Masuk“Kita bermain tanpa pengaman. Bagaimana kalau kamu hamil?” Belum lama dikhianati tunangannya, Sofia malah terjebak malam panas dengan seorang pria asing yang tanpa aba-aba ingin menikahnya. Tidak hanya itu, pria tersebut juga menuntut anak darinya! Tanpa Sofia tahu, pria itu jauh lebih berbahaya dan punya kekuasaan tak terhingga. Mampukah Sofia bertahan, atau justru hancur lebih dalam saat tahu suaminya menyimpan terlalu banyak rahasia?
Lihat lebih banyakPagi hari terasa datang lambat sekali. Suara debur ombak yang memecah bebatuan membangunkan Galtero dengan posisi tubuh yang masih kaku akibat tidur tegang semalaman. Mata biru terangnya menatap Sofia yang tersenyum di sampingnya. Di antara mereka, Ezio tidur pulas, kedua tangannya memeluk bantal asam kesayangan. Pagi-pagi sekali anak itu dipindahkan secara paksa oleh Nicholas. “Pagi yang indah, Mi Amor,” ucap Galtero sinis, berusaha meredakan rasa kesalnya. “Ternyata pagi ini tetap kenyataan bahwa kita diganggu oleh bocah hiperaktif dan kakak ipar yang iri hati.” Sofia tertawa kecil. Ia mengusap lembut pipi Galtero. “Kakak ipar yang tidur di sofa kecil, maksudmu? Kak Nico sudah dapat balasan setimpal. Sekarang, kamu masih membencinya?” “Bukan itu masalahnya! Intinya aku tidak punya waktu untukmu,” gerutu Galtero. “Setiap kali aku mendekat, Ezio muncul seperti hantu di mana pun. Dan sekarang aku harus berbagi vilaku pada Nicholas hanya karena dia tidak mau kalah denganku… menungg
Galtero menekuk wajah. Malam ini benar-benar mengesalkan baginya. Bukan lagi ketiban sial, tetapi semesta seperti membencinya. Gagal bercinta dan terpaksa menahan nafsu membuat badannya panas. Ditambah lagi, kehadiran kakak ipar. Mereka bertamu di vilanya. “Aku senang, Kakak ke sini. Apa mengambil cuti?” Sofia begitu antusias. Ia juga rindu pada kakaknya. “Iya, cuti. Aku pikir …” Nicholas menatap Isela dan putri kecil mereka. “Kami butuh liburan sesekali. Tidak baik bekerja terus,” sambungnya diiringi senyum kaku. Galtero yang berdiri di belakang Sofia mendengkus sebal. Jelas, ia terganggu. Momen intim bersama sang istri yang diharapkan meninggalkan memori indah, justru gagal total. “Dulu kamu bisa sewa vila di sebelah, kenapa sekarang menginap di vilaku?” Galtero menyembur, dan menatap sinis. Biarlah ia dianggap tidak menghargai ipar, yang jelas ia tidak suka berbasa-basi. “Ah … itu … dulu aku tidak memiliki pasangan dan keluarga. Aku hanya manusia yang terbiasa hidup sen
Suara Nicholas memang pelan, tetapi Sofia mendengarnya lantaran posisi ponsel cukup dekat dengan bibir pria itu. Sofia tersenyum geli membayangkan wajah sang kakak.Panggilan video berakhir karena Nicholas yang iri hati melihat kehidupan adik iparnya tidak berubah drastis.“Kakak ada-ada saja,” gumam Sofia. Ia melirik ke arah suami dan putranya yang makin besar, makin tampan. Bahkan menurut Sofia, Ezio lebih tampan daripada Galtero.“Mi Amor, sudah selesai belum?” Galtero berteriak dari bibir pantai.Sofia tahu jika sudah begini, suaminya itu pasti kelelahan menjaga Ezio yang sangat aktif.“Ya, aku ke sana,” sahut wanita itu sembari berlari kecil mendekati kuda Andalusia putih.“Papa, aku ingin ke kebun anggur lagi. Ayo, Pa! Kenapa harus pulang?” oceh Ezio dengan bibir yang menekuk kecil. Bocah itu bahkan melipat tangan di depan dada, persis seperti apa yang tengah dilakukan Sofia saat ini.“Kenapa lagi?
Sudah enam tahun berlalu. Setiap hari yang dilewati oleh Isela begitu ringan seolah tanpa beban. Meskipun sejak usia Alba memasuki tiga tahun, ia mulai disibukkan dengan pekerjaan kantor. Nicholas memaksa untuk menjadi asisten pribadi lagi. Namun, tidak sekalipun ibu satu anak itu melewati masa tumbuh kembang Alba.Tak jarang Isela membawa Alba ke kantor jika tidak ada kesibukan. Seperti sekarang ini, Isela bekerja sambil memperhatikan putrinya yang duduk di kursi kerja Nicholas. Bukan hanya duduk biasa, tetapi kedua tangan mungilnya itu memegang sisir dan jepit rambut. Ia begitu luwes menyisi rambut sang ayah. Bahkan Nicholas sampai diperintah untuk duduk di bawah.“Apa sudah selesai salonnya, Putriku?” Nicholas menatap pantulan dirinya di depan cermin. Untung saja hari ini tidak banyak pekerjaan ataupun rapat. Kalau iya, ia bisa terlambat karena harus melepas ikat kecil yang menghiasi rambutnya.Alba menggeleng pelan. “Belum, Papa. Papa harus diam sampai semua selesai,” celoteh
Satu bulan setelah penangkapan Abel serta paman dan bibi Abel yang diusir dari Mansion, Isela merasa hari-harinya perlahan membaik. Tidak ada lagi kata-kata ketus dari keluarga sang suami. Bahkan sarapan, makan siang, dan makan malam semua anggota keluarga menempati kursinya masing-masing. Suasan
Entah mengapa Isela merasa hari-harinya sekarang menjadi lebih cepat dikala semua sudah mendukung hubungannya bersama Nicholas. Ia tersenyum kecil merasakan setiap tendangan dari dalam perutnya.“Aktif sekali anak Mama. Apa kamu merindukan Papa?” bisiknya sambil menunduk. “Mama tidak sabar melihat
Sudah beberapa hari ini Isela merasa asing berada di dekat Nicolas. Mereka lebih mirip pasangan pengantin baru yang dijodohkan dan tak saling mengenal. Semua adalah buntut dari kecurigaan seorang istri. Lagi pula ini karena wanita itu takut kehilangan suaminya. Meskipun begitu, Nicolas masih tidur
Abel menatap sengit pada Isela. Inilah alasannya tidak menyukai ada wanita yang berhasil meluluhkan kakak sepupunya. Sebagai nona muda paling tua, ia mendapat hak istimewa di keluarga Marquez — termasuk Nicholas yang selalu memanjakannya sejak kecil.“Kak, apa kamu lupa aku ini sepupumu? Adikmu! Te






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak