MasukJing Huan adalah salah satu tuan muda keempat dari keluarga Jing yang tidak berkultivasi seperti tuan muda lainnya. Dari kecil ia di tinggal ibunya yang meninggal akibat melahirkannya, sementara ayahnya meninggal karena racunnya dingin sejak ia berusia 5 tahun. Hidupnya tanpa perhatian, luntang lantung seperti orang asing dan mendapatkan penghinaan, sementara ketiga sepupunya mendapatkan perhatian dari kakeknya, mereka bukan hanya mendapat tempat latihan yang layak, mereka juga mendapat senjata keluarga dan pil untuk meningkatkan kultivasi, sementara dirinya, jangankan latihan, untuk makan saja ia harus mencuri di dapur. Hingga akhirnya, ia di pukul habis-hanisan oleh sepupu kedua dan ketiga lalu di buang ke dalam jurang hutan larangan. Ajaibnya, darahnya mengenai sebuah batu hitam kuno dan membangkitkan jiwa di dalam batu tersebut. Darahnya itu ternyata ada aliran darah dewa, yang ternyata ibunya adalah salah satu cicit buyut dari dewa yang di asingkan kedunia bawah karena mencintai manusia biasa, yaitu ayahnya. Akhirnya batu itu memberi memperbaiki tubuhnya, menyembuhkan seperti sedia kala dan membangkitkan kultivasi di dalam tubuhnya. Bahkan kultivasinya lebih kuat dari manusia yang lain meskipun akan banyak rintangan yang harus ia lalui untuk menuju puncak.
Lihat lebih banyakAngin dingin berhembus kencang dari balik tebing Lembah Pedang, menghempaskan dedaunan bambu hitam di sekeliling Kambang Pedang Tua. Di atas sebuah batu datar yang berada tepat di mulut celah tebing, Jing Huan duduk bersila dengan kedua mata terpejam rapat.Di dalam dadanya, Meridian Dewa memancarkan pendaran cahaya keemasan yang kian terang. Arus Qi liar dari gumpalan sisa naskah pedang purba di tebing ditarik masuk secara paksa melalui pori-pori kulitnya.BZZZZZT...Namun, energi dari Lembah Pedang terlalu tajam dan terasa membakar. Jalur-jalur meridian Jing Huan bergetar hebat, menimbulkan sensasi panas yang menusuk hingga ke dalam tulang.“Bocah, tahan!” suara Dewa Pedang Abadi bergema peringatan di dalam jiwanya. “Hawa pedang purba ini terlampau ganas untuk Ranah Penempaan Tubuh Bintang 4. Jika kau memaksa menyerapnya tanpa peredam, meridianmu bisa robek sebelum menerobos!”Jing Huan menggetarkan giginya, meremas lututnya hingga jari-jarinya memutih. "Guru... hawa panas ini memba
"Pantas saja aura pedang di sini terasa sedikit menekan dadaku," sahut Jing Huan seraya menarik pedang besi murni milik-Nya dari sarungnya. "Guru, kekuatan Penempaan Tubuh Bintang 4 milikku sudah stabil. Rekor ujian kemarin telah membuktikan bahwa Pedang Dewa Tebasan Pertama: Pemotong Angin sangat berguna untuk kecepatan dan ketepatan. Tapi bagaimana dengan daya hancur area terbatas?"Dewa Pedang Abadi melayang mendekat, matanya berkilat penuh wibawa.“Pertanyaan yang bagus, Bocah! Dalam pertarungan menghadapi lawan yang mengandalkan armor berat, pertahanan tebal, atau dikelilingi oleh banyak musuh berpelindung keras, Pemotong Angin tidak akan cukup tebal untuk membelah mereka dalam sekali ayun!”Dewa Pedang Abadi melambaikan lengan bajunya yang ilusi ke arah tebing batu raksasa di belakang kediaman.“Hari ini, aku akan mengajarkanmu jurus kedua dari Sembilan Pedang Dewa Abadi: Pedang Dewa Tebasan Kedua: Pembelah Gunung!”"Pembelah Gunung?" ulang Jing Huan, matanya berbinar.“Benar!”
Sinar matahari pagi menyiram megahnya kompleks Akademi Kerajaan Kota Pusat, memantulkan warna keemasan pada atap-atap gerbang batu dan paviliun tinggi yang berdiri megah. Setelah pengesahan mengejutkan dari Tetua Utama Feng Tian kemarin, suasana di area pendaftaran murid baru masih menyisakan bisik-bisik kagum dari para pendaftar.Di Balai Pengaturan Murid, seorang instruktur paruh baya berjas kulit tebal menyerahkan dua buah kunci batu bernomor emas dan dua gulungan jubah biru tua berpola naga kecil, pakaian resmi Murid Inti Akademi."Nona Mu Qing, kediaman Anda berada di Paviliun Teratai Biru, area murid inti bagian timur yang kaya akan energi Qi air dan es," ujar instruktur tersebut dengan sikap sangat sopan.Mu Qing menerima kunci batu dan jubahnya, lalu tersenyum manis. "Terima kasih, Instruktrur."Instruktur itu kemudian beralih menatap Jing Huan. Raut wajahnya berubah penuh hormat saat menyerahkan denah lokasi akademi. "Tuan Muda Jing Huan, sebagai Peringkat Pertama Ujian Gerba
Zhao Yan mengibaskan tangannya ke udara. "Pengawal Keluarga Zhao dan Penjaga Pintu Akademi, tangkap Jing Huan! Jika dia melawan, bunuh di tempat!" SREKKK! SREKKK! Delapan prajurit berpakaian zirah hitam dengan senjata terhunus melompat menaiki panggung, mengurung Jing Huan dari segala penjuru. Namun, Jing Huan berdiri di tengah kepungan itu tanpa ada riak ketakutan sedikit pun. Ia memegang gagang pedang besi murni miliknya seraya terkekehi pelan—suara terkekeh dingin yang sanggup membuat bulu kuduk semua orang merinding. "Zhao Yan," ujar Jing Huan pelan, matanya berkilat dengan aura keemasan murni Meridian Dewa. "Kau menuduhku menggunakan ilmu iblis hanya karena kekuatanmu sendiri terlalu sampah untuk memahami ilmu pedang sejati? Jika aku benar-benar menggunakan teknik iblis, delapan anjing di sekelilingku ini sudah menjadi tumpukan daging cincang sejak tadi." "Lancang! Masih berani membual?!" seru Zhao Yan murka. "Serang dia!" Tepat ketika para pengawal hendak menerjang, sebuah






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan