Share

Besar Banget Mas 🔥

Author: PwanChaa
last update publish date: 2026-07-07 13:40:12

“Be-besar banget mas,” getar Diana.

Diana melihat ‘benda pusaka’ milik Bambang, menatapnya dengan rasa ragu bahwa ‘itu’ akan muat di bawah sana.

Bambang menyunggingkan senyumnya, siap untuk memburu Diana. Ia melihat seluruh bagian tubuh Diana, menambahkan gejolak panas di dalam tubuhnya.

Bambang bisa saja memburu Diana dengan kasar malam ini, karena ‘rudalnya sudah tidak tahan mengobrak-abrik Diana tetapi ia memilih untuk bermain lembut mengutamakan kenyamanan Diana. Ia tidak mau membuat D
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Obsesi Nyonya dan Nona Rumah   Tangis Nona

    Mobil Bianca melaju dengan kecepatan yang tinggi. Ia menekan keras pedal gasnya dengan dalam dengan seluruh emosi yang bertumpuk di kepala dan hatinya. Ia menyetir dengan setengah ugal-ugalan membuat mobil-mobil lain mengklakson mobil Bianca.Bianca yang sudah frustasi, ia memukul-mukul setir mobilnya berkali-kali, “Diana sialan! Diana sialan!” Matanya menatap tajam jalan yang gelap. Hanya disinari oleh lampu jalan yang kekuning-kuningan.Cittttt….Mobil Bianca mengerem sempurna di parkiran rumahnya. Ia lalu melangkah dengan langkah cepat dan berat masuk ke dalam rumah, langsung berjalan masuk dan naik ke lantai dua. Bianca tidak melihat siapapun di sana karena sepertinya sedang sibuk di kamar masing-masing.Brak!Pintu kamar Diana ditendang paksa oleh Bianca, Diana yang sedang menyisir rambutnya di meja riasnya berdiri dan menoleh ke arah Bianca yang sedang tersengal-sengal menahan rasa marah dan kesalnya kepada Diana.“Sayang… kamu kenapa?” tanya Diana dengan senyuman khasnya, Bianc

  • Obsesi Nyonya dan Nona Rumah   Menjebol milik Noma (2) 🔥

    “Abis ini enak dong, sakitnya bentar doang kok,” jawab Bambang, ia bahkan membalikkan tubuh Celine, membuatnya merasakan jepitan Celine yang semakin menjepitnya. Memijat keperkasaannya.Celine yang awalnya tersiksa mulai bisa menikmati permainan Bambang, “Ah… Ah.. Om, disitu Om enak…”Bambang menarik dagu Celine, mencumbunya panas, menikmati setiap sudut bibirnya. Tangannya pun bergerak bebas memijat seluruh badan Celine yang menurutnya menarik.“Enak kan… Udah Om bilangin, sekarang kamu siap-siap ya..”Celine kebingungan dengan kata-kata Bambang sebeluma akhirnya ia menyadari gerakan Bambang sebelumnya belum ada apa-apanya, ia mendapat dorongan yang jauh lebih dalam dan nikmat membuat dia serasa melayang ke angka.“Om Bambang.. Om Bambang…”Ia meremas apapun yang ia pegang hingga akhirnya, ia merasakan kedutan tanda ia akan mencapai klimaks. Tidak hanya milik Celine, tetapi Bambang pun mulai bersiap mengeluarkan cairannya.“Ahhhh..”Mereka berdua mengerang bersamaan, melepaskan gaira

  • Obsesi Nyonya dan Nona Rumah   Menjebol milik Nona 🔥

    Diana duduk di ruang perawatan Herman sembari menatap wajah suaminya, ia hanya mematung dengan senyumannya yang aneh. Tidak ada perasaan lagi antara dia dan Herman.Tap…Tap…Suara langkah kaki yang mulai menaiki lantai dua dan decitan pintu ruangan yang terbuka membuat Diana menoleh ke arah sumber suara, Celine berdiri di sana dengan wajah yang tampak masih memerah dan berkeringat.‘Pasti Mas Bambang sudah menghukum bocah ini,’ pikir Diana, ia menatap Celine dengan memberikan senyuman terbaik, menunggu ucapan dan kata-kata yang sangat ingin dia dengar dari Celine, seseorang yang selalu ia takuti di rumah ini.Celine melangkahkan kakinya dengan langkah pelan-pelan, ia bahkan menyangga perut dan pinggangnya, “Tante Diana, a-aku minta maaf.” Celine mengucapkannya dengan menunduk, keringat menetes deras dari dahinya.Diana hanya tersenyum seperti seorang malaikat, “Tentu saja aku akan memaafkan anakku, tapi dengan satu syarat…” Diana menyentuh dagu Celine yang terasa panas, membuat Celin

  • Obsesi Nyonya dan Nona Rumah   Bermain dengan nona (2) 🔥

    Celine menggigit bibirnya saat Bambang berusaha memasukkan adiknya ke dalam rongga Celine, gesekan antara adik Bambang dengan bibir gua Celine, membuat Celine merasa ia tidak akan sanggup melawan keperkasaan Bambang yang tegak dan besar itu.“Om… A-aku gak siap… Aku bakal minta maaf aja sama Diana,” ujar Celine, Bambang melihat wajah Celine yang tampak ketakutan membuatnya tertawa ringan. Ternyata benar, Celine hanya anak penakut yang suka kecentilan di depan orang tapi tidak berani ekseskusi. Berbeda dengan Bianca yang jauh lebih berani.Bambang masih punya perasaan dan logika, ia juga tidak bisa memaksa seorang anak usia 20an awal untuk indehoy dengannya. Ia lansung bangkit dari tubuh Celine dan memakai celananya sebelum Celine menarik lengan Bambang.“Aku gak berani main, tapi pegang punya Om, boleh gak?” tanya Bianca sembari menggerakkan badannya dan menunjukkan sikap centilnya. Bambang mendengus kesal, rasanya sekarang ia sedang ditarik ulur dengan anak manisnya yang centil, Celi

  • Obsesi Nyonya dan Nona Rumah   Bermain dengan Nona 🔥

    Celine mengangguk dengan napas yang membara, dadanya naik turun seakan paru-parunya terus membutuhkan suplai oksigen. Aliran darahnya mengalir dengan cepat. Otaknya blank, ia tidak tahu cara merespon Bambang yang berada di hadapannya.Tangan Bambang bergerak naik, membelai setiap jengkal tubuh Celine. Ia mulai memijat setiap tubuh sensitive Celine, membuat Celine menggigit bibir bawahnya menahan setiap desahan yang keluar dari mulutnya.Bibir Bambang mulai mencari tepat favoritnya, perut dan dada Celine. Ia menggunakan lidahnya membasahi kulit Celine dengan air liurnya. Tangan Celine mencengkeram erat rambut Bambang, ia menahan rasa nikmatnya di setiap gerakan Bambang.Bambang mulai semakin turun ke bawah, ia mulai memainkan titik sensitive Celine di sana. Memainkan tonjolan Celine dengan lihainya. Nampaknya memang Bambang adalah tipe eater. Ia akan melahap seluruh tubuh mangsanya, memberikan tanda di tubuh mangsanya, menjadikannya miliknya.“Ahhhh… Om, j-jangan Om!” pekik Celine, Bam

  • Obsesi Nyonya dan Nona Rumah   Sudah siap nona? 🔥

    “Gak mau! Emang aku gak salah kok, masak aku harus minta maaf!” pekik Celine. Bambang langsung mengangguk mengerti.Tangan kekarnya, mulai melayang di udara dan…Plaaaaakkk!Memukul bokong kenyal Celine. “Awwwww…!” Celine meneriakkan rasa sakitnya saat Bambang mulai memukul bokongnya, Bambang bertanya padanya sekali lagi mau minta maaf pada Diana atau enggak tetapi jawaban Celine masih sama.Plaaaak!Plaakk!Bambang terus memukul pantat Celine ketika Celine menolak untuk meminta maaf, Celine meringis kesakitan. Ia menahan air matanya yang berada di sudut matanya.“Aku pokoknya gak mau minta maaf—Aahhh..”Celine mendesah, tangan Bambang yang masih bebas mulai bergerak, menyibakkan kaosnya, menggerayangi buah dadanya yang tergantung tanpa bra di posisi itu. Meski kecil, tetapi tangan Bambang sangat lihai meremas dan memainkan tonjolan buah dadanya membuat Celine menggelinjang hebat.“Ahhh Om…”Plak!Sekali lagi bokong Celine dipukul oleh Bambang, “Sakit.. Om… Ah..” Bambang mulai menindi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status