-09-29
Magbasa pa
บทที่ 5
ภ‍รัณกะพริบตากับชุดที่หญิงสาวใส่ ไม่ธรรมดา พอแต่งตัวแล้วยายทอมบอยของเขาก็น่ารักขึ้นมาทันที วาด‍เม‍ษาสวมเกาะอกเอวลอยกับกระโปรงยืดรัดรูป ชุดของเธอเป็นสีดำทั้งชุดแต่ระยิบระยับด้วยเนื้อผ้าแบบลูเร็กซ์(lurex) มีความกลิตเตอร์ เธอสวมทับด้วยเสื้อยีนตัวโคร่ง รอยสักเล็ก ‍ๆ‍ พอให้เห็นพ้นขอบของเกาะอกทำให้เขาหายใจอึดอัดอย่างบอกไม่ถูก ‘สักอะไรวะ ตอนสักแม่งเจ็บไหม’ พอคิดถึงตรงนี้ชาย‍หนุ่มก็ต้องเกาศีรษะหลาย ‍ๆ‍ ครั้ง นี่เขาคิดบ้าอะไรเนี่ย “พี่ใส่ชุดนี้เหรอ” เธอมองชุดเขาเป็นเพียงเสื้อเชิ้ตสีดำเข้ารูปกับกางเกงยีนสีดำ ชุดเธอกับเขาถ้าดูยังไงก็เข้ากันอย่างไม่ได้นัดหมาย “อืม เข้ากับเธอออก” ภ‍รัณว่าพร้อมทั้งยกแขนกอดคออีกฝ่ายให้เดินไปด้วยกัน “ไม่ต้องกอดคอเดี๋ยวล้ม” วาด‍เม‍ษาบ่น เธอหิ้วรองเท้าบูทสีดำที่เข้ากับชุดที่เธอสวมใส่วันนี้ เธอกวาดตามองหาที่นั่งเพื่อจะใส่รองเท้า “พี่ออกไปก่อนเดี๋ยวฉันใส่รองเท้า” มีเก้าอี้ตัวเล็กวางข้างตู้รองเท้าแต่เพราะชุดนี้ทำให้เธอใส่รองเท้าค่อนข้างลำบาก จะก้มต่ำเดี๋ยวนมปลอมที่ยัดไว้จะหกอีก จะยกขาสูงเดี๋ยวได้เห็นกาง
last updateHuling Na-update : 2025-09-29
Magbasa pa
บทที่ 6
ค่าจ้างพอที่จะเสี่ยงชีวิตไหม ได้แต่คิดเพราะตอนนี้ขี่หลังเสือแล้วจะทำอะไรได้นอกจากเดินหน้าต่อไป “แล้วเธอเป็นใคร” ดูท่าทางสาวทรงอึ๋มจะไม่ยอมรามือง่าย ‍ๆ‍ คนต้นเหตุของปัญหาก็ดูไม่สนใจ นี่เขาคงต้องการให้เธอแสดงฝีมือการรับมือกับผู้หญิงของเขาสินะ “แฟนคนปัจจุบันที่พี่รัณรักมาก” วาด‍เม‍ษาใช้คำว่าปัจจุบันเพราะไม่รู้ว่าพ่อภ‍รัณตัวดีมีแฟนมาแล้วกี่คนและมีใครบ้าง กลับไปห้องคืนนี้เธอคงต้องให้เขาลิสต์มาทั้งหมดว่าผู้หญิงของเขาเนี่ยมีใครบ้าง ยิ่งคิดยิ่งปวดหัว “ไม่ยักรู้ว่าเดี๋ยวนี้พี่รัณชอบกินของแปลก” สาวเจ้ามองวาด‍เม‍ษาหัวจรดเท้า งานของเขามันยากอย่างนี้สินะถึงได้จ้างเธอเป็นล้าน “ของบางอย่างไม่เรียกว่าแปลกหรอกค่ะ เขาเรียกว่าพรี‍เมียม ซึ่งคนธรรมดาตลาดล่างอาจเข้าไม่ถึง” เรื่องด่าคนโดยไม่มีคำหยาบเนี่ยบอกมาเลยเธอถนัด ไม่ต้องให้ใครมาสอน “เอ๊ะ!” คนรู้ตัวว่าโดนด่าทำท่าฟึดฟัด “มาจากทางไหนคะ” สาวทรงสะบึมตกใจกับคำถามที่ไม่มีปี่มีขลุ่ยของคนตรงหน้า ก่อนที่จะกระจ่าง “มาทางไหนก็กลับไปทางนั้นนะคะ พอดีต้องการความเป็นส่วนตัว จริงไหมคะพี่รัณขา” คำว่า
last updateHuling Na-update : 2025-09-29
Magbasa pa
บทที่ 7
“ไม่จริง! เมย์ชอบผู้หญิง ถ้าไม่มีมัน ยังไงเมย์ก็ต้องชอบกู” เสียงตะคอกของเด‍มี่ทำให้เรนนี่ถึงกับสะดุ้ง ไม่คิดว่าเพื่อนจะเป็นเอามากขนาดนี้ “มึงบ้าเปล่าจะตะคอกทำไม มึงก็รู้ว่ากลุ่มของพวกพี่เขาธรรมดาที่ไหนอย่าหาเรื่องใส่ตัว” เรนนี่รู้ดีว่าพ่อของภ‍รัณเป็นถึงตำรวจชั้นผู้ใหญ่ ทางที่ดีอย่ามีเรื่องกับกลุ่มพวกพี่ ‍ๆ‍ เขาดีที่สุด “มึงจะให้กูทิ้งเมย์ให้ต้องทนทุกข์ทรมานกับคนแบบนั้นเหรอ” เด‍มี่ร้องไห้ออกมาอย่างเหลืออด ภ‍รัณมีอิทธิพลแล้วไง เขารักวาด‍เม‍ษาได้เท่าเธอไหม บอกตามตรงว่าเธอยอมรับไม่ได้ถ้าจะให้วาด‍เม‍ษาต้องไปลงเอยกับคนเจ้าชู้แบบนั้น “ผู้ชายแม่งเลวทุกคน ยิ่งไอ้รัณมันยิ่งเลว อึก...อึก” “เดี๋ยวมึงอย่าเพิ่งอ้วก” เรนนี่รีบห้ามคนเมาที่กำลังปิดปากตัวเอง เด‍มี่ดื่มไปหลายแก้วก่อนจะเดินเข้าไปทักวาด‍เม‍ษา อย่าเรียกว่าทักเลย เรียกว่าเธอไปช่วยวาด‍เม‍ษาที่กำลังทุกข์ทรมานจากผู้ชายอย่างภ‍รัณ คนทุกข์ทรมานกำลังนั่งฟังเพลงสบายอยู่บนตักแกร่ง “เมื่อไหร่จะลงไปเมื่อย” ภ‍รัณบ่นให้คนตัวเล็กแต่พอนั่งตักนาน ‍ๆ‍ คนตัวเล็กอย่างเธอก็ทำเขาปวดขา ขาธรรมดาปวดอยู่บ้
last updateHuling Na-update : 2025-09-29
Magbasa pa
บทที่ 8
“ใครอินกันไร้สาระ” คนไม่อินแต่กลับกอดเอวแน่น สาวผมสั้นไม่อยากจะขัดใจ เธอพิงหลังกับอกกว้างฟังเพลงที่ขับกล่อมทั้งเขาและเธอ นานแค่ไหนแล้วที่เธอไม่ได้ผ่อนคลายแบบนี้ ตลอดระยะเวลาหลายปี ตั้งแต่พ่อเสียไปทุกอย่างก็ยากขึ้น แม่แต่งงานใหม่ ธุรกิจของพ่อใหม่ก็ลุ่ม ‍ๆ‍ ดอน ‍ๆ‍ จนเมื่อไม่กี่เดือนก่อนที่ท่านทั้งสองต้องตัดสินใจรับของหมั้นจากทางนั้น ชีวิตยังโชคดีอยู่บ้างที่เธอได้ทุนเรียนที่นี่ ทุนให้เปล่า ไม่อย่างนั้นเธอคงต้องเรียนมหาวิทยาลัยเดิม ตอนเรียนที่นั่นมันก็ดีแหละ แต่ไม่ใช่สาขาที่ตัวเองชอบเลือกเรียนเพราะว่าค่าเทอมถูก “อยากกลับยัง ไอ้กันต์มันหนีกลับไปแล้ว” ภ‍รัณถามคนบนตัก ดูแล้วเริ่มเมาแล้ว “ค่ะกลับเถอะ” เธอเองก็รู้สึกมึน ‍ๆ‍ บ้างแล้ว ทั้งสองเดินจับมือกันออกจากผับดัง รถพร้อมพนักงานขับพาทั้งคู่มาถึงจุดหมายของคอนโดหรู “ไหวไหมต้องให้อุ้มหรือเปล่า” ภ‍รัณแซวคนแก้มแดงตรงหน้า เห็นเธอเซนิด ‍ๆ‍ ตอนที่เดินลงจากรถ “ไหวน่า” ถึงน้ำเสียงจะยานคางไปสักนิดแต่เธอก็ไหวจริง ‍ๆ‍ ประคองตัวเองมาถึงห้องนอนเล็ก ใช้เวลาอาบน้ำไม่นานก็ขึ้นเตียงนอนหลับสบาย
last updateHuling Na-update : 2025-09-29
Magbasa pa
บทที่ 9
“เป็นอะไร” วาด‍เม‍ษาถามคนตรงหน้า เขาไม่ชอบร้านนี้หรือว่าไม่พอใจอะไรเธอ เธอก็ว่าตัวเองไม่ได้ทำอะไรผิดนะ “เธอกับป้ารหัสเป็นอะไรกัน” คำถามของภ‍รัณทำให้มือที่ถือช้อนของวาด‍เม‍ษากำแน่นขึ้น “ไม่ได้เป็นอะไร เขาแค่ชอบเมย์” “เสน่ห์แรง หึ” “ทำไมต้องเหวี่ยง อย่าบอกว่าหึงนะเฮีย” สาวผมสั้นลอยหน้าลอยตา มองคนตรงหน้าอย่างต้องการคำตอบ “เพ้อเจ้อ บอกป้ารหัสของเธอด้วย ว่าตอนนี้มีแฟนแล้ว” “สั่งเก่ง ใครเขาก็รู้แล้วไหมว่าเมย์เป็นแฟนเฮีย” คำพูดของเธอทำให้คนตรงหน้ายิ้มกับต้มมะระ ปกติมะระมันขมนะ แต่ทำไมร้านนี้มะระหวาน ร้านข้าวแกงเขารับทิปไหมนะ เดี๋ยวต้องทิปสักพันสองพัน “รีบกินได้แล้ว ง่วงอยากกินกาแฟ” วาด‍เม‍ษามองคนสะบัดสะบิ้งตรงหน้า อีกนิดคงเป็น ‘จี‍จี้’ แล้วเฮียภ‍รัณ “อิ่มแล้วเฮีย” เวลาได้ยินเธอเรียกเฮียทำไมวูบวาบในอกใช่ว่าจะไม่มีใครเคยเรียก แต่พอยายนี่เรียกเขาแบบนี้ ภ‍รัณรู้สึกดีอย่างบอกไม่ถูก คาเฟไม่ไกลจากร้านข้าวราดแกง ร้านตกแต่งด้วยสีดำทั้งหมด ร้านนี้มีเพียงไม่กี่สาขาในกรุงเทพฯ เพราะว่าอยู่ใกล้คอนโดของเขา ภ‍รัณจึงแวะ
last updateHuling Na-update : 2025-09-29
Magbasa pa
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status